Pembangunan Masyarakat Desa Termasuk Program PBB

Hai teman-teman, kali ini saya akan membahas mengenai Pembangunan Masyarakat Desa Termasuk Program PBB. Di bawah ini akan dijelaskan mengenai Pembangunan Masyarakat Desa Termasuk Program PBB yaitu sebagai berikut :

Tentang keadaan desa-desa atau daerah pedalaman yang masih suram dan perlu dibangun, sesungguhnya bukan hanya terjadi di tanah air kita saja, tetapi juga di setiap Negara yang sedang berkembang lainnya di dunia kita ini, yang pada umumnya baru memperoleh kemerdekaanya setelah Perang Dunia II selesai.

Kehidupan di daerah-daerah pedesaan di berbagai negara yang sedang berkembang dapat dikatakan lebih parah dibanding dengan di negara kita, sampai kini secara kenyataan banyak di antara mereka yang menderita kelaparan, banyak yang terserang penyakit dan pendidikannya pun masih tetap jauh terbelakang, seperti halnya di negara-negara yang sedang berkembang di kawasan Afrika dan beberapa negara di Asia. Keadaan di negara-negara tersebut menjadi parah dikarenakan mereka belum dapat memanfaatkan sumber-sumber alam yang terkandung di dalam buminya, baik secara usaha tani yang mantap atau usaha-usaha lainnya, sedangkan pertambahan kelahiran penduduk demikian besarnya, rasa atau kesadaran bantu-membantu, dorong-mendorong secara kekeluargaan atau gotong royong tidak sama halnya dengan di Negara kita, sehingga di kebanyakan negara yang sedang berkembang di Afrika peperangan antara saudara, antar suku sering dijadikan alat untuk penyelesaian sementara dalam menanggulangi kesulitan hidupnya.

Dalam keadaan yang suram demikian, suatu hal yang tidak mengenal perikemanusiaan dilancarkan pula oleh beberapa negara kapitalis, mereka seakan-akan berhajat untuk membantu penderitaan-penderitaan di negara-negara yang sedang berkembang, mereka menawakan bantuan-bantuan modal serta para ahli untuk mengusahakan agar sumber-sumber alam di negara-negara yang bersangkutan dapat tergali, yang ternyata bantuan-bantuan tersebut diikuti dengan persyaratan-persyaratan berat yang mengikat. Dengan sendirinya bantuan-bantuan demikian akan menjadikan keadaan ekonomi negara-negara yang sedang berkembang itu tergantung kepada negara-negara kapitalis tadi, sehingga yang mengeruk  berbagai keuntungan adalah negara-negara pemberi bantuan tersebut, sedang penduduk negara-negara yang sedang berkembang yang bersangkutan tetap hidup dalam serba kemiskinan dan kemuraman.

Pembangunan Masyarakat Desa Termasuk Program PBB
Pembangunan Masyarakat Desa
Sebagai akibat keadaan di atas, negara-negara yang kaya (kapitalis) akan bertambah kaya, sedang negara yang miskin akan bertambah miskin, berbagai masalah yang mengerikan timbul di dunia. PBB dengan lembaga-lembaga di bawahnya menyadari bahwa keadaan yang demikian tidak pantas untuk dibiarkan berlarut-larut. Adanya dalam Charter of United Nations dicantumkan suatu ketentuan yang menyatakan bahwa badan dunia tersebut bertanggungjawab atas nasib seluruh dunia dan penduduknya telah menimbulkan hajat badan dunia itu untuk : "To promote social progress and better standard of living in larger freedom", sehingga lembaga-lembaga PBB (FAO, UNICEF, WHO, ECOSOC dan lain-lain) turun ke berbagai negara yang sedang berkembang untuk meningkatkan taraf kehidupan penduduk, terutama penghidupan penduduk yang ada di pedesaan-pedesaannya, karena di negara-negara yang sedang berkembang rural area atau penduduk pedesaan meliputi 70-80% di tiap-tiap negara tersebut. Jadi sasaran mereka untuk turut meningkatkan pembangunan dengan sendirinya ditujukan ke pedesaan-pedesaan dan menjadilah pembangunan masyarakat desa menduduki tempat terpenting dari program-program bantuan PBB, dan dengan demikian lahirlah istilah-istilah "Community Development" "Rural Reconstruction", Rural Uplift" dan lain-lain. Bank Dunia turut memperlancar pembangunan negara-negara yang sedang berkembang dengan pinjaman-pinjamannya yang tidak mengikat.

Selain itu ada pula beberapa negara maju yang benar-benar menginginkan tercapainya kemajuan-kemajuan ekonomi di berbagai negara yang sedang berkembang, keinginan demikian pun sesungguhnya tidak filantropis, karena kredit yang mereka berikan ataupun dalam bentuk "aid in grand" pada hakekatnya ada harapan yang mereka tunggu, yaitu dengan meningkatnya pendapatan-pendapatan negara dan penduduknya berarti daya impor akan bertambah sedang meningkatnya produksi berarti daya ekspornya akan bertambah pula, dan pada akhirnya impor dan ekspor dapat diselenggarakan dengan negara-negara yang telah memberikan jasa-jasa baik tersebut. Dari sinilah mereka akan memperoleh keuntungan-keuntungan, barang-barang produksinya akan mengalir ke negara-negara yang sedang berkembang sedang penerimaan komoditi-komoditi ekspor akan banyak pula menghasilkan keuntungan, lebih-lebih kalau komoditi ekspor tersebut berwujud bahan-bahan mentah.

Demikian pembahasan mengenai Pembangunan Masyarakat Desa Termasuk Program PBB. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi pembaca sekalian.


google adsense
Blog, Updated at: 07:08

0 komentar:

Post a Comment

Powered by Blogger.

Followers