ANALISIS KEBIJAKAN BISNIS

Hai teman-teman kali ini saya akan membahas mengenai Analisis Kebijakan Bisnis. Analisis Kebijakan bisnis, sering dikaitkan dengan istilah Strategi Bisnis. Suatu kebijakan memang menyangkut pemikiran yang bersifat strategis yang membawa dampak secara menyeluruh bagi aktivitas organisasi. Di samping bersifat menyeluruh, interval waktu dari dampak tersebut juga bersifat jangka panjang. Maka berkembanglah kemudian beberapa istilah seperti perencanaan jangka panjang (long range planning) dan perencanaan strategis (strategic planning). Bahkan dalam perkembangan selanjutnya istilah manajemen strategis (strategic management) dipandang lebih bersifat komprehensif, sementara kebijakan bisnis dilihat sebagai salah satu bagian dari manajemen strategi.
ANALISIS KEBIJAKAN BISNIS
Analisis Kebijakan Bisnis

Kebijakan bisnis merupakan studi tentang fungsi dan tanggung jawab pimpinan perusahaan dalam menghadapi problema yang mempengaruhi karakter dan keberhasilan perusahaan secara keseluruhan. Perumusan tujuan pada jenjang strategis memerlukan kecermatan dalam mengantisipasi perkembangan lingkungan perusahaan. Tujuan pada jenjang atas tersebut merupakan landasan dalam menentukan tujuan pada level yang lebih bawah. Oleh karena itu, keterkaitan masing-masing level strategi merupakan mata rantai kerangka berpikir strategis para eksekutif perusahaan memiliki visi yang jelas tentang arah masa depan organisasi. Akhirnya, secara definitif manajemen strategi dan kebijakan bisnis bisa diartikan sebagai aktivitas terpadu dan komprehensif untuk merumuskan, mengimplementasikan dan mengevaluasi strategi bisnis agar masa depan perusahaan senantiasa berkembang sesuai dengan perkembangan lingkungan.

Pentingnya manajemen strategi dan kebijakan bisnis semakin menonjol pada era perdagangan bebas yang segera berlaku di seluruh dunia. Satu era yang telah menumbuhkembangkan hubungan bisnis lintas negara maupun kawasan. Meluasnya hubungan ini membawa dampak bagi semakin ketatnya tingkat persaingan bisnis secara global di penghujung abad 20. Suatu kecenderungan di mana mereka yang tidak mampu berkompetisi secara fair pasti akan terpuruk. Pada tingkat persaingan demikian, para pelaku bisnis akan mencurahkan perhatian pada strategi dan kebijakan bisnis yang telah diambil. Sangatlah perlu untuk meninjau ulang apakah selama ini mereka telah membuat keputusan strategis secara tepat.

Kenyataan di atas merupakan alasan bagi pentingnya mahasiswa administrasi niaga untuk menguasai mata kuliah kebijakan bisnis. Sebab para calon administrator tidak mungkin hanya berorientasi pada pencapaian tujuan bisnis jangka pendek seperti mengejar keuntungan belaka. Keputusan yang bersifat strategis hanya mampu dilakukan oleh pemimpin yang memiliki wawasan jauh ke depan.

Oleh karena itu, sebelum menempuh mata kuliah ini maka Anda harus telah menempuh beberapa mata kuliah prasyarat, seperti: Manajemen Keuangan dan Akuntansi, Manajemen Produksi, Manajemen Sumber Daya Manusia, dan Manajemen Pemasaran.

Di samping itu, amat dianjurkan agar Anda sering melakukan pengamatan atas strategis dan kebijakan bisnis yang telah diambil oleh para pemimpin perusahaan di Indonesia ataupun di mancanegara. Sehingga wawasan tersebut akan memberikan nuansa aplikatif pada saat Anda berlatih membahas berbagai kasus strategi dan kebijakan bisnis.

Berbagai syarat dan anjuran tersebut diberikan mengingat mata kuliah ini meliputi ruang lingkup dan cukup luas. Pada modul pertama akan disajikan tentang konsep manajemen strategi dan kebijakan bisnis. Modul yang kedua berbicara tentang analisis lingkungan internal yang diikuti dengan analisa lingkungan eksternal pada modul ketiga. Berdasarkan analisa lingkungan tersebut bisa diperoleh suatu wawasan jauh ke depan dalam rangka menentukan misi dan tujuan perusahaan yang akan dibahas pada modul keempat. Kemudian strategi perusahaan. Berdasarkan strategi yang telah diambil barulah ditentukan berbagai macam kebijakan di bidang keuangan, bidang produksi dan sumber daya manusia, serta bidang pemasaran yang akan dibahas pada modul keenam, ketujuh dan kedelapan. Sedangkan modul yang kesembilan sebagai modul yang terakhir akan membahas tentang implementasi dan evaluasi strategi dan kebijakan bisnis.

Keberhasilan dan kesinambungan bisnis diperlukan agar manfaatnya dapat optimal bagi para stakeholder seperti pemilik, pekerja, konsumen, pemerintah maupun masyarakat. Kebijakan berasal dari kata bijak, yang berarti punya pandangan luas dan jauh ke depan. Sehinga dapat didefinisikan sebagai langkah dan tindakan untuk mencapai keinginan masa depan, yang dituangkan dalam bentuk ketetapan atau keputusan sebagai pedoman dari kegiatan yang dilaksanakan.

Kebijakan bisnis dapat didefinisikan dengan ketetapan atau keputusan manajemen untuk mencapai tujuan masa depan perusahaan yang merupakan pedoman dalam melakukan aktivitas bisnis.
1. Kebijakan produksi adalah ketetapan atau keputusan manajemen dalam berproduksi untuk mencapai tujuan perusahaan dimasa depan (kapan harus berproduksi (BEP), kapan meningkatkan  Volume produksi (MR>MC), menghentikan peningkatan volume produksi (MR<MC) dan kapan menghentikan produksi (P<AVC).)
2.  Kebijakan harga , dalam menentukan harga produk dipasar , dikenal ada empat jenis kebijkan harga yang dapat digunakan yaitu :
    a.  Biaya tambah margin (cost plus margin)yaitu jumlah biaya produksi ditambah keuntungan
    b. Diskriminan harga (price discrimination), beberapa persyaratan 1). Segmentasi pasar cukup jelas dan tegas,  2). elastisitas permintaan pasar (konsumen ) yang berbeda , 3). Persaingan dipasar lebih cenderung dalam bentuk Non Price Competition artinya persaingan yang terjadi dipasar lebih cenderung pada persaingan non  harga.
    c. Penyesuaian harga (incremental pricing) adalah kebijakan penetapan atau penyesuaian harga jual berdasarkan penambahan produksi yang mengakibatkan perubahan biaya. Tujuan harga ini adalah agar perusahaaan mendapat laba maksimum. Sepanjang kenaikan biaya masih lebih kecil dari kenaikan pendapatan maka kegiatan produksi bias diteruskan.
     d. Pemindahan atau Pembebanan harga (transfer pricing) adalah teknik penetapan harga transfer (transfer harga )dari suatu unit bisnis (SBU) ke unit (SBU) lainnya, atau dapat didefinisikan penetapan harga input antar devisi/unit usaha secara rasional dan adil agar dapat mendorong produktivitas masing-masingnya.

Jenis diskriminasi harga
Terdapat tiga jenis diskriminasi harga yang biasanya dilakukan dalam dunia bisnis yaitu ;
1.    Derajat pertama (1st degree) adalah kondidi dimana para pembeli atau konsumen dihadapkan pada pilihan untuk membeli barang dan jasa pada harga maksimum sesuai dengan kemampuan dan keinginan.
2.    Derajat kedua (2nd degree) adalah kondisi dimana konsumen atau pembeli dikelompokkan menjadi beberapa kelompok berdasarkan waktu pembelian (time basis) atau tingkat kemendesakan (urgency basis)
3.    Derajat ketiga (3rd degree) adalah kondisi dimana perusahaan dapat mengganti harga dan mendiskriminasi harga barang danjasa yang ditawarkan kepada pembeli yang berbeda pada waktu yang sama , contoh tariff listrik dan telepon untuk rumah tangga dan industry

Tujuan Penetapan Harga
Tujuan penetapan harga transfer adalah:
1.    Menetapkan harga yang tepat antar unit produksi untuk mencapai maksimum profit, sekaligus guna mengendalikan kinerja perusahaaan secara keseluruhanmelalui pengelolaan kinerja divisi/unit usaha
2.    Menetapkan harga rasional dan adil
3.    Mendorong produktivitas masing-masing divisi.

Hal-Hal yang Mendorong Penetapan Harga
Hal-hal yang mendorong penetapan harga transfer adalah :
1.    Semakin besarnya volume usaha
2.    Semakin beragamnya kegioatan
3.    Semakin kompleksnya atau rumitnya pengelolaan usaha
4.    Perlu otonomi atau desntralisasi kewenangan
5.    Membagi perusahaan menjadi bebrapa divisi atau sub sebgai profit center, tidak hanya sebagai cost center.
Demikian pembahasan mengenai Analisis Kebijakan Bisnis, semoga memberikan manfaat bagi pembaca sekalian...



google adsense
Blog, Updated at: 05:32

0 komentar:

Post a Comment

Powered by Blogger.

Followers