Ciri-Ciri Wirausaha

   Hai teman-teman, kali ini saya akan membahas mengenai Ciri-Ciri Wirausaha. Pembahasan mengenai Ciri-Ciri Wirausaha yaitu sebagai berikut.

Ciri-ciri wirausaha adalah sebagai berikut.
a. Memiliki kepribadian yang kuat dan berani mengambil resiko
b. Gigih dan ulet dalam menghadapi tantangan
c. Bekerja bukan untuk mencari keuntungan semata, tetapi justru selalu mencari peluang
d. Memiliki keinginan yang kuat dalam menambah ilmu untuk mendapatkan penemuan-penemuan baru.
e. Rencana kepada kemampuan yang dimiliki.

Ciri-ciri seorang wirausaha adalah berkepribadian kuat, yaitu yang memiliki tanda-tanda sebagai berikut.
1) Memiliki Moral yang Tinggi
    Manusia yang bermoral tinggi akan bertakwa kepada Tuhan YME. Diri kita beserta seluruh semesta ini diciptakan Tuhan. Diciptakannya alam beserta isinya dalam kehidupan umatnya, dianugerahkan perlengkapan diri pribadi. Dengan perlengkapan pribadi yang ada pada diri manusia, manusia dikodratkan untuk dapat mengenal, memanfaatkan bahkan dapat menguasai alam sekitarnya.
    Manusia yang bermoral tinggi mementingkan keutamaan. Dengan keutamaan ini akan mendorong kemauan keras untuk memecahkan berbagai permasalahan hidup untuk menuju ke arah kesempurnaan.
     Manusia yang bermoral tinggi memiliki rasa kasih sayang terhadap sesama manusia. Ia harus hidup bersama orang lain. Orang yang mempunyai rasa kasih sayang suka mempertimbangkan kebutuhan dan kemauan orang lain, dan memiliki tenggang rasa serta keselarasan antara kepentingan pribadi dan keinginan orang lain. Hal ini tentu akan tercermin dari perbuatan dan tingkah laku yang baik dan tentu tidak akan menjerumuskan orang lain ke lembah penderitaan.
    Manusia yang bermoral tinggi memiliki loyalitas terhadao hukum. Hal ini mempunyai makna, manusia wirausaha tidak akan berbuat hal-hal yang melanggar hukum, yang dapat merugikan pemerintah dan orang lain.
   Manusia yang bermoral tinggi mempunyai sifat adil. Sifat keadilan menghendaki agar kita mempunyai kemauan untuk berlaku adil dalam menerapkan segala sesuatunya terhadap sesama.
    Apabila uraian di atas kita ringkas, maka manusia yang bermoral tinggi setidaknya memiliki dan menjalankan sifat-sifat berikut:
a) Ketakwaan kepada Tuhan YME,
b) Kreativitas yang tinggi,
c) Kasih sayang terhadap sesama manusia,
d) Loyalitas hukum,
e) Keadilan (mempunyai rasa keadilan).

2) Sifat Mental Wirausaha
    Manusia yang bermental wirausaha mempunyai kemauan keras untuk mencapai tujuan dan kebutuhan hidupnya. Setiap orang mempunyai tujuan dan kebutuhan tertentu dalam hidupnya.
    Apabila kita tanya seseorang tentang tujuan dan kebutuhan hidupnya, sering mendapat jawaban, bahwa ia bertujuan untuk mendapatkan kebahagiaan. Kalau kita tanya lebih lanjut mengenai kebahagiaan yang bagaimana, ia akan menjadi bingung.
   Tujuan yang samar-samar, kurang memberi motivasi pada diri seseorang untuk mencapainya karena kekuatan untuk mencapai tujuan itu adalah kemauan yang keras. Dengan kemauan yang keras, jalan akan terbuka untuk mencapai tujuan itu. Bukanlah ada pepatah, kalau ada kemauan pasti ada jalan. Jadi, kemauan yang keras merupakan kunci dari keberhasilan seseorang untuk mencapai tujuan. Apabila tidak mempunyai kemauan keras biasanya akan mudah menyerah pada keadaan yang menimpa dirinya karena ia kurang mampu memperbaiki kehidupannya dan biasanya akan menjadi pemalas, pesimis dan suka bergantung pada orang lain. Bahkan orang seperti ini akan menjadi frustasi dan suka menyalahkan orang lain, iri hati dan selalu berprasangka buruk atas kesuksesan yang dicapai orang lain.
   Di dalam masyarakat banyak kita jumpai orang pandai dan berpendidikan tinggi. Ketika mereka dihadapkan pada situasi pekerjaan yang penuh tantangan, ternyata mereka menjadi malas dan menghindarkan diri dari kenyataan karena mereka hanya beranggapan bahwa keberhasilan akan dicapai dengan berpendidikan tinggi. Namun, ia lupa bahwa dengan hanya pendidikan tinggi tanpa kemauan yang keras sulit mencapai tujuan yang diinginkan.
    Di samping berkemauan keras, manusia yang bersikap mental wirausaha memiliki keyakinan yang kuat atas kekuatan yang ada pada dirinya. Kita lahir dan hidup di dunia ini telah dibekali dengan perlengkapan dan kekuatan oleh Sang Pencipta agar kita bisa hidup dan menaklukan alam sekitar kita. Ini harus diyakini karena keyakinan akan memberikan harapan, kegairahan serta semangat untuk bekerja atau berbuat ke arah tercapainya tujuan-tujuan dalam hidup kita.
    Bagaimana menimbulkan keyakinan yang kuat dalam dinamika hidup ini. Ingat, bahwa yang dimaksud dengan keyakinan kuat di sini tidak bisa disamakan dengan Fanatisme dalam sikap dan pandangan hidup seseorang. Keyakinan yang kuat dapat kita tumbuhkan di dalam jiwa kita dengan syarat sebagai berikut.
a) Kita harus mengenal diri kita sendiri sebagai makhluk yang memiliki kelemahan, namun memperoleh anugerah kekuatan dari Yang Maha Kuasa untuk mengatasi kelemahan itu.
b) Kita harus percaya pada diri sendiri bahwa kita memiliki potensi sendiri yang tidak kurang kuatnya dibandingkan dengan orang lain (kalau orang lain bisa mengapa kita tidak).
c) Kita harus tahu dan sadar akan tujuan dan kebutuhan hidup kita supaya dalam mencapainya dapat menemukan cara-cara atau jalan yang harus ditempuh, tanpa melupakan target dan waktu yang diperlukan. Hal ini akan menumbuhkan rasa percaya diri sehingga timbul gairah dan semangat untuk maju.

    Faktor lain yang merupakan kunci keberhasilan seseorang wirausaha adalah adanya kepercayaan dari orang lain. Untuk itu, perlu mendapat simpati dan memiliki sifat jujur dan tanggung jawab besar. Banyak orang yang kehilangan relasi karena tidak memiliki sifat-sifat di atas. Hal ini akan membawa kehancuran pada usahanya.
    Ada beberapa cara yang dapat menumbuhkan sifat-sifat jujur dan tanggung jawab, yaitu sebagai berikut.
1) Selalu meningkatkan ketakwaan kepada Tuhan YME karena hal ini akan mendorong kita pada perbuatan-perbuatan yang positif.
2) Melatih diri agar selalu bertindak disiplin pada diri sendiri karena dapat menghindarkan diri dari perbuatan yang tercela dan perbuatan-perbuatan kita selalu berorientasi pada tujuan yang hendak dicapai.

    Faktor-faktor lain yang merupakan sikap mental wirausaha adalah memiliki ketahanan fisik dan mental. Untuk itu, diperlukan ketahanan jasmani dan rohani, memiliki kesabaran dan ketabahan. Sikap kesabaran dan ketabahan akan menghindarikan diri dari keputusasaan, apakah usaha yang sedang dibina mengalami kemunduran.
    Apabila uraian tentang sikap mental wirausaha kita simpulkan, setidak-tidaknya ada empat kekuatan mental yang membangun kepribadian yang kuat, sebagai berikut.
(a) Berkemauan keras.
(b) Berkeyakinan kuat atau kekuatan pribadi. Untuk itu diperlukan pengenalan diri, kepercayaan pada diri sendiri, pemahaman tujuan dan kebutuhan.
(c) Kejujuran dan tanggung jawab yang untuk itu diperlukan moral yang tinggi dan disiplin diri sendiri.
(d) Ketahanan fisik dan mental sehingga diperlukan kesehatan jasmani dan rohani, kesabaran, ketabahan.

3) Kepekaan Jiwa Wirausaha Terhadap Lingkungan
    Tuhan telah menciptakan alam semesta beserta segenap isinya. Dengan kemampuan yang dimiliki, manusia diharapkan dapat mengolah dan menikmati alam semesta ini secara bertanggung jawab. Hendaknya manusia senantiasa melestarikan lingkungan hidupnya.
a) Arti Lingkungan Bagi Kehidupan Manusia
    Arti lingkungan bagi manusia sangat tergantung pada tujuan dan kebutuhan hidup manusia. Bagi manusia terbelakang (primitif), alam sekitar mereka hanyalah berarti ekonomis dan keamanan. Namun, bagi masyarakat modern alam sekitar akan mempunyai arti yang lebih luas karena memiliki arti ideologis, politis, ekonomis, sosial, kultural maupun arti keamanan. Bagi masing-masing individu pengertian lingkungan akan sangat ditentukan oleh kariernya serta bidang usaha/pekerjaan.
    Dengan mengenal arti lingkungan hidup, ciri-ciri serta manfaatnya, kepada kita diharapkan memiliki kepekaan mental terhadap arti lingkungan itu. Terlebih lagi manusia wirausaha. Dengan memiliki kepekaan terhadap arti lingkungannya, manusia wirausaha akan lebih berhasil dalam menyusun strategi serta bentuk usaha.
b) Beberapa Hal yang Harus dimiliki untuk Menjadikan Diri Peka terhadap Lingkungan
    Sebagaimana yang dikemukakan di atas, agar manusoa memiliki kepekaan terhadap arti lingkungannya, ia harus mengenal dulu tentang arti lingkungan. Ada pepatah yang mengatakan "tak kenal maka tak sayang". Banyak orang yang enggan untuk hidup atau tinggal di daerah lingkungan tertentu karena merasa lingkungan tersebut tidak cocok baginya sehingga ia mencari lingkungan lain yang dirasanya lebih cocok atau pulang kembali ke kampung halamannya yang seakan-akan lebih disayanginya karena telah banyak dikenal dan mencicipi suka dan duka tempat asal itu. Di lain pihak banyak pula perantau yang ternyata lebih kerasan tinggal dan hidup di daerah perantauan karena mereka telah mengenal lingkungan yang telah mereka pijak itu, bahkan membuat mereka menjadi makmur dan sejahtera dibanding di negeri asalnya sendiri, seperti orang-orang Minangkabau, Makassar, dan sebagainya.
    Manusia wirausaha memiliki keinginan besar untuk mengetahui potensi serta sumber-sumber ekonomi lingkungan setempat. Setiap lingkungan tertentu mempunyai aneka ragam kekayaan alam dan makhluk yang dapat difungsikan untuk usaha-usaha ekonomi, budaya, dan sosial. Bagi kebanyakan oerantau yang kehidupannya berorientasi ekonomi akan berusaha memanfaatkan lingkungannya untuk kepentingan ekonomi mereka. Sayang dari sekian banyak manusia tidak semua berusaha memanfaatkan lingkungannya secara produktif, tapi hanya memanfaatkan secara konsumtif, tanpa mengolah lingkungan itu lebih lanjut. Tindakan-tindakan konsumtif semacam itu kurang mencerminkan sifat wirausaha.
    Manusia wirausaha pandai menghargai dan memanfaatkan waktu yang merupakan modal berharga bagi kehidupan manusia. Manusia tidak dapat menyewa atau membeli waktu yang banyak menurut keinginannya, bahkan waktu juga tidak dapat ditawar-tawar.
    Apabila uraian di atas kita simpulkan, maka manusia wirausaha setidak-tidaknya harus memiliki empat hal agar dirinya peka terhadapp arti lingkungan bagi kehidupannya.
a) Pengertian terhadap arti lingkungan.
b) Rasa syukur atas segala yang diperoleh dan dimiliki.
c) Keinginan yang besar untuk menggali dan mendayagunakan sumber-sumber ekonomi lingkungan setempat.
d) Kepandaian untuk menghargai dan memanfaatkan waktu secara efektif.

4) Memiliki Keterampilan Berwirausaha
    Untuk menjadi manusia wirausaha diperlukan beberapa keterampilan seperti di bawah ini.
a) Keterampilan berpikir kreatif
b) Keterampilan dalam pembuatan keputusan
c) Keterampilan dalam kepemimpinan
d) Keterampilan manajerial
e) Keterampilan dalam bergaul antar manusia (human relations)
 
Ciri-Ciri Wirausaha
Ciri-Ciri Wirausaha
Semua keterampilan ini sangat menentukan sekali berhasil atau tidaknya seseorang menjadi wirausahawan. Namun, seperti yang dinyatakan di atas tidak semua orang dapat menjadi wirausahawan yang berhasil karena kurang memiliki dan menguasai hal-hal tersebut. Akan tetapi, jika mau menyadari kekurangannya dan mau belajar dengan tekun niscaya kekurangan-kekurangan ini dapat diatasi, bahkan bukan tidak mungkin orang tersebut menjadi wirausahawan yang berhasil.
Demikian pembahasan mengenai Ciri-Ciri Wirausaha. Semoga memberikan manfaat bagi pembaca sekalian.


google adsense
Blog, Updated at: 18:07

0 komentar:

Post a Comment

Powered by Blogger.

Followers