Sunday, 10 August 2014

Fungsi Manajemen

    Hai teman-teman, kali ini saya akan membahas mengenai Fungsi Manajemen. Pembahasan mengenai Fungsi Manajemen akan dibahas yaitu sebagai berikut :
  
    Dalam proses pelaksanaannya, manajemen mempunyai beberapa tugas dan kegiatan yang harus dilaksanakan. Tugas-tugas ini disebut fungsi manajemen yang saling terkait, terpadu, dan terkontrol. Kegagalan untuk menjalankan fungsi-fungsi tersebut akan mengakibatkan tidak tercapainya tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Fungsi-fungsi manajemen menurut para ahli, antara lain sebagai berikut:
1. Henry Fayol
    Henry Fayol dalam bukunya yang berjudul General and Industrial Management membagi manajemen menjadi beberapa fungsi berikut.
a. Planning (perencanaan)
b. Organizing (pengorganisasian)
c. Commanding (pemberian komando)
d. Coordinating (pengkoordinasian)
e. Controlling (pengawasan)
 
Fungsi Manajemen
Fungsi Manajemen
2. Harold Koontz dan O'Donnell
    Harold Koontz dan O'Donnell dalam bukunya yang berjudul Principles of Management membagi manajemen menjadi beberapa fungsi berikut.
a. Planning (perencanaan)
b. Organizing (pengorganisasian)
c. Staffing (pengisian jabatan)
d. Directing (pengarahan)
e. Controlling (pengawasan)
3. George R. Terry
    George R. Terry dalam bukunya yang berjudul Principles of Management membagi manajemen menjadi beberapa fungsi berikut.
a. Planning (perencanaan)
b. Organizing (pengorganisasian)
c. Actuating (penggerakan)
d. Controlling (pengawasan)
4. Sondang P. Siagian
     Sondang P. Siagian dalam bukunya yang berjudul Filsafat Administrasi membagi manajemen menjadi beberapa fungsi berikut.
a. Planning (perencanaan)
b. Organizing (pengorganisasian)
c. Motivating (pemberian motivasi)
d. Controlling (pengawasan)
e. Evaluating (penilaian)
5. The Liang Gie
    The Liang Gie dalam bukunya yang berjudul Ilmu Administrasi membagi manajemen menjadi beberapa fungsi sebagai berikut.
a. Perencanaan
b. Pembuatan keputusan
c. Pembimbingan
d. Pengkoordinasian
e. Pengendalian
    Banyak ahli mengemukakan fungsi manajemen. Pendapat dari Harold Koontz dan Cyril O'Donnell banyak dianut ahli-ahli lain. Secara umum, fungsi-fungsi manajemen tersebut memiliki kesamaan pada fungsi perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan. Secara rinci, fungsi-fungsi manajemen tersebut dapat diuraikan sebagai berikut.
1. Perencanaan (Planning)
    Perencanaan merupakan hal penting yang harus dilakukan oleh pimpinan. Perencanaan digunkan untuk menentukan apa yang harus dikerjakan oleh semua pegawai atau pelaksana. Perencanaan adalah tugas seorang manajer untuk menentukan pilihan dari alternatif-alternatif, kebijakan-kebijakan, prosedur-prosedur, dan program-program.
    Perencanaan yang baik memuat unsur-unsur pertanyaan seperti what, why, where, whwn, who, dan how, yang biasa disebut dengan "kunci 5W dan 1H".
a. What (apakah yang harus dikerjakan?)
b. Why (mengapa hal tersebut harus dikerjakan?)
c. Where (di mana hal tersebut akan dikerjakan?)
d. When (kapankah hal tersebut akan dikerjakan?)
e. Who (siapakah yang mengerjakan?)
f. How (bagaimanakah hal tersebut akan dikerjakan?)
    Beberapa yang harus dilakukan dalam proses perencanaan, antara lain sebagai berikut:
a. Penetapan Tujuan
    Perencanaan dimulai dengan keputusan-keputusan mengenai keinginan atau kebutuhan organisasi atau kelompok kerja. Tanpa rumusan tujuan yang jelas, organisasi akan menggunakan sumber daya secara tidak efektif.
b. Perumusan Masalah
    Pemahaman akan posisi perusahaan atau organisasi saat ini dapat dilihat dari tujuan yang hendak dicapai atau sumber daya yang tersedia untuk mencapai tujuan. Dengan menganalisis keadaan sekarang secara lebih baik, keadaan masa depan akan diperkirakan.
c. Pengidentifikasian Kemudahan dan Hambatan
    Setiap kemudahan ataupun hambatan serta kekuatan dan kelemahan perlu diidentifikasi untuk mengukur kemampuan organisasi dalam mencapai tujuan. Oleh karena itu, perlu diketahui faktor-faktor lingkungan intern dan ekstern yang dapat membantu organisasi mencapai tujuannya atau yang mungkin menimbulkan masalah. Meskipun sulit dilakukan, antisipasi keadaan, masalah dan kesempatan, serta ancaman yang mungkin terjadi pada waktu mendatang adalah bagian penting dari proses perencanaan.
d. Pengembangan Rencana untuk Mencapai Tujuan
    Tahap terakhir proses perencanaan meliputi pengembangan berbagai alternatif kegiatan untuk mencapai tujuan, menilai alternatif-alternatif tersebut, dan pemilihan alternatif terbaik di antara berbagai alternatif yang ada.
2. Pengorganisasian (Organizing)
    Secara etimologi, organisasi berasal dari kata to organize yang artinya menyusun bagian yang terpisah-pisah menjadi satu kesatuan, sehingga dapat digunakan untuk melakukan pekerjaan dalam mencapai tujuan. Organisasi memiliki beberapa unsur, antara lain kelompok orang, kerja sama, dan tujuan bersama.
    Suatu pengorganisasian yang dilakukan secara baik dan sempurna, memiliki beberapa fungsi, antara lain sebagai berikut.
a. Mengatur kerja serta kerja sama sebaik-baiknya.
b. Mencegah kelambatan-kelambatan kerja serta kesulitan kerja.
c. Mencegah kesimpangsiuran kerja.
d. Menentukan pedoman-pedoman kerja pada setiap kegiatan manajemen.
Dalam melakukan pengorganisasian, perlu memegang beberapa prinsip, antara lain sebagai berikut.
a. Penentuan tujuan yang jelas.
b. Pembagian Kerja
c. Pelimpahan wewenang.
d. Kesatuan komando
e. Rentangan kekuasaan
f. Tingkatan kekuasaan serta koordinasi.
3. Penggerakan (Actuating)
    Penggerakan adalah pengaktifan orang-orang sesuai dengan rencana dan bentuk organisasi yang telah ditetapkan. Untuk dapat melaksanakan actuating, seorang manajer harus memiliki keahlian menggerakkan orang lain agar mau bekerja, baik sendiri maupun bersama-sama dengan penuh kesadaran. Prinsip-prinsip dalam penggerakan (actuating), antara lain sebagai berikut.
a. Memperlakukan manusia dengan sebaik-baiknya.
 b. Mendorong pertumbuhan dan perkembangan manusia.
c. Menanamkan pada manusia keinginan untuk melebihi.
d. Menghargai hasil pekerjaan yang baik dan sempurna.
e. Mengusahakan adanya keadilan tanpa pilih kasih.
f. Memberikan kesempatan yang tepat dan bantuan yang cukup.
g. Memberikan dorongan untuk mengembangkan potensi dirinya.
    Penggerakan (actuating) sangat penting untuk dilakukan di dalam sebuah organisasi karena memiliki beberapa alasan, antara lain sebagai berikut.
a, Penggerakan (actuating) adalah usaha untuk menggerakkan manajemen.
b. Manusia adalah unsur yang pertama dan utama dalam kegiatan manajemen.
c. Perencanaan akan berhasil jika manusia menyatukan dan menghimpun kegiatan-kegiatan bersama secara tepat.
d. Organisasi menjadi efektif jika manusia menggunakannya untuk bekerja sama secara baik dan tertib.
e. Pengawasan akan efektif jika digunakan untuk membantu manusia dalam mencapai tujuannya.
f. Manajemen akan berhasil apabila menggerakkan orang-orang yang memiliki kecakapan secara tepat.
4. Pengawasan (Controlling)
    Pengawasan adalah proses pengamatan, penentuan standar yang akan dicapai, menilai pelaksanaannya, dan jika perlu mengambil tindakan korektif sehingga pelaksanaan dapat berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan sebelumnya. Tujuan utama dari pengawasan adalah membuat kegiatan-kegiatan manajemen dinamis dan berhasil secara efektif dan efisien.
    Sesuai dengan perannya di dalam sebuah organisasi, pengawasan memiliki beberapa fungsi, antara lain sebagai berikut.
a. Mencegah penyimpangan-penyimpangan.
b. Memperbaiki kesalahan atau kelemahan dari menindak penyalahgunaan serta penyelewengan.
c. Mendinamisasi organisasi serta segenap kegiatan manajemen.
d. Mempertebal rasa tanggung jawab.
e. Mengambil tindakan koreksi jika pelaksanaan menyimpang dari standar.
Secara umum, pengawasan dapat dilakukan dengan beberapa langkah, antara lain sebagai berikut:
a. Menetapkan standar untuk pengawasan.
b. Meneliti, memeriksa, dan menilai hasil yang dapat dicapai.
c. Membandingkan hasil dengan standar.
d. Memperbaiki penyimpangan dengan tindakan koreksi.
Pengawasan dapat dilakukan dengan beberapa metode, antara lain sebgai berikut.
a. Komparatif, yaitu sistem pengawasan yang dilakukan dengan cara membandingkan hasil dengan rencana.
b. Inspektif, yaitu sistem pemeriksaan setempat yang berguna untuk mengetahui secara langsung keadaan sebenarnya mengenai pelaksanaan suatu pekerjaan.
c. Verikatif, yaitu sistem pengawasan secara pemeriksaan. Verifikatif ini biasanya menyangkut bidang keuangan dan material.
d. Investigatif, yaitu sistem pengawasan yang dilakukan dengan mengadakan penyelidikan.

   Demikian pembahasan mengenai Fungsi Manajemen, semoga memberikan manfaat bagi pembaca sekalian...

Sumber: Sri, Sulandari, Agustina. 2006. Ekonomi. Jakarta: Citra Pustaka. 

Labels:

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home