Friday, 6 February 2015

Jurnal Penyesuaian Persediaan Barang Dagang dengan Pendekatan Ikhtisar Laba-Rugi

     Hai teman-teman, kali ini saya akan membahas mengenai Jurnal Penyesuaian Persediaan Barang Dagang dengan Pendekatan Ikhtisar Laba-Rugi point-pointnya yang terdiri dari Persediaan barang dagang awal dan Persediaan barang dagang akhir, berikut penjelasannya...

Jurnal Penyesuaian Persediaan Barang Dagang dengan Pendekatan Ikhtisar Laba-Rugi
     Persediaan barang dagang bisa dihitung dengan sistem periodik serta perpetual. Pada sistem periodik, jurnal penyesuaian dicatat secara berkala, biasanya di akhir periode akuntansi. Untuk itu, perlu dibuat jurnal penyesuaiannya dengan pendekatan harga pokok penjualan dan ikhtisar laba-rugi. Pada sistem perpetual, transaksi dicatat saat barang dagang dibeli atau dijual. Oleh karena itu, sistem perpetual tidak membutuhkan jurnal penyesuaian.
    Jurnal penyesuaian dengan pendekatan ikhtisar laba-rugi hanya menyesuaikan persediaan barang dagang pada awal periode dan akhir periode.
Jurnal Penyesuaian Persediaan Barang Dagang dengan Pendekatan Ikhtisar Laba-Rugi
Jurnal Penyesuaian Persediaan Barang Dagang dengan Pendekatan Ikhtisar Laba-Rugi

a. Persediaan barang dagang awal
    Pada akhir periode akuntansi, persediaan barang dagang awal disesuaikan dengan cara mendebet Akun Ikhtisar Laba-Rugi dan mengkredit Akun Persediaan Barang Dagang. Tujuannya adalah untuk:
  • memindahkan Akun Persediaan Barang Dagang awal dari akun riil menjadi Akun Laba-Rugi (nominal), dan 
  • me-nol-kan Akun Persediaan Barang Dagang awal karena barang tersebut telah terjual dan sebenarnya telah menjual dan sebenarnya telah menjadi bagian dari harga pokok barang dagang.
b. Persediaan barang dagang akhir
    Penyesuaian persediaan barang dagang akhir pada akhir periode akuntansi dilakukan dengan mendebet Akun Persediaan Barang Dagang dan mengkredit Akun Ikhtisar Laba-Rugi. Tujuannya adalah untuk:
  • memindahkan Akun Persediaan Barang Dagang akhir dari akun riil menjadi Akun Laba-Rugi dan mengurangi harga pokok barang dagang yang dijual, dan 
  • menampilkan persediaan barang dagang akhir di neraca karena barang tersebut masih ada.

Demikian pembahasan mengenai Jurnal Penyesuaian Persediaan Barang Dagang dengan Pendekatan Ikhtisar Laba-Rugi, di mana terdiri dari Persediaan barang dagang awal dan persediaan barang dagang akhir, semoga memberikan manfaat bagi pembaca sekalian.

Labels:

3 Comments:

At 17 May 2016 at 01:55 , Blogger Amin Ch said...

This comment has been removed by the author.

 
At 17 May 2016 at 01:56 , Blogger Amin Ch said...

This comment has been removed by the author.

 
At 24 January 2017 at 18:36 , Blogger Riadi Setia said...

kenapa perlu di sesuaikan persediaan barang dagangnya? kan sudah jurnal ketika terjadi transaksi?

 

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home