Sunday, 24 August 2014

Metodologi Ilmu Ekonomi

     Hai teman-teman, kali ini saya akan membahas mengenai Metodologi Ilmu Ekonomi. Pembahasan mengenai Metodologi Ilmu Ekonomi akan di bahas di bawah ini yaitu sebagai berikut :
   

    Objek kajian ilmu ekonomi adalah berbagai masalah ekonomi yang dicari penjelasan dan penyelesaiannya. Pada umunya, metodologi ilmiah ilmu ekonomi dalam menganalisis masalah perekonomian dimulai dari observasi objek permasalahan, menetukan hipotesis, mengidentifikasi permasalahan melalui pertanyaan, menentukan variabel-variabel yang akan dikaji, serta menntukan asumsi-asumsi dan model yang digunakan untuk mendapatkan solusi atau kesimpulan. Penjelasan lebih lanjut atas pendekatan ilmu ekonomi tersebut adalah sebagai berikut.
1. Melakukan observasi dan memilih teori
     Hubungan antara observasi dan teori terjadi dalam bidang ekonomi. Sebagai contoh, seorang ekonom yang tinggal di suatu negra yang mengalami kenaikan harga barang-barang dengn cepat tergerak untuk mengadakan observasi terhadap fenomena tersebut. Untuk mendukung analisisnya, ekonomi tersebut menggunakan teori inflasi. Teori ini bisa saja menyimpulkan bahwa inflasi yang tinggi terjadi karena pemerintah mencetak uang terlalu banyak. Untuk memastikan teori ini, sang ekonom mengumpulkan data kenaikan harga dan jumlah uang beredar dari beberapa negara berbeda. Jika jumlah uang yang dicetak tidak berpengaruh terhadap kenaikan harga, ekonom itu akan meragukan kesesuaian teori inflasi untuk menjelaskan fenomena yang ditelitinya. Di lain pihak, jika fakta tersebut mempunyai korelasi yang kuat terhadap kenaikan harga, ekonom itu akan semakin yakin terhadap kebenaran teori inflasi.
    Walaupun para ekonom menggunakan teori dan observasi seperti ilmuwan lainnya, para ekonom juga mengalami keterbatasan. Keterbatasan itu antara lainberupa kesulitan melakukan eksperimen untuk menyelesaikan masalah ekonomi.

2. Mengidentifikasi permasalahan serta menentukan variabel dan hipotesis
    Tahapan selanjutnya dalam metodologi ilmiah adalah mengidentifikasi permasalahan dalam bentuk pertanyaan. Pertanyaan yang akan ditanyakan kepada pihak-pihak yang terkait dengan objek yang sedang dianalisis harus tepat sehingga permasalahan dapat teridentifikasi dengan jelas. Setelah itu, variabel yang relevan dapat ditetapkan. Dalam menentukan hipotesis atau jawaban sementara atas permasalahan yang terjadi, ilmu ekonomi menggunakan asumsi ceteris paribus. Dalam ilmu ekonomi, istilah ceteris paribus seringkali digunakan untuk menyederhanakan beragam formulasi dan deskripsi dari berbagai asumsi ekonomi. Dalam pengertian ceteris paribus, fokus perhatiannya hanya pada variabel-variabel tertentu. Sementara itu, variabel-variabel lain yang berhubungan dengan analisis dianggap konstan sehingga variabel-variabel itu tidak memengaruhi analisis yang sedang dilaksanakan. Setelah hipotesis ditemukan, dilakukan uji hipotesis dengan berfokus pada variabel yang diteliti. Pada saat yang sama, faktor lain yang diasumsikan juga diperhatikan dalam uji tersebut.

3. Menggunakan asumsi dan model
    Keterbatasan yang dihadapi oleh ilmu ekonomi antara lain sebagai berikut.
a. Objek penyelidikan ilmu ekonomi tidak dapat dilokalisasi.
b. Dalam ilmu ekonomi, manusia adalah subjek dan objek penyelidikan. Oleh karena itu, kesimpulan dan generalisasi yang dihasilkan tidak dapat bersifat mutlak.
c. Ilmu ekonomi tidak mempunyai laboratorium untuk melakukan eksperiemen ekonomi.
    Para ekonom memikirkan teori-teori, menghimpun data, dan kemudian menganalisis data tersebut untuk membuktikan atau menyangkal teori-teori itu. Untuk mengambil suatu kesimpulan, biasanya para ekonom menggunakan metode asumsi dan model.
    Ekonom membuat asumsi untuk menyederhanakan suatu masalah yang rumit agar menjadi mudah. Untuk mengkaji pengaruh perdagangan internasional, misalnya, kita dapat mengasumsikan hanya terdapat dua negara yang memproduksi dua jenis barang di dunia. Padahal dunia sebenarnya terdiri atas ratusan negara. Setiap negara menghasilkan berbagai jenis barang yang berbeda. Dengan memahami perdagangan internasional dalam asumsi dua negara dan dua jenis barang, kita akan lebih mudah memahami perdagangan internasional.
Metodologi Ilmu Ekonomi
Ekonomi

    Ketika siswa menghabiskan waktu istirahat sekolah di kantin untuk membeli makanan dari koperasi sekolah, terjadi interaksi antara pelaku-pelaku ekonomi. Siswa berperan sebagai rumah tangga (konsumen) yang membeli barang dan jasa dari perusahaan (koperasi sekolah) di kantin (pasar barang dan jasa). Kondisi tersebut adalah salah satu contoh model. Model ini merupakan suatu bentuk penyederhanaan yang mengabaikan rincian bagian-bagian yang lain. Meskipun model ini tidak memperlihatkan kondisi secara keseluruhan, tetapi berguna untuk mempelajari proses interaksi antarpelaku ekonomi. Penggunaan model dalam ilmu ekonomi juga berguna untuk menjelaskan fenomena ekonomi dengan menggunakan asumsi. Model-model dalam ilmu ekonomi antara lain adalah.
a. Penggunaan Model Diagram Aliran Sirkular
    Perekonomian bergerak dikarenakan aktivitas-aktivitas yang dilakukan oleh manusia. Aktivitas-aktivitas tersebut antara lain adalah memproduksi, membeli, menjual, serta mendistribusikan barang dan jasa. Untuk memahami cara kerja perekonomian, kita perlu menyederhanakan pemikiran tentang semua peristiwa ekonomi. Oleh karena itu, kita membutuhkan suatu model untuk menjelaskan interaksi di antara pelaku-pelaku ekonomi dan cara perekonomian tersebut saling berhubungan.
    Rumah tangga menjual manfaat dari tanah, tenaga kerja, dan modal kepada perusahaan di pasar sebagai faktor produksi. Perusahaan memproses faktor-faktor produksi menjadi barang dan jasa yang akhirnya dibeli oleh rumah tangga di pasar barang dan jasa. Sebaliknya, rumah tangga membeli barang dan jasa siap pakai dari perusahaan. Perusahaan sebagai penerima uang membelanjakan sebagian uang itu untuk membayar faktor-faktor produksi, seperti upah pekerja dan sewa tanah. Sisanya menjadi laba untuk perusahaan.
    Peran pemerintah pada sirkulasi antara lain memungut pajak dari rumah tangga dan perusahaan. Balas jasa tersebut akan diberikan kepada rumah tangga dan perusahaan baik secara langsung maupun tidak langsung. Selain sebagai penerima pajak, peran lain dari pemerintah adalah pemberi subsidi. Subsidi diberikan untuk membantu pelaku perekonomian, baik berupa rumah tangga maupun perusahaan.
    Masyarakat luar negeri berperan sebagai investor di dalam perekonomian. Investasi dibutuhkan untuk menggerakkan perekonomian dengan lebih cepat. Dengan adanya investasi, perekonomian akan tumbuh dan berkembang dengan lebih baik.
b. Penggunaan Model Kurva Batas Kemungkinan Produksi
    Salah satu model ekonomi sederhana lainnya adalah kurva batas kemungkinan produksi. Kita andaikan suatu model perekonomian yang hanya memproduksi dua jenis barang, yaitu komputer dan sepeda motor. Industri komputer dan sepeda motor bersama-sama menggunakan semua faktor produksi dalam perekonomian. Grafik batas kemungkinan produksi (production possibilities frontier) mengilustrasikan prinsip pilihan yang terbatas, kelangkaan dan biaya peluang. Grafik batas kemungkinan produksi adalah sebuah grafik yang menunjukkan semua kemungkinan kombinasi barang dan jasa yang bisa diproduksi dengan menggunakan sumber daya tertentu. Efisiensi tercapai jika dalam produksi kombinasi, peningkatan produksi salah satu komoditas akan mengurangi produksi komoditas yang lain.

    Demikian pembahasan mengenai Metodologi Ilmu Ekonomi, semoga memberikan manfaat bagi pembaca sekalian...

Labels:

1 Comments:

At 10 October 2016 at 03:30 , Blogger fitriyanto said...

nama penulisnya siapa nich... pengen kenalan

 

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home