Sunday, 31 August 2014

Masalah Ekonomi dalam Konteks Ekonomi Makro

    Hai teman-teman, kali ini saya akan membahas mengenai Masalah Ekonomi dalam Konteks Ekonomi Makro. Di bawah ini akan dibahas mengenai Masalah Ekonomi dalam Konteks Ekonomi Makro yaitu sebagai berikut :

   Objek pembahasan ekonomi makro antara lain adalah masalah pertumbuhan ekonomi, masalah ketidakstabilan kegiatan ekonomi, masalah pengangguran, dan neraca pembayaran.
1. Pertumbuhan Ekonomi
    Pertumbuhan ekonomi adalah perkembangan kegiatan dalam perekonomian yang menyebabkan kapasitas barang dan jasa yang diproduksi dalam masyarakat meningkat. Perumbuhan ekonomi selalu menjadi harapan semua perekonomian. Pertumbuhan ekonomi biasanya berhubungan dengan perubahan teknologi. Contohnya adalah pengenalan internet dan teknologi dalam industri AS secara keseluruhan mempunyai pengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi AS. Selain teknologi, faktor-faktor lain yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi adalah juga sumber daya manusia, sumber daya alam, ilmu pengetahuan, budaya, dan modal. Pertumbuhan ekonomi diperkirakan tidak hanya sebagai peningkatan kapasitas produksi, tetapi juga sebagai perbaikan kualitas hidup masyarakat.
    Pertumbuhan ekonomi tidak sama dengan pembangunan ekonomi. Pembangunan ekonomi merupakan konsep yang tidak hanya meliputi pertumbuhan ekonomi, tetapi juga perubahan positif tertentu di bidang kehidupan yang lain. Pembangunan ekonomi berarti pertumbuhan ekonomi bersama dengan perubahan dalam distribusi pendapatan nasional dan perubahan teknis serta kelembagaan lainnya yang diinginkan.

2. Masalah Ketidakstabilan Kegiatan Ekonomi
Ekonomi
Ekonomi
    Dalam sistem ekonomi bebas atau sistem ekonomi pasar, kegiatan ekonomi sering mengalami pasang surut. Kadang kala pertumbuhan ekonomi maju pesat dan kadang kala berjalan lambat, bahkan kadang-kadang merosot. Pergerakan naik turunnya kegiatan perusahaan-perusahaan demi mencapai kemajuan ekonomi dalam jangka panjang disebut Konjungtor atau siklus kegiatan perusahaan. 
    Siklus dalam suatu periode konjungtor berbeda dengan keadaan konjungtor pada periode lain. Tetapi sifat-sifat dasar setiap siklus sama. Kurva konjungtur ekonomi terdiri dari masa pertumbuhan, masa puncak kemakmuran (peak of wealth), masa kemunduran, masa keterpurukan (peak of crises). Setelah krisis dapat teratasi, akan terjadi masa pemulihan (recovery), pertumbuhan, dan seterusnya. Siklus ini terbangun seperti gelombang sinus.

3. Masalah Pengangguran
    Pengangguran adalah suatu kondisi ketika seseorang yang dikategorikan dalam golongan angkatan kerja yang ingin memperoleh pekerjaan tetapi belum dapat memperolehnya. Pengangguran dapat terjadi karena faktor-faktor berikut.
a. Kekurangan pengeluaran agregat.
b. Ingin meninggalkan pekerjaan lama untuk mendapat pekerjaan baru yang lebih baik.
c. Perusahaan mengganti tenaga kerja manusia dengan peralatan-peralatan canggih, seperti penggunaan mesin-mesin komputer.
d. Ketidaksesuaian antara keterampilan pencari kerja dan keterampilan yang dibutuhkan dalam industri.

4. Masalah Inflasi
    Inflasi adalah suatu keadaan di mana harga naik secara umum dan terus menerus. Keadaan inflasi akan berbeda dari waktu ke waktu dan dari suatu negara ke negara lainnya. Ada empat golongan inflasi, yaitu ringan, sedang, berat, dan hiperinflasi. Pada inflasi ringan, kenaikan harga masih di bawah angka 10% setahun. Pada inflasi sedang, kenaikan harga antara 10%-30% setahun. Pada inflasi berat, kenaikan harga antara 30%-100% setahun. Pada hiperinflasi atau inflasi tak terkendali, kenaikan harga berada di atas 100% setahun.
    Inflasi dapat terjadi karena hal-hal berikut.
a. Ketidakseimbangan pengeluaran agregat dibandingkan dengan kemampuan perusahaan dalam menyediakan barang-barang.
b. Tuntutan kenaikan upah oleh pekerja yang menyebabkan harga pokok barang bertambah.
c. Kenaikan harga-harga barang yang diimpor.
d. Pengeluaran uang yang bertambah secara berlebihan tanpa diikuti oleh pertambahan produksi dan penawaran barang.
e. Kekacauan politik dan ekonomi

5. Masalah Neraca Perdagangan dan Neraca Pembayaran
    Neraca Perdagangan atau balance of trade adalah ikhtisar yang menunjukkan selisih antara nilai transaksi ekspor dan impor suatu negara dalam jangka waktu tertentu. Biasanya kurun waktunya satu tahun. Neraca perdagangan suatu negara yang positif menunjukkan negara itu mengalami ekspor yang nilai moneternya melebihi impor. Terjadi surplus perdagangan. Sementara itu, neraca perdagangan suatu negara yang negatif menunjukkan nilai moneter impornya melebihi nilai moneter ekspor. Terjadi defisit perdagangan.
    Neraca pembayaran adalah suatu ikhtisar yang menunjukkan aliran pembayaran yang dilakukan dari negara-negara lain ke dalam negeri dan dari dalam negeri ke negara lain dalam satu tahun tertentu. Aliran itu mencakup hal-hal berikut.
a. Aliran penerimaan ekspor serta pembayaran impor barang dan jasa.
b. Aliran penanaman modal asing dan pembayaran penanaman modal asing.
c. Aliran keluar masuk modal jangka pendek seperti deposito di luar negeri.
    Neraca pembayaran bermaslaah ketika neraca pembayaran mengalami defisit. Artinya, pembayaran ke luar negeri melebihi penerimaan dari luar negeri. Hal ini dapat disebabkan oleh impor lebih besar daripada ekspor dan aliran modal terlalu banyak ke luar negeri.
    Neraca pembayaran yang defisit dapat menimbulkan akibat sebagai berikut.
a. Penurunan kegiatan ekonomi dalam negeri karena penggunaan barang impor.
b. Harga valuta asing meningkat.
c. Harga barang impor bertambah mahal.
d. Kegairahan pengusaha berkurang dalam penanaman modal dan membangun usaha baru.

    Demikian pembahasan mengenai Masalah Ekonomi dalam Konteks Ekonomi Makro, semoga memberikan manfaat pembaca sekalian...

Labels:

Saturday, 30 August 2014

Masalah Ekonomi Mikro

     Hai teman-teman, kali ini saya akan membahas mengenai Masalah Ekonomi Mikro. Oleh karena itu, di bawah ini saya akan membahas mengenai Masalah Ekonomi Mikro yaitu sebagai berikut :
   
      Masalah ekonomi mikro terkait dengan tiga masalah pokok, yaitu barang apa yang diproduksi dan berapa jumlahnya? Bagaimana cara memproduksinya? Dan untuk siapa barang tersebut diproduksi.

1. Apa dan Berapa yang Diproduksi?
    Masalah ini menyangkut jenis barang dan jumlah yang akan diproduksi. Pertanyaan ini berkaitan dengan pengalokasian sumber daya yang langka di antara berbagai alternatif penggunaannya. Karena sumber daya terbatas, masyarakat harus memilih dan memutuskan barang apa yang akan diproduksi: apakah kita akan memproduksi makanan, pakaian, mesin industri, atau sarana transportasi. Sangat tidak mungkin untuk memproduksi semua jenis benda pemuas kebutuhan tersebut sejumlah yang diinginkan oleh masyarakat. Setelah ditentukan apa yang akan diproduksi, masyarakat harus memutuskan berapa jumlah barang tersebut harus diproduksi sehingga dapat ditentukan berapa sumber daya yang harus dialokasikan untuk makanan, berapa untuk obat-obatan, berapa untuk mesin-mesin industri. Jika kita ingin memproduksi lebih banyak makanan, sumber daya untuk memproduksi obat-obatan akan berkurang. Demikian juga sebaliknya.
    Keputusan mengenai barang apa yang akan diproduksi, harus dipertimbangkan dengan cermat. Dalam pengalokasian dana pembangunan, terutama dalam memproduksi barang-barang, kita harus dapat mengajukan alasan mengapa barng itu diproduksi. Kita harus dapat menjawab mengapa pembangunan diarahkan ke sektor pertanian? Mengapa bukan ke sektor industri, misalnya. Setelah memprioritaskan ke sektor pertanian, selanjutnya harus ditentukan apakah kita akan memproduksi bahan pangan atau bahan untuk ekspor. Jika sudah diputuskan barang apa yang diproduksi, maka masalah berikutnya adalah berapa jumlah barang yang harus diproduksi. Mengenai barang apa yang diproduksi dan berapa jumlahnya tergantung pada kondisi ekonomi dan sistem ekonomi negara bersangkutan.

2. Bagaimana Memproduksinya?
Masalah Ekonomi Mikro
Masalah Ekonomi Mikro
    Masalah dalam hal ini adalah teknologi atau metode produksi apa yang digunakan untuk memproduksi suatu barang: barang jumlah tenaga kerja, jenis mesin apa, serta bahan mentah apa yang akan digunakan. Produksi dengan teknologi padat karya banyak menggunakan tenaga manusia, tetapi jumlah produksinya terbata. Jika yang digunakan adalah teknologi padat modal, maka yang menjadi masalah adalah dari mana akan diperoleh modal. Masalah kedua yang harus ditangani adalah bagaimana mengombinasikan faktor-faktor produksi yang ada agar berhasil guna dan berdaya guna. Hal yang berkaitan dengan masalah metode produksi ini adalah bagaimana melakukan proses produksi tersebut seefisien mungkin sehingga produksi dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan keuntungan, baik dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang.
    Selain itu, ada tiga pertanyaan lain terkait dengan maslaah ini. Ketiga pertanyaan itu adalah sebagai berikut.
1. Bagaimana memanfaatkan sumber daya dalam produksi barang dan jasa yang diinginkan oleh masyarakat dan bagaimana mencegah penggunaan sumber daya dalam memproduksi barang dan jasa jika tidak diinginkan oleh masyarakat. Contohnya, jika perekonomian telah memutuskan untuk hanya memproduksi kain dan tepung roti, maka harus dijamin bahwa faktor-faktor produksi (sumber daya) hanya memproduksi tepung roti serta kain dan bukan barang-barang lainnya.
2. Bagaimana memastikan bahwa perusahaan-perusahaan yang memproduksi barang dan jasa tersebut mendapatkan sumber daya yang dibutuhkan.
3. Bagaimana memastikan metode tertentu sebagai kombinasi yang paling efisien dari sumber daya sangat diperlukan karena setiap komoditas dapat diproduksi menggunakan lebih dari satu metode. Setiap metode memiliki keuntungan dan kerugian tersendiri. Mekanisasi atau pengingkatan teknologi meningkatkan kualitas serta kuantitas, tetapi ini dapat menimbulkan pengangguran. Contohnya, dalam memproduksi kain, apakah menggunakan mesin tenun tradisional atau menggunakan mesin modern.

3. Untuk siapa Diproduksi?
    Permasalahan di sini adalah siapa yang memerlukan barang tersebut dan siapa saja yang menikmati hasilnya. Dengan kata lain, bagaimana pendistribusiannya. Apakah barang-barang yang diproduksi tersebut akan didistribusikan menurut ukuran pendapatan, kekayaan, atau kelompok tertentu dari masyarakat? Sistem ekonomi pasar berpendapat bahwa sedikit atau banyaknya distribusi tergantung pada persaingan. Jadi, distribusi tergantung pada mekanisme pasar. Sedangkan pada sistem ekonomi komando, produksi dan distribusi diatur oleh pemerintah.

    Demikian pembahasan mengenai Masalah Ekonomi Mikro, semoga memberikan manfaat bagi pembaca sekalian...

Labels:

Globalisasi Ekonomi

      Hai teman-teman, kali ini saya akan membahas mengenai Globalisasi Ekonomi. Oleh karena itu, di bawah ini akan dijelaskan mengenai Globalisasi Ekonomi yaitu sebagai berikut :
   
      Dewasa ini tidak ada satu negara pun yang tidak melakukan hubungan ekonomi dengan negara lain. Hubungan ekonomi tersebut dapat berupa hubungan dagang maupun kerja sama ekonomi lainnya. Hunungan ekonomi antarbangsa semakin meluas ke segala penjuru dunia, dan ini disebut Globalisasi Ekonomi. Globalisasi ekonomi dapat diartikan sebagai proses menyatunya kegiatan ekonomi antarnegara yang terjadi di dunia.
    Globalisasi ekonomi terjadi pada era perdagangan bebas, yaitu suatu perdagangan yang dilakukan antara suatu negara dengan negara yang lain tanpa ada hambatan. Hambatan yang berupa bea masuk, bea impor, kuota, larangan impor, dan subsidi terhadap industri dalam negeri dihilangkan. Usaha untuk memperlancar perdagangan  secara bebas dilakukan antara lain oleh organisasi-organisasi seperti Asian Free Trade Area (AFTA), Asia pasific Economy Cooperation (APEC), European Free Trade Area (EFTA), dan North American Free Trade Area (NAFTA).

Globalisasi Ekonomi
Globalisasi Ekonomi
    Globalisasi ekonomi terjadi karena adanya kemajuan yang sangat pesat di bidang telekomunikasi, teknologi informasi, dan transportasi. Adanya globalisasi ekonomi tersebut, batas-batas negara menjadi kurang berarti jika dilihat dari segi ekonomi. Kegiatan-kegiatan perekonomian tidak mengenal lagi batas-batas kenegaraan, bukan lagi sekedar internasional bahkan transnasional.
    Mengapa dewasa ini tiap negara ikut dalam arus globalisasi? Alasan yang utama adalah untuk mempercepat pertumbuhan ekonominya. Adanya globalisasi ekonomi, kegiatan perekonomian antarnegara dengan cepat merambah ke negara-negara lain. Para investor dengan bebas dapat menentukan negara yang dijadikan pasar sasarannya. Bahkan, negara-negara yang sedang berkembang juga dengan mudah mendapatkan negara yang menjadi donor dana pembangunannya.
    Ada beberapa faktor yang mendorong terjadinya globalisasi ekonomi dunia. Faktor-faktor tersebut antara lain sebagai berikut.
1. Adanya perkembangan politik dunia yang semakin menyadari pentingnya melakukan hubungan ekonomi dengan negara lain untuk meningkatkan kesejahteraan bersama.
2. Adanya kemajuan teknologi informasi dan transportasi yang menyebabkan cepatnya proses keluar masuk uang dan barang dari suatu negara ke negara lain.
3. Adanya perusahaan raksasa atau Perusahaan multi Nasional (Multi National Corporation) yang wilayah usahanya merambah di seluruh dunia.
4. Adanya kemajuan ilmu dan pengetahuan sehingga menyadarkan manusia untuk bekerja sama dengan orang lain secara luas.

    Demikian pembahasan mengenai Globalisasi Ekonomi, semoga memberikan manfaat bagi pembaca sekalian...

Labels:

Wednesday, 27 August 2014

Kelangkaan

     Hai teman-teman, kali ini saya akan membahas mengenai Kelangkaan. Oleh karena itu, Pembahasan mengenai Kelangkaan yaitu sebagai berikut :
    

      Barang dan jasa dibuat untuk memenuhi kebutuhan manusia. Barang dan jasa dihasilkan manusia dengan mengombinasikan berbagai sumber daya. Misalnya, petani, lahan tanah yang subur, benih jagung, pupuk dapat menghasilkan jagung. Penyanyi koor, kursi koor, dirigen, alat musik, musisi bergabung untuk menghasilkan Beethoven Fifth Symphony. Sumber daya-sumber daya ini langka.
1. Pengertian Kelangkaan
    Kelangkaan (scarcity) adalah kondisi di mana manusia memiliki sumber daya ekonomi yang terbatas untuk memenuhi kebutuhan yang tak terbatas. Terdapat dua hal yang perlu diperhatikan di sini. Pertama adalah sumber daya ekonomi bersifat terbatas dan yang kedua adalah pemenuhan kebutuhan memerlukan sumber daya ekonomi yang tidak terbatas.
    Kelangkaan semakin nyata ketika kita ingin memanfaatkan sumber daya ekonomi, seperti sumber daya alam, tenaga kerja, modal, dan keterampilan kewirausahaan. Sumber daya alam digunakan dalam proses industri dan jasa. Sumber daya alam, misalnya tanah, merupakan sumber daya ekonomi yang langka karena jumlahnya relatif tetap, sedangkan kebutuhan terhadap tanah terus bertambah. Kelangkaan tenah terutama terjadi di daerah perkotaan. Seiring dengan pertambahan jumlah penduduk yang bermukim di kota, banyak tanah kosong telah beralih fungsi menjadi perumahan, lokasi industri, dan tempat perbelanjaan. Akibat pembangunan tersebut, ruang terbuka untuk tempat bermain anak-anak sulit ditemukan sehingga membuat anak-anak menggunakan jalan raya sebagai tempat bermain.
    Kelangkaan sumber daya alam juga berpengaruh terhadap rantai persediaan lokal maupun global. Contohnya, pabrik kertas di Serang, Jawa Barat yang membutuhkan bahan bakar minyak untuk menjalankan proses produksi, sulit memenuhi kebutuhannya akibat persediaan bahan bakar minyak di Indonesia menipis. Pabrik kerta itu harus membeli bahan bakar minyak dari wilayah lain, misalnya Kuwait. Hal ini mengakibatkan peningkatan biaya transportasi agar kebutuhan pabrik terpenuhi.
    Kelangkaan juga bisa terjadi dalam lingkup tenaga kerja. Dalam perencanaan pembangunan dan pengelolaan industri, kerap terjadi kekurangan tenaga ahli. Karena persediaan tenaga ahli langka, biayanya pun menjadi terlalu mahal. Sebagai contoh, negara Jerman menghadapi kelangkaan sumber daya manusia pada sektor konstruksi dan mesin pertambangan. Hal ini disebabkan banyak pemuda Jerman lebih tertarik bekerja pada industri otomotif ternama yang banyak berkembang di sana.
    Kelangkaan juga terjadi dalam persediaan modal. Contohnya, Indonesia masih mengalami berbagai kendala dalam persediaan modal. Modal yang diperlukan tidak hanya dalam bentuk uang, tetapi juga bahan baku, gedung, dan mesin-mesin. Untuk mendapatkan model, negara kita harus meminjam pada negara lain atau lembaga Internasional sehingga wajib membayar bunga pinjaman dan cicilan yang mempersulit perekonomian negara.
    Terkait dengan kelangkaan di bidang kewiraswastaan, Indonesia masih membutuhkan lebih banyak lagi tenaga terampil, kreatif, dan inovatif untuk mengelola faktor-faktor produksi sehingga dapat menghasilkan produk bermutu dengan harga yang dapat bersaing dengan produk luar negeri.
2. Penyebab Kelangkaan
    Penyebab kelangkaan antara lain adalah sebagai berikut.
a. Keterbatasan benda pemenuhan kebutuhan di alam
    Keterbatasan sumber daya alam sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia. Hal ini dikarenakan sebagian besar sumber daya alam digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Namun, tidak semua sumber daya alam dapat segera diperbarui sehingga jumlahnya pun terbatas. Contohnya adalah minyak bumi dan mineral tambang yang memerlukan waktu hingga jutaan tahun untuk terbentuk kembali.

Kelangkaan
Kelangkaan
b.Kerusakan sumber daya alam akibat ulah manusia
    Manusia sebagai pengguna sumber daya alam harus bertanggung jawab menjaga kelestarian sumber daya alam. Tidak dapat dipungkiri bahwa banyak sumber daya alam yang rusak karena ulah manusia. Sebagai contoh, banyak hutan yang gundul atau rusak akibat pembalakan liar maupun pembukaan lahan untuk perladangan atau perkebunan. Hal ini berdampak luas terhadap keanekaragaman hayati yang ada di dalam hutan akan semakin berkurang. Bencana banjir dan pemanasan global menjadi salh satu fenomena yang tidak terelakkan. Hal yang sama juga terjadi pada perairan laut. Cara penangkapan ikan yang tidak benar, seperti penangkapan ikan dengan pukat harimau, dapat merusak sumber daya alam. Penangkapan ikan dengan cara tersebut dapat mengakibatkan terganggunya ekosistem laut.
c. Keterbatasan kemampuan manusia mengolah sumber daya ekonomi yang ada.
    Manusia memiliki keterbatasan untuk mengolah sumber daya ekonomi. Keterbatasan ini disebabkan oleh rendahnya penguasaan teknologi dan kekurangan modal. Akibatnya, sumber daya ekonomi tidak dapat dimanfaatkan selektif dan seefisien mungkin.
d. Peningkatan kebutuhan yang lebih cepat dibandingkan dengan penyediaan sarana pemenuhan kebutuhan
    Seiring berjalannya waktu, tingkat peradaban dan jumlah manusia semakin meningkat. Kondisi ini menyebabkan jenis dan jumlah kebutuhan juga semaki berkembang dan beragam. Di lain pihak, produksi atau penambahan alat pemenuhan kebutuhan belum dapat memenuhi kebutuhan yang ada sehingga terjadi kelangkaan.

    Demikian pembahasan mengenai kelangkaan, semoga memberikan manfaat bagi pembaca sekalian...

Labels:

Barang dan Jasa

     Hai teman-teman, kali ini saya akan membahas mengenai Barang dan Jasa, dimana dalam barang dan jasa akan di bahas tentang Jenis-Jenis Barang dan Kegunaan Suatu Barang. Pembahasan mengenai barang dan jasa akan di bahas di bawah ini yaitu sebagai berikut :

      Untuk memenuhi kebutuhan manusia diperlukan barang dan jasa. Barang adalah alat pemenuhan kebutuhan manusia yang mempunyai bentuk fisik. Di lain pihak, jasa adalah alat pemenuhan kebutuhan yang tidak berbentuk tetapi bisa dirasakan manfaatnya.
1. Jenis-Jenis Barang
    Barang dapat dibedakan berdasarkan cara memperoleh, kepentingan barang dalam kehidupan manusia, cara penggunaan, serta cara pengerjaan menurut bantuk dan sebab.
a) Berdasarkan cara memperoleh
    Barang dapat dibedakan menjadi barang ekonomi dan barang non ekonomi.
1) Barang ekonomi adalah barang yang didapat dengan cara mengorbankan sesuatu untuk mendapatkannya. Contoh barang ekonomi antara lain baju, komputer, dan sepatu.
2) Barang non ekonomi atau barang bebas adalah barang yang bisa didapat tanpa pengorbanan atau biaya. Beberapa contoh barang pemenuhan kebutuhan yang tidak memerlukan biaya untuk mendapatkannya adalah sinar matahari, air sungai, pasir di pantai, dan udara.
b) Berdasarkan kepentingan 
    Barang dibedakan menjadi barang inferior, barang esensial, barang normal, dan barang meah.
1) Barang inferior adalah barang yang pemakaiannya dikurangi jika pendapatan bertambah dan sebaliknya. Contohnya adalah sandal jepit, barang bekas, dan barang tiruan. Pembelian barang-barang ini akan dikurangi jika pendapatan bertambah, tetapi pembelian akan bertambah jika pendapatan berkurang.
2) Barang esensial adalah barang yang sangat diperlukan untuk memnuhi kebutuhan dan permintaannya tidak signifikan dipengaruhi oleh tingkat pendapatan. Contohnya adalah beras, gula, minyak sayur, dan bensin.
3) Barang normal adalah barang yang permintaannya bertambah pada saat pendapatan meningkat dan sebaliknya. Contohnya adalah baju, buku, dan komputer.
4) Barang mewah adalah barang yang berharga mahal dan dapat menaikkan status sosial penggunanya. Contohnya adalah perhiasan berlian, mobil mewah, dan kapal pesiar.
c) Berdasarkan cara panggunaan, barang dapat dibedakan menjadi barang pribadi dan barang publik.
1) Barang pribadi adalah barang yang dimiliki dan digunakan oleh individu atau perorangan. Contohnya adalah rumah, tabungan, dan moil.
2) Barang publik adalah barang yang digunakan untuk kepentingan banyak orang atau masyarakat umum. Contohnya adalah taman, jembatan penyeberangan, jalan raya, dan sekolah.
d) Berdasarkan hubungan pemakaian, barang dapat dibedakan menjadi barang substitusi dan barang komplementer.
1) Barang substitusi adalah barang yang dapat menggantikan barang lain. Contohnya adalah jika harga beras mahal, maka orang mengonsumsi jagung atau singkong sebagai pengganti. Contoh lainnya, jika harga tiket pesawat terbang mahal maka orang menggunakan kereta api sebagai sarana transportasi alternatif.
2) Barang komplementer adalah barang yang kegunaannya semakin bertambah jika digunakan bersama dengan barang lain. Contohnya adalah baju kemeja dengan dasi, sepatu dengan kaus kaki, serta mobil dengan bensin.
e) Berdasarkan cara pengerjaan atau proses pengolahan, barang dapat dibedakan menjadi barang mentah, barang setengah jadi, dan barang jadi.
1) Barang mentah atau bahan mentah adalah barang yang belum mengalami pengolahan. Contohnya adalah kelapa, kentang, dan ubi kayu.
2) Barang setengah jadi adalah barang yang telah diproses pada tahap tertentu, tetapi belum menjadi barang siap pakai. Contohnya adalah benang, kopra, dan tepung beras.
3) Batang jadi adalah barang yang telah diproses hingga siap untuk digunakan. Contohnya adalah sepatu, tas, kemeja, dan komputer.
f) Berdasarkan bentuk dan sifat, barang dapat dibedakan menjadi barang tetap dan barang bergerak.
1) Barang tetap adalah barang yang bersifat tetap dan tahan lama. Contohnya adalah gedung, mesin pabrik, dan tanah.
2) Barang bergerak adalah barang yang bersifat tidak tetap dan masa pakainya pendek. Contohnya adalah buah, sayur, beras, dan bahan bakar.

2. Kegunaan Suatu Barang
    Setiap hari manusia membutuhkan berbagai barang untuk memenuhi kebutuhannya. Kegunaan suatu barang bagi mansuia menurut Aj Meyers dapat dibedakan menjadi kegunaan bentuk, kegunaan tempat, kegunaan waktu, dan kegunaan milik.
a) Kegunaan bentuk (Form Utility)
    Kegunaan bentuk adalah kegunaan yang muncul setelah suatu barang diubah bentuknya. Contohnya adalah papan, paku, cat, dan pelitur yang diolah menjadi meja, kursi, atau perabotan lainnya. Dengan diubah bentuknya, barang-barang tersebut semakin bernilai.
b) Kegunaan tempat (Place Ulity)
    Kegunaan tempat adalah kegunaan yang muncul setelah suatu barang dipindahkan ke tempat lain. Contohnya adalah pasir di pantai atau batu kapur di gunung akan memiliki nilai ekonomis setelah diangkut ke lokasi pembangunan gedung di kota.
 
Barang dan Jasa
Barang dan Jasa
c) Kegunaan waktu (Time Utility)
    Kegunaan waktu adalah kegunaan barang ketika digunakan tepat waktu. Contohnay adalah tabungan pendidikan yang telah telah disiapkan sejak jauh. Jauh hari menjadi berguna ketika tiba saatnya membayar biaya pendaftaran sekolah. Contoh lainnya adalah pakaian bayi yang berguna pada waktu bayi telah lahir.
d) Kegunaan milik (Ownership Utility)
    Kegunaan milik adalah kegunaan barang yang muncul ketika barang tersebut telah dimiliki. Sebagai contoh, komputer yang ada di toko akan berguna setelah pembeli membayar dan memiliki barang tersebut sehingga dapat digunakan.

    Demikian pembahasan mengenai Barang dan Jasa, semoga memberikan manfaat bagi pembaca sekalian...

Labels:

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kebutuhan

      Hai teman-teman, kali ini saya akan membahas mengenai Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kebutuhan yaitu sebagai berikut :
  
     Jika dicermati lebih dalam. terdapat beberapa perbedaan antara kebutuhan seseorang dan seseorang lainnya. Demikian juga halnya dengan perbedaan kebutuhan antara suatu kelompok lain. Sebagai contoh, kebutuhan seorang pelukis dengan kebutuhan seorang arsitek tentu berbeda. Pelukis membutuhkan kuas, kanvas, cat minyak, dan perlatan melukis lainnua. Arsitek membutuhkan meja gambar, pena teknik, penggrais, komputer, dan perlatan teknik lainnya.
    Terdapat beberapa hal yang menyebabkan perbedaan kebutuhan tiap individu. Perbedaan ini dapat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, agama, adat istiadat, dan peradaban.
a. Lingkungan
    Lingkungan merupakan salah satu faktor peneybab yang memengaruhi perbedaan kebutuhan manusia. Manusia yang hidup pada lingkungan yang berbeda akan memiliki kebutuhan yang berbeda pula. Sebagai contoh, orang yang tinggal di daerah yang beriklim dingin cenderung menggunakan pakaian tebal dan makan makanan yang mengandung kalori tinggi agar badan mereka tetap hangat. Sebaliknya, orang yang tinggal di daerah beriklim panas cenderung berpakaian tipis dan menghindari makanan yang mengandung kalori tinggi.
 
Kebutuhan
Kebutuhan
b. Agama
    Agama juga merupakan salah satu faktor pmbeda kebutuhan individu. Sebagai contoh, orang yang beragama Islam membutuhkan Al-Quran, sajadah, dan tasbih untuk beribadah serta tidak mengonsumsi daging babi. Di lain pihak, penganut agama Hindu menggunakan bunga, janur, dan perlengkapan lainnya untuk melaksanakan ritual keagamaan serta tidak mengonsumsi daging sapi.
c. Adat istiadat
    Adat istiadat yang berlaku di suatu daerah juga turut memengaruhi perbedaan kebutuhan dan pola hidup seseorang, Sebagai contoh, masyarakat suku Melayu Riau memiliki tradisi untuk menggunakan berbagai jenis pakaian adat berdasarkan waktu atau acara tertentu. Sementara itu, masyarakat suku Tapanuli mempunyai tradisi menggunakan ulos dalam acara-acara adat.
d. Peradaban
    Kemajuan peradaban yang berbeda-beda di tiap wilayah juga menyebabkan perbedaan kebutuhan. Sebagai contoh, nenek moyang kita pada masa lalu cukup berpakaian sederhana dan makan umbi-umbian. Setelah peradaban semakin maju, jenis pakaian dan makanan yang dikonsumsi masyarakat semakin beragam. Contoh lainnya, pada tahun 1980-an sarana komunikasi di Indonesia masih terbatas pada telepon dan pos. Saat ini, masyarakat Indonesia dapat berkomunikasi dengan menggunakan telepon seluler dan internet.

    Demikian pembahasan mengenai Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kebutuhan, semoga memberikan manfaat bagi pembaca sekalian...

Labels:

Jenis-Jenis Kebutuhan

     Hai teman-teman, kali ini saya akan membahas mengenai Jenis-Jenis Kebutuhan. Di bawah ini saya akan mejelaskan tentang Jenis-jenis Kebutuhan yaitu sebagai berikut :
   
     Jenis kebutuhan dapat dibedakan berdasarkan tingkat intensitasnya, subjek yang membutuhkan, waktu pemenuhan kebutuhan, dan sifat pemenuhan kebutuhan.
a. Jenis kebutuhan berdasarkan tingkat intensitas
    Berdasarkan tingkat intensitas atau keharusan pemenuhan kebutuhan, kebutuhan dibedakan menjadi kebutuhan primer, kebutuhan sekunder, dan kebutuhan tersier. 
1) Kebutuhan primer
    Kebutuhan primer adalah kebutuhan manusia yang harus dipenuhi untuk melangsungkan hidupnya. Agar dapat hidup layak, amusia harus makan, berpakaian, dan mempunyai tempat tinggal. Kebutuhan primer sering disebut sebagai kebutuhan alamiah atau kebutuhan utama.
2) Kebutuhan sekunder
    Kebutuhan sekunder atau kebutuhan pelengkap adalah kebutuhan yang dipenuhi setelah kebutuhan primer. Contohnya, manusia perlu melengkapi diri dengan sepatu, tas, dan peralatan untuk bekerja.
3) Kebutuhan tersier
    Kebutuhan tersier adalah kebutuhan yang bersifat mewah. Umumnya tujuan pemenuhan kebutuhan ini adalah untuk menaikkan status sosial. Kebutuhan mewah dipenuhi setelah kebutuhan primer dan sekunder telah terpenuhi. Sebagai contoh, penggunaan mobil mewah bukan lagi bertujuan sebagai sarana transportasi, tetapi untuk menunjukkan status sosial. Penggunaan perhiasan mahal atau tinggal di apartemen mewah juga dapat menaikkan status sosial pengguna.
  
 b. Jenis kebutuhan berdasarkan subjek yang membutuhkan
    Subjek pengguna alat pemenuhan kebutuhan dapat dibedakan atas individu dan masyarakat umum. Oleh karena itu, jenis kebutuhan menurut subjek dibedakan menjadi kebutuhan individu dan kebutuhan umum.
1) Kebutuhan individu
    Kebutuhan individu adalah kebutuhan yang berhubungan dengan berbagai individu yang berbeda. Sebagai contoh, seorang petani membutuhkan cangkul, benih, traktor, dan alat pertanian lainnya. Di lain pihak, guru membutuhkan alat peraga, buku referensi, modul, dan perangkat mengajar lainnya.
2) Kebutuhan umum 
    Kebutuhan umum adalah kebutuhan yang berhubungan dengan masyarakat atau disebut juga kebutuhan sosial. Contoh kebutuhan umum adalah jalan raya, jembatan penyeberangan, taman kota, air bersih, jaringan listrik, dan fasilitas umum lainnya.
c. Jenis kebutuhan berdasarkan waktu
    Berdasarkan waktu pemenuhannya, kebutuhan dibedakan atas kebutuhan sekarang dan kebutuhan masa mendatang.
1) Kebutuhan sekarang
    Kebutuhan sekarang atau kebutuhan saat ini adalah kebutuhan yang tidak dapat ditunda pemenuhannya dan harus dilakukan saat ini, sebagai contoh, orang yang lapar harus segera makan dan orang yang sakit harus segera berobat atau dirawat di rumah sakit.
2) Kebutuhan masa mendatang
    Kebutuhan masa mendatang atau kebutuhan masa depan adalah kebutuhan yang dirancang atau direncanakan untuk terpenuhi di masa depan. Sebagai contoh, orang tua menabung atau mengikuti asuransi pendidikan untuk mempersiapkan biaya kuliah anaknya.
 
Jenis-Jenis Kebutuhan
Jenis-Jenis Kebutuhan
d. Jenis kebutuhan menurut sifat pemenuhan kebutuhan
    Jenis kebutuhan ini digolongkan berdasarkan sasaran alat pemenuhan kebutuhan yang digunakan. dalam hal ini, terdapat alat pemenuhan kebutuhan jasmani dan alat pemenuhan kebutuhan rohani.
1) Kebutuhan jasmani
    Kebutuhan jasmani atau kebutuhan fisik adalah kebutuhan yang berhubungan dengan tubuh manusia. Jenisnya antara lain pakaian, makanan, minuman, dan obat-obatan.
2) Kebutuhan rohani
    Kebutuhan rohani adalah kebutuhan yang berhubungan dengan kejiwaan seseorang. Sebagai contoh, agar dapat bekerja lebih baik karyawan perlu mendapat nasihat, motivasi, dan latihan yang berhubungan dengan pengembangan kepribadian maupun keahlian kerja.
    Demikian pembahasan mengenai Jenis-Jenis Kebutuhan, semoga memberikan manfaat bagi pembaca sekalian...

Labels:

Tuesday, 26 August 2014

Kegunaan Ilmu Ekonomi

      Hai teman-teman, kali ini saya akan membahas mengenai Kegunaan Ilmu Ekonomi. Di bawah ini akan dibahas mengenai Kegunaaan Ilmu Ekonomi yaitu sebagai berikut :
   
      Tiap orang perlu menguasai atau mempelajari ilmu ekonomi karena tiap orang menghadapi kelangkaan dalam pemenuhan kebutuhan. Oleh karena itu, untuk mendapat hasil yang optimal, orang perlu menerapkan ilmu ekonomi. Ada empat kegunaan utama dari mempelajari ilmu ekonomi. Kegunaan yang pertama adalah mengajarkan cara berpikir yang dapat kita gunakan setiap hari ketika kita perlu mengambil keputusan. Cara berpikir yang dimaksud adalah tiga konsep fundamental dalam ilmu ekonomi, yaitu biaya oportunitas, marjinalitas, dan pasar yang efisien. Biaya oportunitas (oppurtunity cost) adalah alternatif terbaik yang kita korbankan atau hentikan ketika mengambil suatu pilihan atau keputusan. Biaya oportunitas ini muncul karena sumber daya bersifat langka. Marjinalitas adalah proses menganalisis biaya atau manfaat tambahan yang timbul dari suatu pilihan. Sementara itu, pasar efisien adalah suatu pasar di mana kesempatan memperoleh laba terhapus hampir dengan seketika karena sebagian besar orang mencari peluang laba yang sama sehingga hanya sedikit peluang yang tersisa.
 
Ilmu Ekonomi
Ilmu Ekonomi
    Kegunaan lain dari belajar ilmu ekonomi adalah untuk memahami masyarakat dengan lebih baik. Dengan belajar ekonomi, kita dapat mencari jawaban atas beberapa pertanyaan, seperti mengapa orang memutuskan untuk membelanjakan uang dan waktunya untuk membangun gedung-gedung dan pabrik? Mengapa orang yang lain memutuskan untuk membuka lahan, membangun jalan, atau memproduksi alat-alat transportasi?
    Kegunaan ketiga mempelajari ilmu ekonomi adalah agar kita memahami persoalan-perosalan global. Pemahaman yang baik akan ilmu ekonomi sangat penting dalam membantu kita memahami persoalan global. Contohnya, Perang di Irak dan serangan di Venezuela pada tahun 2003 membuat pasar minyak dunia mengalami gejolak yang berdampak pada naiknya biaya energi di seluruh dunia.
    Kegunaan terakhir dari ilmu ekonomi adalah membuat kita menjadi pemilih yang kompeten. Ketika kita berpartisipasi dalam proses politik, kita memberi suara pada persoalan-persoalan yang memerlukan pemahaman mendasar tentang ilmu ekonomi.

    Demikian pembahasan mengenai Kegunaan Ilmu Ekonomi, semoga memberikan manfaat bagi pembaca sekalian...

Labels:

Sunday, 24 August 2014

Metodologi Ilmu Ekonomi

     Hai teman-teman, kali ini saya akan membahas mengenai Metodologi Ilmu Ekonomi. Pembahasan mengenai Metodologi Ilmu Ekonomi akan di bahas di bawah ini yaitu sebagai berikut :
   

    Objek kajian ilmu ekonomi adalah berbagai masalah ekonomi yang dicari penjelasan dan penyelesaiannya. Pada umunya, metodologi ilmiah ilmu ekonomi dalam menganalisis masalah perekonomian dimulai dari observasi objek permasalahan, menetukan hipotesis, mengidentifikasi permasalahan melalui pertanyaan, menentukan variabel-variabel yang akan dikaji, serta menntukan asumsi-asumsi dan model yang digunakan untuk mendapatkan solusi atau kesimpulan. Penjelasan lebih lanjut atas pendekatan ilmu ekonomi tersebut adalah sebagai berikut.
1. Melakukan observasi dan memilih teori
     Hubungan antara observasi dan teori terjadi dalam bidang ekonomi. Sebagai contoh, seorang ekonom yang tinggal di suatu negra yang mengalami kenaikan harga barang-barang dengn cepat tergerak untuk mengadakan observasi terhadap fenomena tersebut. Untuk mendukung analisisnya, ekonomi tersebut menggunakan teori inflasi. Teori ini bisa saja menyimpulkan bahwa inflasi yang tinggi terjadi karena pemerintah mencetak uang terlalu banyak. Untuk memastikan teori ini, sang ekonom mengumpulkan data kenaikan harga dan jumlah uang beredar dari beberapa negara berbeda. Jika jumlah uang yang dicetak tidak berpengaruh terhadap kenaikan harga, ekonom itu akan meragukan kesesuaian teori inflasi untuk menjelaskan fenomena yang ditelitinya. Di lain pihak, jika fakta tersebut mempunyai korelasi yang kuat terhadap kenaikan harga, ekonom itu akan semakin yakin terhadap kebenaran teori inflasi.
    Walaupun para ekonom menggunakan teori dan observasi seperti ilmuwan lainnya, para ekonom juga mengalami keterbatasan. Keterbatasan itu antara lainberupa kesulitan melakukan eksperimen untuk menyelesaikan masalah ekonomi.

2. Mengidentifikasi permasalahan serta menentukan variabel dan hipotesis
    Tahapan selanjutnya dalam metodologi ilmiah adalah mengidentifikasi permasalahan dalam bentuk pertanyaan. Pertanyaan yang akan ditanyakan kepada pihak-pihak yang terkait dengan objek yang sedang dianalisis harus tepat sehingga permasalahan dapat teridentifikasi dengan jelas. Setelah itu, variabel yang relevan dapat ditetapkan. Dalam menentukan hipotesis atau jawaban sementara atas permasalahan yang terjadi, ilmu ekonomi menggunakan asumsi ceteris paribus. Dalam ilmu ekonomi, istilah ceteris paribus seringkali digunakan untuk menyederhanakan beragam formulasi dan deskripsi dari berbagai asumsi ekonomi. Dalam pengertian ceteris paribus, fokus perhatiannya hanya pada variabel-variabel tertentu. Sementara itu, variabel-variabel lain yang berhubungan dengan analisis dianggap konstan sehingga variabel-variabel itu tidak memengaruhi analisis yang sedang dilaksanakan. Setelah hipotesis ditemukan, dilakukan uji hipotesis dengan berfokus pada variabel yang diteliti. Pada saat yang sama, faktor lain yang diasumsikan juga diperhatikan dalam uji tersebut.

3. Menggunakan asumsi dan model
    Keterbatasan yang dihadapi oleh ilmu ekonomi antara lain sebagai berikut.
a. Objek penyelidikan ilmu ekonomi tidak dapat dilokalisasi.
b. Dalam ilmu ekonomi, manusia adalah subjek dan objek penyelidikan. Oleh karena itu, kesimpulan dan generalisasi yang dihasilkan tidak dapat bersifat mutlak.
c. Ilmu ekonomi tidak mempunyai laboratorium untuk melakukan eksperiemen ekonomi.
    Para ekonom memikirkan teori-teori, menghimpun data, dan kemudian menganalisis data tersebut untuk membuktikan atau menyangkal teori-teori itu. Untuk mengambil suatu kesimpulan, biasanya para ekonom menggunakan metode asumsi dan model.
    Ekonom membuat asumsi untuk menyederhanakan suatu masalah yang rumit agar menjadi mudah. Untuk mengkaji pengaruh perdagangan internasional, misalnya, kita dapat mengasumsikan hanya terdapat dua negara yang memproduksi dua jenis barang di dunia. Padahal dunia sebenarnya terdiri atas ratusan negara. Setiap negara menghasilkan berbagai jenis barang yang berbeda. Dengan memahami perdagangan internasional dalam asumsi dua negara dan dua jenis barang, kita akan lebih mudah memahami perdagangan internasional.
Metodologi Ilmu Ekonomi
Ekonomi

    Ketika siswa menghabiskan waktu istirahat sekolah di kantin untuk membeli makanan dari koperasi sekolah, terjadi interaksi antara pelaku-pelaku ekonomi. Siswa berperan sebagai rumah tangga (konsumen) yang membeli barang dan jasa dari perusahaan (koperasi sekolah) di kantin (pasar barang dan jasa). Kondisi tersebut adalah salah satu contoh model. Model ini merupakan suatu bentuk penyederhanaan yang mengabaikan rincian bagian-bagian yang lain. Meskipun model ini tidak memperlihatkan kondisi secara keseluruhan, tetapi berguna untuk mempelajari proses interaksi antarpelaku ekonomi. Penggunaan model dalam ilmu ekonomi juga berguna untuk menjelaskan fenomena ekonomi dengan menggunakan asumsi. Model-model dalam ilmu ekonomi antara lain adalah.
a. Penggunaan Model Diagram Aliran Sirkular
    Perekonomian bergerak dikarenakan aktivitas-aktivitas yang dilakukan oleh manusia. Aktivitas-aktivitas tersebut antara lain adalah memproduksi, membeli, menjual, serta mendistribusikan barang dan jasa. Untuk memahami cara kerja perekonomian, kita perlu menyederhanakan pemikiran tentang semua peristiwa ekonomi. Oleh karena itu, kita membutuhkan suatu model untuk menjelaskan interaksi di antara pelaku-pelaku ekonomi dan cara perekonomian tersebut saling berhubungan.
    Rumah tangga menjual manfaat dari tanah, tenaga kerja, dan modal kepada perusahaan di pasar sebagai faktor produksi. Perusahaan memproses faktor-faktor produksi menjadi barang dan jasa yang akhirnya dibeli oleh rumah tangga di pasar barang dan jasa. Sebaliknya, rumah tangga membeli barang dan jasa siap pakai dari perusahaan. Perusahaan sebagai penerima uang membelanjakan sebagian uang itu untuk membayar faktor-faktor produksi, seperti upah pekerja dan sewa tanah. Sisanya menjadi laba untuk perusahaan.
    Peran pemerintah pada sirkulasi antara lain memungut pajak dari rumah tangga dan perusahaan. Balas jasa tersebut akan diberikan kepada rumah tangga dan perusahaan baik secara langsung maupun tidak langsung. Selain sebagai penerima pajak, peran lain dari pemerintah adalah pemberi subsidi. Subsidi diberikan untuk membantu pelaku perekonomian, baik berupa rumah tangga maupun perusahaan.
    Masyarakat luar negeri berperan sebagai investor di dalam perekonomian. Investasi dibutuhkan untuk menggerakkan perekonomian dengan lebih cepat. Dengan adanya investasi, perekonomian akan tumbuh dan berkembang dengan lebih baik.
b. Penggunaan Model Kurva Batas Kemungkinan Produksi
    Salah satu model ekonomi sederhana lainnya adalah kurva batas kemungkinan produksi. Kita andaikan suatu model perekonomian yang hanya memproduksi dua jenis barang, yaitu komputer dan sepeda motor. Industri komputer dan sepeda motor bersama-sama menggunakan semua faktor produksi dalam perekonomian. Grafik batas kemungkinan produksi (production possibilities frontier) mengilustrasikan prinsip pilihan yang terbatas, kelangkaan dan biaya peluang. Grafik batas kemungkinan produksi adalah sebuah grafik yang menunjukkan semua kemungkinan kombinasi barang dan jasa yang bisa diproduksi dengan menggunakan sumber daya tertentu. Efisiensi tercapai jika dalam produksi kombinasi, peningkatan produksi salah satu komoditas akan mengurangi produksi komoditas yang lain.

    Demikian pembahasan mengenai Metodologi Ilmu Ekonomi, semoga memberikan manfaat bagi pembaca sekalian...

Labels:

Pernyataan Positif dan Pernyataan Normatif dalam Ekonomi

    Hai teman-teman, kali ini saya akan membahas mengenai Pernyataan Positif dan Pernyataan Normatif dalam Ekonomi. Di bawah ini saya akan membahas mengenai Pernyataan Positif dan Pernyataan Normatif dalam Ekonomi yaitu sebagai berikut :

     Dalam mengkaji ilmu ekonomi, keadaan yang terjadi dan keadaan yang akan terjadi dalam masyarakat perlu dibedakan dengan keadaan yang sebaiknya terjadi. Keadaan yang terjadi dan yang akan terjadi adalah keadaan sebenarnya dalam masyarakat. Kondisi yang ada ini masih perlu diperbaiki melalui beberapa tindakan sehingga tercapai hal yang ideal. Terhadap kondisi yang ada dan kondisi yang sebaiknya ada atau yang ideal, para ekonom menggunakan pendekatan yang berbeda. Pendekatan ini terwujud dalam pernyataan positif dan pernyataan normatif.
1. Pernyataan positif
    Pernyataan positif menggambarkan fakta-fakta dari kegiatan ekonomi yang terjadi di masyarakat. Fakta-fakta ini berhubungan dengan perkiraan tentang hal yang sudah terjadi dan hal yang akan terjadi. Contohnya, produsen atau pengusaha yang memanfaatkan sumber daya ekonomi secara efisien akan menghasilkan barang yang murah sehingga mendapat laba maksimum. Akibat penggunaan sumber daya ekonomi yang efisien, pendapatan akan meningkat. Mereka yang terlibat dalam kegiatan ini akan menjadi kaya. Contoh lainnya, penerapan teknologi di bidang pertanian dapat membuat hasil pertanian meningkat. Kemakmuran pun akan bertambah. Akan tetapi, fakta di lapangan sering meperlihatkan bahwa orang yang berhasil dalam sektor pertanian hanya sedikit. Hal ini disebabkam hanya sebagian warga yang aktif dalam kegiatan produksi, sedangkan warga yang lain hanya menjadi konsumen. Akibatnya, hanya sebagian orang yang dapat menikmati kekayaan. Kasus seperti ini merupakan pernyataan positif dan dapat ditelaah kebenarannya dengan menggunakan data atau fakta yang tersedia.
 
Pernyataan Positif dan Pernyataan Normatif dalam Ekonomi
Pernyataan Positif dan Pernyataan Normatif dalam Ekonomi
2. Pernyataan normatif
      Ekonomi normatif terutama berkaitan dengan kriteria kebijakan yang optimal. Ilmu ekonomi normatif menggunakan studi empiris dan prediksi ekonomi positif, serta menggabungkan keduanya dengan pertimbangan nilai yang mencerminkan gagasan ideal tentang masyarakat dalam rangka untuk memperloeh rekomendasi kebijakan. Contohnya, apakah lembaga administratif pemerintahan lebih baik daripada pasar dalam menampung perubahan pola permintaan air? Berapa besar polusi yang dapat diperkenankan? Haruskah proyek penyediaan air tertentu dilakukan? Dalam pernyataan normatif, peretantangan antara hal yang baik dan buruk menjadi perhatian. Pernyataan ekonomi normatif banyak digunakan oleh penasihat ekonomi. Contohnya, dalam pernyataan positif dikatakan bahwa sebaiknya pajak dikenakan pada setiap orang yang menerima penghasilan. Di sisi lain, pernyataan normatif mengatakan agar pemungutan pajak harus menyejahterakan setiap orang. Pernyataan ekonomi normatif memfokuskan pemikiran terhadap hal-hal yang sebaiknya terjadi untuk kesejahteraan masyarakat.

   Demikian pembahasan mengenai Pernyataan Positif dan Pernyataan Normatif, semoga memberikan manfaat bagi pembaca sekalian...

Labels:

Prinsip, Kegiatan, Motif, dan Politik Ekonomi

     Hai teman-teman, kali ini saya akan membahas mengenai Prinsip, Kegiatan, Motif, dan Politik Ekonomi. Untuk lebih jelasnya, saya akan membahas tentang Prinsip, Kegiatan, Motif, dan Politik Ekonomi yaitu sebagai berikut :   

      Kebutuhan manusia sangat banyak dan beragam. Sedangkan jumlah sumber daya untuk memenuhi kebutuhan itusangat terbatas. Situasi ini mendorong manusia untuk bertindak dengan cara yang rasional. Mereka berusaha menggunakan sumber daya yang terbatas dengan pengorbanan yang sekecil mungkin. Usaha seperti ini tidak terlepas dari Bprinsip ekonomiB. Prinsip ekonomi adalah dasar berpikir yang digunakan manusia untuk memaksimumkan suatu tujuan melalui pengorbanan tertentu, atau untuk mencapai tujuan tertentu dengan pengorbanan sekecil mungkin. Prinsip ini menjadi pedoman bagi setiap pelaku ekonomi dalam melakukan kegiatan ekonomi. Kegiatan ekonomi adalah setiap langkah yang dilakukan manusia dalam perekonomian untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kegiatan ekonomi pada dasrnya dapat dikelompokkan atas tiga tindakan besar. Ketiga kegiatan itu adalah kegiatan mengonsumsi barang-barang dan jasa untuk memnuhi berbegai kebutuhan, kegiatan menghasilkan atau memproduksi berbagai macam barang dan jasa yang akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan, dan kegiatan mendistribusikan barang-barang dan jasa yang sudah dihasilkan itu.
 
Prinsip, Kegiatan, Motif, dan Politik Ekonomi
Prinsip, Kegiatan, Motif, dan Politik Ekonomi
        Setiap kegiatan ekonomi pasti didorong oleh suatu motif. Motif tersebut disebut motif ekonomi. Motif ekonomi antara lain adalah untuk memnuhi kebutuhan hidup, meperluas usaha, mendapat penghargaan dari lingkungan sekitar, ingin berkuasa di bidang ekonomi dan ingin membantu sesama.

      Dalam setiap kegiatan ekonomi, pemerintah ikut terlibat baik secara langsung maupun tidak langsung. Keterlibatan pemerintah merupkan wujud tanggungjawab untuk memajukan perekonomian negara. Dalam hal ini pemerintah menjalankan politik ekonomi. Politik ekonomi adalah suatu paket tindakan yang bertujuan untuk mperbaiki perekonomian yang pada akhirnya ditujukan untuk meningkatkan kemakmuran seluruh rakyat. Langkah-langkah yang diambil pemerintah dalam menjalankan politik ekonomi antara lain ditunjukkan dengan menetapkan kebijakan dalam bidang moneter, fiskal, ekspor-impor dan harga.

   Demikian pembahasan mengenai Prinsip, kegiatan, Motif, dan Politik Ekonomi, semoga memberikan manfaat bagi pembaca sekalian...

Labels:

Pembagian Ilmu Ekonomi

     Hai teman-teman, kali ini saya akan membahas mengenai Pembagian Ilmu Ekonomi. Pembahasan mengenai Pembagian Ilmu Ekonomi akan di bahas di bawah ini yaitu sebagai berikut :
 
     Ruang lingkup pembahasan ilmu ekonomi sangat luas dan beragam. Oleh karena itu, ilmu ekonomi dibedakan atas tiga kelompok dasar, yaitu kelompok ekonomi deskriptif, kelompok teori ekonomi, dan kelompok ekonomi terapan.
1. Ekonomi deskriptif (descriptive economics) bekerja dengan mengumpulkan informasi-informasi faktual mengenai masalah ekonomi. Ekonomi deskriptif menggambarkan keadaan perekonomian yang sebenarnya terjadi di masyarakat.
   Ekonomi deskriptif memberikan keterangan yang melibatkan pengidentifikasian, pendefinisian, kompilasi informasi, pengukuran fenomena, dan pengumpulan data. Dengan kegiatan ini, kita memperoleh sejumlah pengetahuan tentang fakta-fakta atau data empiris yang ada. Contohnya, jumlah angkatan kerja, struktur serikat buruh, dan asal-usul serta sejarah lemabga ekonomi. Pada ekonomi deskriptif tidak ada penjelasan mengapa fakta-fakta itu terjadi dan tidak ada pernyataan evaluatif atau penilaian atas fakta-fakta itu.
2. Teori Ekonomi (economic theory) berusaha menggeneralisasikan data-data ekonomi dan memberikan penafsiran atas data tersebut. Teori ekonomi merupakan kumpulan asas atau hukum ekonomi yang digunakan sebagai dasar untuk melaksanakan kebijakan ekonomi. Teori ekonomi adalah bagian dari limu ekonomi yang bertugas menerangkan hubungan antara peristiwa-peristiwa ekonomi dan merumuskan hubungan-hubungan tersebut dalam suatu hukum atau teori ekonomi. Teori ekonomi merupakan kerangka konsep yang berasal dari data-data konkret yang disusun, diolah, serta diuji coba sehingga akhirnya membentuk asumsi yang bersifat umum. Teori ekonomi terbagi atas ekonomi makro dan ekonomi mikro. Pengertian ekonomi makro dan ekonomi mikro adalah sebagai berikut.
a. Ekonomi Makro adalah bagian dari ilmu ekonomi yang khusus mempelajari mekanisme kerja perekonomian secara keseluruhan. Ekonomi makro meneliti fenomena ekonomi yang luas, seperti tingkat pengangguran, pendapatn nasional, tingkat pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan tingkat harga. Tujuan kajian ekonomi makro adalah untuk memahami berbagai peristiwa ekonomi dan merumuskan serta memperbaiki kebijakan ekonomi.
b. Ekonomi Mikro adalah bagian ilmu ekonomi yang mempelajari perilaku individu dan rumah tangga produksi atau perusahaan dalam membuat keputusan untuk mengalokasikan sumber daya yang terbatas.
3. Ekonomi terapan (applied economics) merupakan cabang ilmu ekonomi yang menggunakan hasil kajian teori ekonomi untuk menjelaskan fakta-fakta yang dikumpulkan oleh ekonomi deskriptif.
   Berbeda dengan ekonomi murni yang berkaitan dengan teori secara abstrak, ekonomi terapan dipandang sebagai sarana untuk solusi bagi masalah-masalah praktis. Ekonomi terapan termasuk dalam arena kebijakan pengambilan keputusan untuk memecahkan masalah berdasarkan bukti empiris. Ekonomi terapan antara lain menggunakan teori ekonomi, pengukuran dan metode analisis statistik, serta ekonometrika untuk menjelaskan fenomena ekonomi dan untuk menginformasikan kebijakan ekonomi. Ekonometrika adalah seperangkat metode statistika yang memungkinkan ekonom menguji hipotesis dengan menggunakan data dari lapangan. Contoh hipotesis yang dijui adalah pengaruh harga minyak dunia terhadap nilai dollar AS atau kebenaran bahwa stimulus fiskal mendorong pertumbuhan ekonomi suatu negara. Ekonometrika seringkali terkacaukan dengan matematika ekonomi. Perbedaan matematika ekonomi dengan ekonometrika adalah matematika ekonomi membahas penerapan matematis pada aspek-aspek teoritis dari analisis ekonomi, tanpa memperhatikan masalah-masalah statistika.
Pembagian Ilmu Ekonomi
Pembagian Ilmu Ekonomi

   Ilmu ekonomi dapat dibagi menjadi delapan cabang berikut.
1. Ilmu ekonomi moneter
    Ilmu ekonomi moneter adalah cabang ilmu ekonomi yang membahas tentang uang, perbankan, dan lembaga keuangan lainnya. Berbagai aspek yang terkait langsung maupun tidak langsung dengan hal-hal tersebut, seperti inflasi, jumlah uang beredar, dan tingkat suku bunga, dibahas pada cabang ilmu ekonomi itu.
2. Ilmu ekonomi publik
    Ilmu ekonomi publik adalah cabang ilmu ekonomi yang membahas tentang kebijakan pemerintah dalam perekonomian. Hal-hal yang dibahas pada ilmu ekonomi itu antara lain adalah APBN, APBD, utang pemerintah, pajak, dan retribusi.
3. Ilmu ekonomi industri
    Ilmu ekonomi industri adalah cabang ilmu ekonomi yang memfokuskan pembahasan pada interaksi berbagai perusahaan dalam suatu industri. Interaksi tersebut dapat berupa persaingan usaha, kinerja perusahaan, atau kartel. Pembahasan pada cabang ilmu ekonomi ini termasuk dalam lingkup ekonomi mikro.
4. Ilmu ekonomi internasional 
    Ilmu ekonomi internasional adalah cabang ilmu ekonomi yang membahas tentang kegiatan perekonomian antarbangsa atau antarnegara. Kegiatan perekonomian tersebut dapat berupa transaksi perdagangan antarnegara, aliran investasi antarnegara, dan neraca pembayaran.
5. Ilmu ekonomi regional
    Ilmu ekonomi regional adalah cabang ilmu ekonomi yang antara lain membahas tentang interaksi ekonomi antarwilayah dan proses perkembangan suatu wilayah.
6. Ilmu ekonomi sumber daya alam (SDA)
    Ilmu ekonomi SDA adalah cabang ilmu ekonomi yang membahas masalah dan alokasi sumber daya alam yang optimal menurut ekonomi. Pokok bahasan pada ilmu ekonomi ini diantaranya adalah eksternalitas positif dan negatif.
7. Ilmu ekonomi sumber daya manusia (SDM)
     Ilmu ekonomi SDM adalah cabang ilmu ekonomi yang membahas faktor produksi tenaga kerja. Pembahasan pada cabang ini antara lain adalah masalah pengangguran, upah minimum, dan tingkat pendidikan calon tenaga kerja.
8. Ilmu ekonomi syariah
    Ilmu ekonomi syariah bertujuan untuk menerapkan ekonomi Islam. Pokok pembahasan dalam cabang ilmu ekonomi ini antara lain adalah prinsip bagi hasil, penghapusan riba dalam perekonomian dan zakat.

     Demikian pembahasan mengenai Pembagian Ilmu Ekonomi, semoga memberikan manfaat bagi pembaca sekalian...

Labels:

Pengertian Ilmu Ekonomi

   Hai teman-teman, kali ini saya akan membahas mengenai Pengertian Ilmu Ekonomi. Pembahasan mengenai Pengertian Ilmu Ekonomi yaitu sebagai berikut :

   Kata ekonomi merupakan kata yang tidak asing bagi kita karena sering kita dengar dan gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya, golongan ekonomi lemah, kesulitan ekonomi, atau pertumbuhan ekonomi. Kata ekonomi berasal dari bahasa Yunani yakni oikonomia, artinya manajemen rumah tangga. Asal katanya adalah oikos, yang berarti keluarga atau rumah tangga, dan nomos, yang berarti peraturan, aturan, atau hukum. Oikonomia adalah aturan masyarakat sebagai hukum kodrat yang menetapkan rumah tangga yang baik. Istilah ini berkaitan dengan konstruksi sosial Aristoteles tentang realitas. Menurut pandangan ini, seluruh warga negara harus merasa nyaman dan diterima sebagaimana yang dia rasakan di rumahnya sendiri. Dalam konteks ini, bagi orang Yunani Kuno, masalah ekonomi hanya terkait dengan perasaan nyaman seseorang karena kebutuhan pribadinya terpenuhi.
   Seiring dengan perkembangan zaman, masalah ekonomi saat ini merupakan masalah publik,. Masalah ekonomi menjadi bahan pembicaraan banyak orang, mulai dari warga biasa sampai para politikus yang membuat anggaran serta menetapkan berbagai kebijakan fiskal dan moneter.
   Karena masalah ekonomi telah menjadi perhatian publi, lahirlah ilmu ekonomi. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, ilmu adalah pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode tertentu, yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala tertentu di bidang (pengetahuan) itu. Sementara itu, ekonomi berkaitan dengan asas-asas produksi, distribusi, dan pemakaian barang-barang serta kekayaan, seperti dalam hal keuangan, perindustrian, dan perdagangan.
   Terdapat beberapa rumusan tentang pengertian ekonomi yang disampaikan oleh para ekonom. Rumusan-rumusan yang mereka sampaikan antara lain adalah sebagai berikut.
1. Richard G.Lipsey menyatakan bahwa ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari pemanfaatan sumber daya yang langka untuk memenuhi keinginan manusia yang tidak terbatas. ("Economics is the study of the use of scarce resources to satisfy unlimited human wants.")
2. N.Gregory Mankiw menyatakan bahwa ilmu ekonomi adalah studi tentang cara masyarakat mengelola sumber-sumber daya yang langka. ("Economics is the study of how society manages its scarce resources.")
3. Robert B. Ekelund Jr. dan Robert D. Tollison mengatakan bahwa ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari cara individu dan masyarakat yang mempunyai keinginan yang tidak terbatas memilih untuk mengalokasikan sumber daya yang terbatas demi memenuhi keinginan mereka. ("Economics is the study of how individual and societies, experiencing virtually limitless wants, choose to allocate scarce resources to best satisfy their wants.")
4. Paul A. Samuelson menyatakan bahwa ilmu ekonomi adalah suatu studi tentang cara orang-orang dan masyarakat membuat pilihan, dengan atau tanpa menggunakan uang, dalam menggunakan sumber daya produksi yang terbatas tetapi dapat dipergunakan dalam berbagai cara untuk menghasilkan berbagai jenis komoditas dari waktu ke waktu dan mendistribusikannya untuk keperluan konsumsi saat ini atau di masa datang, kepada berbagai orang atau kelompok dalam masyarakat. ("Economics is the study of how people and society end up choosing, with or without the use of money, to employ scarce productive resources that could have alternative uses to produce various commodities over time and distributing them for consumption now, or in the future, among various persons or groups in society.")
Ilmu Ekonomi
Ilmu Ekonomi
   Berdasarkan pengertian atau definisi yang dikemukakan para ahli tersebut, jelaslah bahwa ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari usaha-usaha manusia dalam memenuhi kebutuhannya yang tidak terbatas dengan sumber daya yang terbatas atau langka.

     Demikian pembahasan mengenai Pengertian Ilmu Ekonomi, semoga memberikan manfaat bagi pembaca sekalian...

Labels:

Pertumbuhan Ekonomi Negara Maju dan Pertumbuhan Ekonomi Negara Berkembang

     Hai teman-teman, kali ini saya akan membahas mengenai Pertumbuhan Ekonomi Negara Maju dan Pertumbuhan Ekonomi Negara Berkembang. Pembahasan mengenai Pertumbuhan Ekonomi Negara Maju dan Pertumbuhan Ekonomi Negara Berkembang akan di bahas yaitu sebagai berikut :   

     Negara-negara di dunia secara umum dapat dibedakan menjadi dua kelompok besar, yaitu negara maju dan negara berkembang. Negara-negara maju pada umunya merupakan negara-negara sangat baik ekonominya, seperti Eropa Barat, Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru, dan Jepang. Perekonomian negara-negara tersebut dikatakan maju dan baik karena peranan sektor industri sangat besar dibandingkan sektor pertanian. Pertumbuhan ekonomi negara-negara maju tersebut bisa dikatakan sangat stabil karena ketersediaan modal dan investasi yang sangat besar.
   Berbeda halnya dengan negara dunia ketiga tau yang bisa disebut Negara Sedang Berkembang (NSB). Negara sedang berkembang mempunyai karakteristik yang sangat berbeda dibandingkan dengan negara maju. Pada NSB terdapat faktor-faktor yang sangat memengaruhi pertumbuhan ekonomi. Faktor-faktor tersebut sekaligus merupakan karakteristik NSB yang akan memengaruhi pertumbuhan ekonomi negara sedang berkembang.
 
  Faktor-faktor yang memengaruhi pertumnuhan ekonomi di negara sedang berkembang.
a. Standar Hidup yang Rendah
    Standar hidup penduduk NSB pada umumnya rendah, baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Hal ini dapat terlihat dari rendahnya pendapatan, perumahan yang kurang layak, tingginya tingkat kematian bayi, rendahnya angka harapan hidup, dan kesehatan yang buruk serta rendahnya tingkat pendidikan penduduk. Rendahnya standar hidup ini meluas pada hampir sebagian besar penduduk NSB.
b. Tingkat Produktivitas Rendah
    Tingkat produktivitas tenaga kerja di NSB pada umumnya lebih rendah daripada negara-negara maju. Rendahnya tingkat produktivitas ini disebabkan oleh kurangnya faktor produksi seperti modal, manajemen ataupun teknologi yang mendukung.
 
Pertumbuhan Ekonomi Negara Maju dan Pertumbuhan Ekonomi Negara Berkembang
Pertumbuhan Ekonomi Negara Maju dan Pertumbuhan Ekonomi Negara Berkembang
c. Pertumbuhan Penduduk Tinggi
    Jumlah penduduk yang tinggal di NSB hampir mencapai tiga perempat dari seluruh penduduk dunia. Tingkat kelahiran di NSB pada umunya sangat tinggi berkisar antara 30-40 setiap 2000 penduduk, sedangkan di negara maju kurang dari setengahnya.
d. Tingkat Pengangguran Tinggi dan Cenderung Meningkat
    Penggunaan tenaga kerja di NSB berada dibawah standar atau tidak efisien dibandingkan dengan negara maju. Penggunaan tenaga kerja yang tidak efisien ini timbul karena adanya pengangguran yang tinggi dan cenderung meningkat setiap tahunnya.
e. Ketergantungan pada Sektor Pertanian
    Penduduk NSB sebagian besar hidup dipedesaan dan kebanykan menggantungkan hidupnya dari sektor pertanian. Konsentrasi penduduk NSB disektor pertanian disebabkan pada tingkat pendapatan yang rendah dan prioritas utama setiap penduduk adalah pemenuhan kebutuhan pangan.

    Demikian pembahasan mengenai Pertumbuhan Ekonomi Negara Maju dan Pertumbuhan Ekonomi Negara Berkembang, semoga memberikan manfaat bagi pembaca sekalian...

Labels: