Thursday, 16 February 2012

Fosil

FOSIL MAKHLUK HIDUP

MAKALAH



OLEH:
EKAWATI ZAINUDDIN
NURSYIDAH
LILIS SULIANI
IRMAYANTI IBRAHIM
LILIS SURYANINGTYAS


KELOMPOK I
KELAS XII ILMU ALAM-1
SMA NEGERI 2 BANTAENG



DINAS PENDIDIKAN, PEMUDA DAN OLAHRAGA
KABUPATEN BANTAENG
2012




KATA PENGANTAR

     Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan karunia-Nyalah sehingga makalah “Fosil Makhluk Hidup” dapat terselesaikan dengan sebaik-baiknya.
    Tujuan penulisan makalah ini yaitu diajukan sebagai salah satu syarat dalam memenuhi tugas mata pelajaran Biologi.
   Penulisan makalah ini berisi mengenai fosil makhluk hidup seperti fosil manusia, hewan dan tumbuhan yang didalamnya dilengkapi dengan gambar-gambar dan teori mengenai fosil tersebut.
   Penulis sangat berterimakasih kepada guru pembimbing yaitu Syarifuddin SPd, yang telah memberikan arahan dan bimbingan serta kepada teman-teman yang telah banyak membantu dari awal hingga terselesainya penulisan makalah ini.
    Penulis menyadari bahwa penulisan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena kritik dan saran kepada setiap pembaca demi penyempurnaan penulisan makalah selanjutnya.
    Penulis berharap bahwa penulisan makalah ini dapat memberikan manfaat bagi setiap pembaca.

                                                                                                      Bantaeng, 17 Februari 2012


                                                                                                                  Penulis


DAFTAR ISI

Halaman
SAMPUL DEPAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
B.     Rumusan Masalah
C.     Tujuan Penulisan
D.    Manfaat Penulisan
BAB II PEMBAHASAN
A.    Fosil Manusia
B.     Fosil Tumbuhan
C.     Fosil Hewan
BAB III PENUTUP
A.    Simpulan
B.     Saran
DAFTAR PUSTAKA

BAB I

PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang
      Wilayah Nusantara merupakan kajian yang menarik dari sisi geologi karena sangat aktif. Di bagian timur hingga selatan kepulauan ini terdapat busur pertemuan dua lempeng benua yang besar: Lempeng Eurasia dan Lempeng Indo-Australia. Di bagian ini, lempeng Eurasia bergerak menuju selatan dan menghunjam ke bawah Lempeng Indo-Australia yang bergerak ke utara. Akibat hal ini terbentuk barisan gunung api di sepanjang Pulau Sumatera, Jawa, hingga pulau-pulau Nusa Tenggara. Daerah ini juga rawan gempa bumi sebagai akibatnya.
     Di bagian timur terdapat pertemuan dua lempeng benua besar lainnya, lempeng Eurasia dan lempeng Pasifik. Pertemuan ini membentuk barisan gunung api di Kepulauan Maluku bagian utara ke arah bagian utara Pulau Sulawesi menuju Filipina. Nusantara di Zaman Es akhir pernah menjadi bagian dua daratan besar
    Wilayah barat Nusantara modern muncul kira-kira sekitar kala Pleistosen terhubung dengan Asia Daratan. Sebelumnya diperkirakan sebagian wilayahnya merupakan bagian dari dasar lautan. Daratan ini dinamakan Paparan Sunda ("Sundaland") oleh kalangan geologi. Batas timur daratan lama ini paralel dengan apa yang sekarang dikenal sebagai Garis Wallace.
     Wilayah timur Nusantara, di sisi lain, secara geografis terhubung dengan Benua Australia dan berumur lebih tua sebagai daratan. Daratan ini dikenal sebagai Paparan Sahul dan merupakan bagian dari Lempeng Indo-Australia, yang pada gilirannya adalah bagian dari Benua Gondwana.
     Di akhir Zaman Es terakhir (20.000-10.000 tahun yang lalu) suhu rata-rata bumi meningkat dan permukaan laut meningkat pesat. Sebagian besar Paparan Sunda tertutup lautan dan membentuk rangkaian perairan Selat Malaka, Laut Cina Selatan, Selat Karimata, dan Laut Jawa. Pada periode inilah terbentuk Semenanjung Malaya, Pulau Sumatera, Pulau Jawa, Pulau Kalimantan, dan pulau-pulau di sekitarnya. Di timur, Pulau Irian dan Kepulauan Aru terpisah dari daratan utama Benua Australia. Kenaikan muka laut ini memaksa masyarakat penghuni wilayah ini saling terpisah dan mendorong terbentuknya masyarakat penghuni Nusantara moderen.
    Sejarah geologi Nusantara memengaruhi flora dan fauna, termasuk makhluk mirip manusia yang pernah menghuni wilayah ini. Sebagian daratan Nusantara dulu merupakan dasar laut, seperti wilayah pantai selatan Jawa dan Nusa Tenggara. Aneka fosil hewan laut ditemukan di wilayah ini. Daerah ini dikenal sebagai daerah karst yang terbentuk dari endapan kapur terumbu karang purba. Endapan batu bara di wilayah Sumatera dan Kalimantan memberi indikasi pernah adanya hutan dari masa Paleozoikum.
     Laut dangkal di antara Sumatera, Jawa (termasuk Bali), dan Kalimantan, serta Laut Arafura dan Selat Torres adalah perairan muda yang baru mulai terbentuk kala berakhirnya Zaman Es terakhir (hingga 10.000 tahun sebelum era moderen). Inilah yang menyebabkan mengapa ada banyak kemiripan jenis tumbuhan dan hewan di antara ketiga pulau besar tersebut.
    Flora dan fauna di ketiga pulau tersebut memiliki kesamaan dengan daratan Asia (Indocina, Semenanjung Malaya, dan Filipina). Harimau, gajah, tapir, kerbau, babi, badak, dan berbagai unggas yang hidup di Asia daratan banyak yang memiliki kerabat di ketiga pulau ini.
      Fosil merupakan adalah sisa-sisa atau bekas-bekas makhluk hidup yang menjadi batu atau mineral. Untuk menjadi fosil, sisa-sisa hewan atau tanaman ini harus segera tertutup sedimen. Oleh para pakar dibedakan beberapa macam fosil. Ada fosil batu biasa, fosil yang terbentuk dalam batu ambar, fosil ter, seperti yang terbentuk di sumur ter La Brea di Kalifornia. Hewan atau tumbuhan yang dikira sudah punah tetapi ternyata masih ada disebut fosil hidup. Fosil yang paling umum adalah kerangka yang tersisa seperti cangkang, gigi dan tulang. Fosil jaringan lunak sangat jarang ditemukan.Ilmu yang mempelajari fosil adalah paleontologi, yang juga merupakan cabang ilmu yang direngkuh arkeologi.
    Fosil makhluk hidup terbagi atas tiga yaitu fosil manusia, fosil hewan, dan fosil tumbuhan. Fosil manusia contohnya seperti pithecanthropus paleojavanicus, homo sapiens, dan meganthropus erectus. Fosil hewan contohnya seperti dinosaurus,  kronosaurus dan woolungasaurus. Sedangkan fosil tumbuhan contohnya tumbuhan paku.
     Oleh karena itu, hal ini menjadi titik utama kami dalam memahami lebih lanjut lagi mengenai fosil makhluk hidup di Indonesia.

B. Rumusan Masalah
    Rumusan masalah dalam penulisan makalah ini yaitu sebagai berikut.
a.  Bagaimanakah perkembangan fosil manusia?
b.  Bagaimanakah perkembangan fosil hewan?
c.  Bagaimanakah perkembangan fosil tumbuhan?

C. Tujuan Penulisan
     Tujuan penulisan dalam penulisan makalah ini yaitu sebagai berikut.
a.  Untuk mengetahui perkembangan fosil manusia.
b.  Untuk mengetahui perkembangan fosil hewan.
c.  Untuk mengetahui perkembangan fosil tumbuhan.

D.  Manfaat Penulisan
     Manfaat penulisan dalam penulisan makalah ini yaitu sebagai berikut.
a.   Sebagai sumber pengetahuan mengenai fosil makhluk hidup.
b.   Memberikan pemahaman mengenai perkembangan fosil.
c.   Sebagai sumber referensi dalam penulisan makalah selanjutnya.



BAB II

PEMBAHASAN


A.  Fosil Manusia
     Teori ini hanya dugaan dan kurang terbukti kebenarannya, karena teori evolusi darwin telah runtuh. Fosil manusia lama yang ditemukan bisa saja bukan fosil manusia atau manusia yang memiliki bentuk ciri tubuh yang unik, atau bahkan hasil rekayasa.


Fosil Manusia
Fosil Manusia
1.  Manusia Kera dari Afrika Selatan
    a. Australopithecus Africanus
     Australopithecus africanus ditemukan di desa Taung di sekitar Bechunaland ditemukan oleh     Raymond Dart tahun 1924. Bagian tubuh yang ditemukan hanya fosil tengkorak kepala saja.
    b. Paranthropus Robustus dan Paranthropus Transvaalensis
      Dua penemuan tersebut ditemukan di daerah Amerika Selatan dengan ciri isi volume otak sekitar    600 cm kubik, hidup di lingkungan terbuka, serta memiliki tinggi badan kurang lebih 1,5 meter. Kedua fosil menusia kera tersebut disebut australopithecus.
2.  Manusia Purba / Homo Erectus
    a. Sinanthropus Pekinensis
        Sinanthropus pekinensis adalah manusia purba yang fosilnya ditemukan di gua naga daerah Peking negara Cina oleh Davidson Black dan Franz Weidenreich. Sinanthropus pekinensis dianggap bagian dari kelompok pithecanthropus karena memiliki ciri tubuh atau badan yang mirip serta hidup di era zaman yang bersamaan. Sinanthropus pekinensis memiliki volume isi otak sekitar kurang lebih 900 sampai 1200 cm kubik.
    b. Meganthropus Palaeojavanicus / Manusia Raksasa Jawa
        Meganthropus palaeojavanicus ditemukan di Sangiran di pulau jawa oleh Von Koningswald pada tahun 1939 - 1941. Meganthropus merupakan manusia purba tertua yag hidup antara 20 sampai dengan 15 juta tahun yang lalu dari lapisan Jetis. Badannya tegak. Hidup dengan mengumpulkan makanan. Makanannya tumbuhan. Rahangnya kuat. Memiliki tulang pipi yang tebal. Memiliki tonjolan kening yang menyolok. Memiliki tonjolan belakang yang tajam. Tidak memiliki dagu. Memiliki perawakan yang tegap.
     c.Homo erectus
     (Latin: "manusia yang berdiri tegak") adalah spesies yang telah punah dari genus Homo. Pakar anatomi Belanda Eugene Dubois (1980-an) pertama kali menggambarkannya sebagai Pithecanthropus erectus berdasarkan fosil tempurung kepala dan tulang paha yang ditemukannya di Trinil, Jawa Tengah. Sepanjang abad ke-20, antropolog berdebat tentang peranan H. erectus dalam rantai evolusi manusia. Pada awal abad itu, setelah ditemukannya fosil di Jawa dan Zhoukoudian, para ilmuwan mempercayai bahwa manusia modern berevolusi di Asia. Hal ini bertentangan dengan teori Charles Darwin yang mengatakan bahwa manusia modern berasal dari Afrika. Namun, pada tahun 1950-an dan 1970-an, beberapa fosil yang ditemukan di Kenya, Afrika Timur, ternyata menunjukkan bahwa hominins memang berasal dari benua Afrika. Sampai saat ini para ilmuwan mempercayai bahwa H. erectus adalah keturunan dari makhluk mirip manusia era awal seperti Australopithecus dan keturunan spesies Homo awal seperti Homo habilis.
      H. erectus dipercaya berasal dari Afrika dan bermigrasi selama masa Pleistocene awal sekitar 2,0 juta tahun yang lalu, dan terus menyebar ke seluruh Dunia Lama hingga mencapai Asia Tenggara.
Tulang-tulang yang diperkirakan berumur 1,8 dan 1,0 juta tahun telah ditemukan di Afrika (Danau Turkana dan Olduvai Gorge), Eropa (Georgia), Indonesia (Sangiran, Trinil, Sambungmacan, dan Ngandong; semuanya di tepi Bengawan Solo), dan Tiongkok (Shaanxi). H. erectus menjadi hominin terpenting mengingat bahwa spesies inilah yang pertama kali meninggalkan benua Afrika.
     d. Manusia Heidelberg
           Manusia heidelberg ditemukan di Jerman
    e. Pithecanthropus Erectus
        Pithecanthropus erectus adalah manusia purba yang pertama kali. fosil tulang belulang ditemukan di Trinil Jawa Tengah pada tahun 1891 oleh Eugene Dubois. Pithecanthropus erectus hidup di jaman pleistosin atau kira-kira 300.000 hingga 500.000 tahun yang lalu. Volume otak Pithecanthropus erectus diperkirakan sekitar 770 - 1000 cm kubik. Bagian tulang-belulang fosil manusia purba yang ditemukan tersebut adalah tulang rahang, beberapa gigi, serta sebagian tulang tengkorak.
3.  Manusia Modern 
      Pengertian atau arti definisi manusia modern adalah manusia yang termasuk ke dalam spesies homo sapiens dengan isi otak kira-kira 1450 cm kubik hidup sekitar 15.000 hingga 150.000 tahun yang lalu. Manusia modern disebut modern karena hampir mirip atau menyerupai manusia yang ada pada saat ini atau sekarang.
a. Manusia Swanscombe - Berasal dari Inggris
b. Manusia Neandertal - Ditemukan di lembah Neander
c. Manusia Cro-Magnon / Cromagnon / Crogmanon - Ditemukan di gua Cro-          Magnon, Lascaux Prancis. Dicurigai sebagai campuran antara manusia  Neandertal dengan manusia Gunung Carmel.
d. Manusia Shanidar - Fosil dijumpai di Negara Irak
e. Manusia Gunung Carmel - Ditemukan di gua-gua Tabun serta Skhul  Palestina
f. Manusia Steinheim - Berasal dari Jerman

B.  Fosil Hewan
    Beberapa contoh Kumpulan fosil-fosil hewan/Binatang purbakala pada zaman SM dan sejarahnya:
1. Tyrannosaurus Rex
fosil Tyrannosaurus Rex terbesar yang pernah ditemukan. Fosil ini ditemukan oleh paleontologis Sue Hendrickson pada musim panas tahun 1990 dan dinamai sesuai nama penemunya. Fosil ini tidak dapat diidentifikasi sebagai dinosaurus jantan atau betina.
2.  Gajah Purba
Gajah purba ditemukan Karanganyer, Tukimin Kecamatan Gondangrenjo. Gajah purba ini memiliki bentuk tubuh yaitu rahang, iga dan pinggul.
3.  Mammoth / mamut
  Mamut adalah genus gajah purba yang telah punah. Ukuran tubuhnya lebih besar daripada gajah normal yang ada di dunia saat ini. Gadingnya melingkar membentuk kurva ke arah dalam dan, dalam spesies utara, dengan rambut panjang. Mereka hidup dalam epos Pleistocene sejak 1,6 juta tahun lalu sampai sekitar 10.000 tahun lalu. Kata mamut berasal dari bahasa Rusia мамонÑ.
    Ada kesalahpahaman bahwa mamut lebih besar dari gajah. Spesies terbesar mamut yang diketahui, Mammoth Imperial California, memiliki tinggi punggung sekurangnya 5 meter. Mamut umumnya memiliki berat 6-8 ton, namun mamut jantan yang besar beratnya dapat mencapai 12 ton. Gading mamut sepanjang 3,3 meter ditemukan di utara Lincoln, Illinois tahun 2005. Sebagian besar spesies mamut memiliki ukuran sebesar Gajah Asia modern.
4.  Archeopteryx
      Archaeopteryx (dari Bahasa Yunani Kuno ἀρχαῖος archaios yang berarti ‘kuno’ dan πτΠρυξ pteryx yang bearti ‘bulu unggas’ atau ‘sayap’; dibaca “ar-kee-OP-ter-iks” [ɑː(ɹ)kiˈɒptəɹɪks]) adalah jenis burung paling awal dan primitif yang diketahui.                  
      Binatang ini hidup pada Periode Jura sekitar 155–150 juta tahun lalu yang saat ini dikenal sebagai wilayah Jerman bagian selatan. Dalam Bahasa Jerman, Archaeopteryx dikenal sebagai Urvogel, sebuah kata yang berarti “burung yang asli” atau “burung pertama”. Meskipun namanya yang asli berasal dari Bahasa Jerman, Kata ini juga digunakan dalam Bahasa Inggris.
5. Ankylosaurus
     Ankylosaurus adalah salah satu jenis dinosaurus yang memiliki tubuh sepanjang 9 meter (30 kaki). Ankylosaurus memiliki tubuh yang dilindungi oleh semacam cangkang keras yang membuat tubuhnya tidak bisa diserang dengan mudah, bahkan oleh Tyrannosaurus-Rex. Ekornya panjang lurus dan sangat keras.                 
     Jika Ankylosaurus dihadang oleh lawannya, ia akan menyerang lawan tersebut dengan ekor kerasnya dan dalam sekejap lawannya akan terjatuh. Para ilmuwan dan ahli palaeontologi biasanya menyebut Ankylosaurus dengan sebutan ‘Anky kecil’.
6. Pteranodon
   Pteranodon (pengucapan /tɨˈrænÉ™dÉ’n/; dari bahasa Yunani Kuno πτερ- “sayap” dan αν-οδων “tak bergigi”), dari Zaman Kapur Akhir (Coniacian-Campanian, 89,3-70,6 juta tahun yang lalu) Amerika Utara (Kansas, Alabama, Nebraska, Wyoming, dan South Dakota), adalah jenis pterosaurus terbesar dengan bentang sayap mencapai 9 meter.
7. Brontosaurus
      Brontosaurus (yang berarti “kadal kilat” (dari bahasa Yunani brontÄ“/βροντΕ artinya ‘kilat’ dan sauros/σαυρος artinya ‘kadal’), adalah sebuah genus sauropoda dinosaurs yang sudah tidak dipakai lagi. Spesies Brontosaurus excelsus dinamakan oleh penemunya Othniel Charles Marsh, pada tahun 1879 dan nama ini tetap dipakai dalam literatur resmi sampai kurang lebih tahun 1974, meskipun sudah dikenil sebagai sebuah spesies dari genus yang telah disebut sebelumya, Apatosaurus, pada tahun 1903. Brontosaurus adalah dinosaurus yang mempunyai leher sangat panjang dan termasuk dinosaurus herbivora. Diperkirakan hidup di zaman kapur. Habitatnya biasanya di tepi danau dan di hutan. Namun, setelah beberapa tahun nama Brontosaurus diganti kembali menjadi Apatosaurus.
8.  Diplodocus
  Diplodocus(pengucapan/dɪˈplÉ’dÉ™kÉ™s/,/daɪˈplÉ’dÉ™kÉ™s/, atau /ËŒdɪploʊˈdoÊŠkÉ™s) adalah genus dinosaurus sauropod diplodocid yang fosilnya pertama kali ditemukan pada tahun 1877 oleh S. W. Williston. Dinosaurus ini hidup di Amerika Utara barat pada akhir periode Jurassic.
9.  Stegosaurus
       Stegosaurus [1] (diucapkan /ˈsteg.əˌsɔː.rÉ™s/) artinya “roof-lizard”, karena plates di punggungnya (bahasa Yunani stego = plate/roof + sauros = lizard) adalah sebuah genus dinosaurus herbivora besar dari Upper Jurassic di Amerika Utara. Spesies ini adalah salah satu jenis dinosaurus yang paling mudah diidentifikasi, karena kedua baris kite-shaped plates di punggungnya (dasar untuk nama ilmiahnya) dan long spikes di ekornya (disebut thagomizer)
10. Dimetrodon
      Dimetrodon adalah sejenis synapsida (‘mamalia mirip reptil’) genus yang berkuasa selama Permian Period, hidup antara 280-265 juta tahun lalu. Ia lebih terkait erat dengan mamalia dibandingkan reptilia seperti kadal.
     Dimetrodon juga bukan dinosaur, walaupun umumnya dikelompokkan dengan mereka. Sebaliknya, ia diklasifikasikan sebagai pelycosaur. Dimetrodon orang tua yang telah ditemukan di Amerika Utara dan Eropa, serta penemuan jejak kaki Dimetrodon yang signifikan di selatan New Mexico oleh Jerry Macdonald.
11. Plesiosaurus
     Plesiosaurus (bahasa Yunani: plesios, berarti dekat dengan + sauros, berarti kadal) adalah jenis dinosaurus berleher panjang dari ordo plesiosauria yang hidup di air. Termasuk jenis karnivora, karena hidup di air membuatnya harus memakan ikan.               
     Plesiosaurus hidup pada masa awal periode Jurasik. Temuan tulang fosilnya yang hampir sempurna ditemukan di Inggris dan Jerman. Ia memiliki kepala yang kecil, leher panjang dan ramping, tubuh berbentuk kura-kura, ekor pendek, serta 2 pasang kaki berbentuk dayung yang panjang.
12. Velociraptor
     Velociraptor (arti ‘pencuri gesit’) adalah sejenis pemangsa seperti Tyrannosaurus, hanya berbadan lebih kecil dan biasa hidup berkelompok. Strategi menyerang mereka lebih pintar daripada dinosaurus lainnya. Mereka menggunakan penarik perhatian untuk mengalihkan perhatian mangsa mereka, yang sebenarnya mangsa mereka telah dikepung.               
     Velociraptor hidup di akhir Zaman Kretasius sekitar 75-71 juta tahun yang lalu. Ia termasuk dalam sub-ordo Dromaesauridia yang memiliki ukuran tubuh sedang, dengan panjang sekitar 6 kaki (1.8 meter) dan tinggi 3 kaki (1 meter) dan berat sekitar 15-30 pound (7-14 kilogram) . Seperti Dromaesauridia lainnya, tubuh Velociraptor kemungkinan memiliki bulu. Selain itu, mereka memiliki sebuah cakar besar berbentuk melengkung, yang kemungkinan digunakan untuk menusuk atau merobek tubuh korbannya.
      Velociraptor juga termasuk pintar bila dibandingkan dengan dinosurus lainnya, dan hal ini membuat mereka mampu bersaing dengan predator besar lain yang hidup di tempat yang sama. Jika terdesak, Velociraptor biasanya memanggil bala bantuan dengan mengeluarkan suara yang khas; suara ini bisa terdengar hingga radius kurang lebih 1.000 km. Fosilnya ditemukan di daerah Mongolia, Rusia, dan Cina.

C.  Fosil Tumbuhan

     Adapun fosil tumbuhan yaitu sebagai berikut.
1. Batu Bara
   Batubara adalah bahan bakar fosil yang berasal dari sisa tumbuhan yang tertimbun kemudian terawetkan oleh air dan lumpur dari proses oksidasi dan pembusukan.
   Lama-kelamaan sisa tumbuhan ini mengalami perubahan sifat fisik dan kimia akibat proses geologi yang berlangsung hingga jutaan tahun.
    Batubara merupakan bahan bakar siap pakai -tidak memerlukan pengolahan lebih lanjut- berwarna hitam atau hitam kecoklatan.
    Umumnya, batubara dikelompokkan sebagai batuan sedimen, namun batubara keras -jenis antrasit- akan dikelompokkan sebagai batuan metamorf karena telah bersulih akibat terpapar lebih lanjut oleh temperatur dan tekanan yang tinggi.
    Kandungan utama batubara adalah karbon dan hidrogen dengan sedikit komposisi sulfur. Sedang metode penambangan bisa dilakukan di permukaan atau tambang bawah tanah.
    Saat ini, batubara menjadi sumber bahan bakar utama untuk pembangkit tenaga listrik, sekaligus menjadi penyumbang emisi karbon dioksida. Karbon dioksida adalah gas rumah kaca yang jika terkumpul di atmosfer dapat menaikkan suhu bumi sekaligus perubahan iklim.
Batubara bisa dikelompokkan menjadi beberapa jenis, tergantung dari proses geologi yang telah dialami:
• Peat (gambut), merupakan jenis batubara tahap awal. Digunakan sebagai bahan bakar di beberapa negara terutama Irlandia dan Finlandia.
•  Lignite, disebut juga batubara coklat dan dianggap sebagai batubara peringkat terendah, digunakan sebagai bahan bakar pembangkit tenaga listrik.
•   Sub-bituminous, kualitasnya berada diantara lignite dan bituminous. Digunakan sebagai bahan bakar pembangkit listrik tenaga uap dan sebagai sumber hidrokarbon aromatik untuk industri kimia.
•   Bituminous, mineral padat berwarna hitam atau hitam kecoklatan, digunakan pula untuk pembangkit listrik tenaga uap.
•   Anthracite, merupakan batubara kualitas tertinggi, keras dan mengkilap. Digunakan antara lain untuk sumber pemanas ruangan komersial.
•  Graphite, secara teknis merupakan kualitas tertinggi, tapi karena sulit terbakar sehingga tidak digunakan sebagai bahan bakar. Grafit dimanfaatkan untuk bahan pembuat pensil atau sebagai salah satu bahan pelumas.
     Penggunaan batubara di Inggris bisa dilacak sejak Jaman Perunggu (3000-2000 SM). Sedang di Cina, batubara sudah mulai dimanfaatkan sejak 4000 SM ketika manusia Neolitik mulai menggambar ornamen di gua menggunakan grafit. Baru sejak Dinasti Han batubara kemudian digunakan sebagai bahan bakar.
    Lima negara dengan cadangan batubara terbesar adalah Amerika Serikat, Rusia, China, India, dan Australia. Sedang Indonesia menduduki peringkat 15 dengan kira-kira 0.5% cadangan dunia. Namun sebagai eksportir batubara, Indonesia menduduki peringkat kedua setelah Australia.
Berbagai macam penelitian terus dilakukan untuk mengubah batubara menjadi sumber bahan bakar yang lebih ramah lingkungan antara lain dengan mengurangi kadar air dan menghilangkan polutan.
2.  Fosil Tumbuhan
    Moldowan dan koleganya mempelajari sedimen-sedimen berumur Permian yang mengandung sisa-sisa tumbuhan purba yang dikenal sebagai gigantopterids. Dalam lapisan sedimen yang sama pula ditemukan oleanane. Hal ini memperlihatkan bahwa gigantopterids pun memproduksi oleanane, layaknya tumbuhan moderan pada saat ini. Dari sini biolog David W. Taylor dari Indiana University menyimpulkan bahwa tumbuh-tumbuhan berbunga telah ada jauh lebih awal. Penemuan ini cukup penting karena dalam waktu yang belum lama juga di daratan Cina ditemukan fosil gigantopterids yang lengkap dengan daun dan batangnya, yang sangat mirip jika dibandingkan dengan tumbuhan berbunga modern, lanjut Taylor. Taylor memperkirakan bahwa gigantopterids dan tumbuhan berbunga mulai berevolusi dari tumbuhan yang lebih tua secara bersama-sama semenjak 250 juta tahun yang lalu. 
    Kini penemuan ini sedang memasuki lapangan perdebatan ilmiah yang sesungguhnya. Namun di samping itu, Moldowan dan rekan-rekannya mencatatkan diri bahwa oleanane dapatlah dijadikan sebagai fosil kimiawi yang penting untuk mempelajari sejarah kehidupan di muka Bumi.

BAB III

PENUTUP

A. Simpulan
     Simpulan pada penulisan makalah ini yaitu sebagai berikut.
a. Fosil manusia terbagi atas tiga yaitu manusia kera contohnya Australopithecus Africanus, Paranthropus Robustus dan Paranthropus Transvaalensis. Manusia purba contohnya Sinanthropus Pekinensis, Meganthropus Palaeojavanicus / Manusia Raksasa Jawa dan Pithecanthropus Erectus. Manusia modern contohnya manusia steinhem dan manusia shanidar.
b.  Fosil hewan terdiri atas dinosaurus dan Tyrannosaurus Rex.
c.  Fosil tumbuhan seperti batu bara yang merupakan fosil dari tumbuhan.

B. Saran
     Penulis berharap agar dengan adanya informasi mengenai fosil makhluk hidup, kita dapat mengetahui bagaimana perubahan bentuk tubuh makhluk hidup pada abad yang lalu.

DAFTAR PUSTAKA

Dalam google: www.indonesiaindonesia.com/f/46755-sejarah-penemuan-fosil-manusia- purba/.com
Dalam google: www.fosil-manusia-purba.blogspot.com/.com
        

















Labels:

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home