Saturday, 18 June 2016

Munculnya Ilmu Ekonomi

Pembahasan kali ini mengenai Munculnya Ilmu Ekonomi. Untuk lebih jelasnya mengenai Munculnya Ilmu Ekonomi, kita simak pembahasan di bawah ini:

Munculnya Ilmu Ekonomi
    Masalah ekonomi sudah ada sejak manusia hidup di dunia ini. Maka sejak zaman dahulu juga sudah ada orang yang memikirkannya: para negarawan, para ahli filsafat, dan para nabi. Misalnya, Aristoteles dari Yunani 300 tahun Sebelum Masehi telah menulis tentang harga dan nilai, pasar, keuangan negara, pajak, efisiensi tenaga kerja dan sebagainya. Ketika pada abad ke-16 dan ke-17 negara-negara nasional mulai dibentuk dan perdagangan dunia semakin meluas, mulai muncul banyak tulisan mengenai masalah ekonomi praktis yang dihadapi (aliran Merkantilisme dan Fisiokrat). Akan tetapi pemikiran yang sistematis mengenai masalah ekonomi sebagai bidang ilmu tersendiri baru muncul pada akhir abad ke-18, menanggapi perubahan zaman yang menyertai revolusi industri.
   Sebagai peletak dasar atau Bapak Ilmu Ekonomi biasanya disebut Adam Smith (1723-1790) dengan bukunya: "An Inquiry into the Nature and Causes of the WEALTH OF NATIONS" yang terbit pada tahun 1776. Dalam bukunya itu Adam Smith untuk pertama kalinya dengan sistematis menguraikan kehidupan ekonomi secara keseluruhan serta menunjukkau bagaimana semuanya itu berhubungan satu sama lain. Pemikiran Adam Smith dan kawan-kawannya (David Ricardo, Thomas Malthus, J.B. Say, J. Stuart Mill) dikenal dengan nama aliran KLASIK.
      Meskipun ditantang oleh aliran Sosialisme dari KARL MARX, namun teori klasik bertahan terus dan dikembangkan menjadi teori NEO-KLASIK yang berlaku sampai sekarang (tetapi lebih berfokus pada masalah ekonomi mikro). Ilmu ekonomi pada masa mudanya disebut "political economy". Dengan istilah itu sudah ditunjuk betapa ilmu ekonomi sejak semula memandang persoalan-persoalan kemasyarakatan dan politik perekonomian sebagai bidangnya  yang khas. Namun dalam tahap selanjutnya (abad ke-19) ilmu ekonomi rupa-rupanya kurang dapat mengikuti perkembangan masyarakat dan memfokuskan perhatiannya terutama pada bidang ekonomi Mikro. Hal itu jelas tampak dan terasa ketika pada tahun 1930-an seluruh dunia diguncang oleh kemerosotan ekonomi yang hebat, yang dikenal dengan nama

Adam Smith 1723-1790
Adam Smith dilahirkan di Kirkaldy (Skotlandia) pada tahun 1723. Waktu itu awal dan apa yang disebut "revolusi industri". Selesai studi filsafat di universitas Oxford, ia menjadi dosen dalam filsafat moral di Glasgow. Pernah ia mendapat kesempatan melakukan perjalanan ke Perancis di mana ia bertemu dengan Quesnay dan Turgot. Banyak ilham yang diperolehnya dari mereka itu, yang kemudian dikombinasikannya dengan buah pikiran sendiri. Itulah yang akhirnya membuahkan hasil suatu teori umum tentang kegiatan ekonomi, yang dituangkan dalam sebuah buku: The Wealth of Nations. Buku ini menjadikannya orang terkenal yang dijuluki "Bapak Ilmu Ekonomi". Pokok persoalan yang dibahasnya adalah: apa yang menentukan tingkat kemakmuran suatu bangsa, dan bagaimana taraf hidup rakyat dapat ditingkatkan dan didistribusikan. Karya Adam Smith ini meletakkan dasar ilmu ekonomi, dalam arti merumuskan pokok-pokok masalah, pengertian-pengertian dasar dan kerangka berpikirnya, yang oleh para pengikutnya dikembangkan lebih lanjut menjadi teori ekonomi modern. Ulasannya mengenai "the invisible hand" yaitu mekanisme harga di pasar bebas yang mengatur seluruh kegiatan ekonomi masyarakat sampai sekarang masih dapat ditemukan kembali hampir dalam setiap buku pelajaran ekonomi.

J.M. Keynes 1883-1946

John Maynard Keynes (diucapkan keenz) lahir di Cambridge, kota universitas terkenal di Inggris. Ayahnya seorang guru besar di Universitas Cambridge itu, dan ibunya pun lulusan universita yang sama. Keynes belajar matematika dan filsafat, kemudia (untuk bisa diterima sebagai pegawai negeri) "terpaksa" juga belajar ekonomi di bawah bimbingan A.Marshall. Ia seorang yang "serba bisa", baik sebagai administrator, politisi, ilmuwan, penulis, dan pengusaha: ia pun anggota kelompok pujangga terkenal dan pelindung kesenian. dan karena jasa-jasanya diberi gelar "lord". Karya yang membuat namanya tersohor adalah "The General Theory" terbitpada tahun 1936, di tengah-tengah kemelut depresi yang paling parah yang pernah menimpa dunia ekonomi. Dalam bukunya itu, Keynes menjawab persoalan yang paling mencekam waktu itu, yaitu mengapa bisa terjadi depresi dalam sistem ekonomi bebas, dan apa yang dapat dilakukan untuk mengatasi dan seterusnya menghindarkan keadaan seperti itu. Dalam ulasannya Keynes membahas masalah investasi dan tabungan, kesempatan kerja, peranan uang dan tingkat bunga, serta menekankan perlunya campur tangan pemerintah untuk menjaga atau mengembalikan kestabilan ekonomi nasional. Pembaharuan yang paling penting yang berpangkal dari Keynes adalah cara berpikir makro, yaitu menganalisis kegiatan ekonomi nasional secara keseluruhan dan faktor-faktor yang menentukan tingkat kegiatan ekonomi nasional.

"Depresi Besar". Pada waktu deperesi itu kehidupan ekonomi hampir diseluruh dunia macet. Produksi macet total, pabrik-pabrik tidak bekerja lagi dan banyak orang terpaksa menganggur. Keadaan ini merupakan tantangan yang berat bagi para ahli ekonomi. Tetapi dengan teori-teori yang lama tidak dapat dijelaskan, apalagi diatasi. Tindakan kebijakan yang disarankan oleh para ahli ekonomi atas dasar teori (mikro) mereka malah memperhebat depresi dan memperparah kesulitan yang sudah. Keadaan ini memaksa orang untuk meninjau kembali teori-teori yang dianut. Tokoh terbesar yang boleh disebut "bapak ilmu ekonomi modern (makro)" adalah John Maynard KEYNES (1883-1946). Sebagai titik balik perkembangan ilmu ekonomi biasanya disebut tahun 1936, yaitu tahun terbitnya buku karangan Keynes: "The General Theory of Employment, Interest and Money". Pokok-pokok pandangan Keynes diperluas dan dikembangkan lebih lanjut oleh generasi berikutnya. Dewasa ini hampir semua ahli ekonomi boleh disebut Neo-Keynesian.
Munculnya Ilmu Ekonomi
Munculnya Ilmu Ekonomi

  Sesudah perang dunia ke-II, banyak negara yang baru merdeka. Sejalan dengan itu, maka ilmu ekonomi pun mendapat tantangan baru. yaitu masalah pembangunan perekonomian nasional negara-negara yang belum berkembang (Ekonomi Pembangunan0 serta kerja sama antarnegara dalam rangka ekonomi dunia (globalisasi).

Demikian pembahasan mengenai Munculnya Ilmu Ekonomi. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi pembaca sekalian.
 

Labels:

Wednesday, 8 June 2016

Pengertian Pemasaran dan Unsur-Unsur Utama Pemasaran

Pembahasan kali ini mengenai Pengertian Pemasaran dan Unsur-Unsur Utama Pemasaran. Untuk lebih jelasnya, pembahasan mengenai Pengertian Pemasaran dan Unsur-Unsur Utama Pemasaran yaitu sebagai berikut.

Pengertian Pemasaran
Pemasaran adalah suatu proses kegiatan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor sosial, budaya, politik, ekonomi, dan manajerial. Akibat dari pengaruh berbagai faktor tersebut adalah masing-masing individu maupun kelompok mendapatkan kebutuhan dan keinginan dengan menciptakan, menawarkan dan menukarkan produk yang memiliki nilai komoditas.

Unsur-Unsur Utama Pemasaran
Unsur-unsur utama pemasaran dapat diklasifikasikan menjadi tiga unsur utama yaitu:

1. Unsur Strategi Persaingan
     Unsur strategi persaingan dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu;
a. Segmentasi Pasar
    Segmentasi pasar adalah tindakan mengidentifikasikan dan membentuk kelompok pembeli atau konsumen secara terpisah. Masing-masing segmen konsumen ini memiliki karakteristik, kebutuhan produk, dan bauran pemasaran tersendiri.
b. Targeting
   Targeting adalah suatu tindakan memilih satu atau lebih segmen pasar yang akan dimasuki.
c. Positioning
    Positioning adalah penetapan posisi pasar. Tujuan positioning ini adalah untuk membangun dan mengkomunikasikan keunggulan bersaing produk yang ada di pasar ke dalam benak konsumen.

2. Unsur Taktik Pemasaran
   Terdapat dua unsur taktik pemasaran, yaitu: 
a. Diferensiasi, yang berkaitan dengan cara membangun strategi pemasaran dalam berbagai aspek di perusahaan. Kegiatan membangun strategi pemasaran inilah yang membedakan diferensiasi yang dilakukan suatu perusahaan dengan yang dilakukan oleh perusahaan lain.
b. Bauran pemasaran, yang berkaitan dengan kegiatan-kegiatan mengenai produk, harga, promosi dan tempat.

3. Unsur Nilai Pemasaran
Nilai pemasaran dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu:
a. Merek atau brand, yaitu nilai yang berkaitan dengan nama atau nilai yang dimiliki dan melekat pada suatu perusahaan. Sebaiknya perusahaan senantiasa berusaha meningkarkan brand equity-nya.
   Jika brand equity ini dapat dikelola dengan baik, perusahaan yang bersangkutan setidaknya akan mendapatkan dua hal. Pertama, para konsumen akan menerima nilai produknya. Mereka dapat merasakan semua manfaat yang diperoleh dari produk yang mereka beli dan merasa puas karena produk itu sesuai dengan harapan mereka. Kedua, perusahaan itu sendiri memperoleh nilai melalui loyalitas pelanggan terhadap merek, yaitu peningkatan margin keuntungan, keunggulan bersaing, dan efisiensi serta efektivitas kerja khusus dan efisiensi serta efektivitas kerja khususnya pada program pemasarannya.

     Cara mengelola ekuitas merek (brand equity) ada lima yaitu:
1) Brand Loyalty, dapat dikelola dengan cara menciptakan tingkat pembelian kembali, menciptakan daya tarik kepada konsumen (perhatian dan melibatkan konsumen serta pelayanan secara terus menerus), memberikan respon terhadap pesaing yang mengancam, serta berusaha untuk mengoptimalkan biaya pemasaran.
2) Brand Awareness, dapat dikelola dengan cara mengingatkan secara terus-menerus manfaat produk terhadap konsumen.
3) Persepsi mengenai kualitas, dapat dikelola dengan cara menerapkan strategi diferensiasi, strategi harga, melibatkan kelompok konsumen yang sama dan menjaga kualitas produk sehingga sesuai dengan harapan konsumen.
4) Brand associations, dapat dikelola dengan cara menciptakan perasaan dan perilaku positif terhadap merek secara terus-menerus. Contohnya Pepsodent menjelang Idul Fitri memberikan bantuan infak dan sedekah sebesar 2,0% dan harga jual setiap produknya kepada kaum fakir miskin.
5) Brand Assets, dapat dikelola dengan cara menciptakan keunggulan bersaing terhadap produk-produknya.


b. Pelayanan atau service, yaitu nilai yang berkaitan dengan pemberian jasa pelayanan kepada konsumen. Kualitas pelayanan kepada konsumen ini perlu terus-menerus ditingkatkan.

Pengertian Pemasaran dan Unsur-Unsur Utama Pemasaran
Pengertian Pemasaran dan Unsur-Unsur Utama Pemasaran

c. Proses, yaitu nilai yang berkaitan dengan prinsip perusahaan untuk membuat setiap karyawan terlibat dan memiliki rasa tanggung jawab dalam proses memuaskan konsumen, baik secara langsung maupun secara tidak langsung.

Demikian pembahasan mengenai Pengertian Pemasaran dan Unsur-Unsur Utama Pemasaran. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi pembaca sekalian.

Labels:

Sunday, 5 June 2016

FILOSOFI-FILOSOFI MANAJEMEN PEMASARAN

 FILOSOFI-FILOSOFI MANAJEMEN PEMASARAN 
Yang Melandasi pencapaian tingkat pertukaran yang diinginkan

Bagaimana agar tingkat pertukatan yang diinginkan dapat tercapai? Ada lima konsep alternatif yang  menawarkan jawaban terhadap pertanyaan ini, yaitu konsep produksi, konsep produk, konsep penjualan, konsep pemasaran dan konsep pemasaran sosial. Konsep-konsep tersebut merupakan keyakinan dasar para pemasar yang melandasi semua kegiatan pemasaran yang dilakukan. 

Konsep Produksi
 Konsep ini mengatakan bahwa konsumen lebih menyukai produk yang tersedia luas dan harganya terjangkau, oleh karena itu, tugas  manajemen adalah meningkatkan efisiensi produksi dan distribusi. Inilah konsep yang paling tua.
  Konsep ini merupakan filosofi yang  bermanfaat dalam dua tipe situasi, yaitu:
  • Permintaan melebihi penawaran, di mana manajemen perlu melihat jalan untuk meningkatkan produksi.
  • Biaya produksi terlalu tinggi, sehingga diperlukan peningkatan produktivitas untuk menurunkannya. Dulu, Henry Ford menekankan penyempurnaan sistem produksi mobil model T-nya. Sampai-sampai warnanya juga diseragamkan. Ia membuat semboyan yang terkenal: 'we can make any colors, as long as it was black'. Dengan penyempurnaan tersebut, walaupun ada dampak negatifnya berupa keterbatasan pilihan, biaya dapat ditekan, sehingga harga mobil semakin murah dari tahun ke tahun. 
 Konsep Produk
Menurut konsep ini, konsumen lebih menyukai produk yang memiliki kualitas, kinerja, dan fitur inovatif yang tinggi. Oleh karena itu, sebuha organisasi harus mencurahkan usahanya untuk meningkatkan kualitas produk secara terus-menerus.
   Dengan konsep ini, maka manajemen  akan lebih terfokus pada produk dan kurang memperhatikan kebutuhan dan keinginan konsumen. Akibatnya, sering kali terjadi kegagalan pemasaran. Inilah yang disebut Marketing Myopia, yang terjemahan bebasnya adalah rabun pemasaran. Misalnya, sebuah perusahaan pembuat perangkap tikus yang menggunakan konsep ini, akan  selalu terpaku pada usaha untuk meningkatkan kualitas perangkap tikusnya. Padahal, kebutuhan konsumen untuk memecahkan masalah tikus bisa saja berubah. Kalau sekarang menginginkan perangkap, lain hari bisa menginginkan pengusir tikus elektronik atau pengusir gelombang mikro.

Konsep Penjualan
Menurut konsep penjualan, konsumen tidak akan membeli cukup banyak produk tanpa usaha penjualan dan promosi besar-besaran. Konsep ini bermanfaat untuk produk-produk yang tergolong unsought goods, yaitu produk yang pembeliannya tidak terpikirkan oleh konsumen, seperti asuransi kematian dan ensiklopedia.
   Konsep ini juga bermanfaat untuk organisasi nirlaba. Sebagai contoh, partai-partai politik sangat mengandalkan vote getter, seperti Rhoma Irama, Rano Karno, dan tokoh-tokoh kharismatis lain, untuk memperoleh suara. Partai politik lebih menggantungkan kemenangan pada promosi berupa kampanye politik dari pada pelaksanaan program.

Konsep Pemasaran
Konsep pemasaran menyatakan bahwa pencapaian tujuan organisasi tergantung pada seberapa mampu sebuah perusahaan memahami kebutuhan dan keinginan pasar sasaran dan memenuhinya secara lebih efektif dan efisien dibanding pesaing. Konsep ini relatif baru dalam pemasaran.
   Penjabaran konsep ini dijabarkan  melalui berbagai moto yang diberikan perusahaan, seperti " Setia Melayani Anda" (PT. TELKOM), "Indosiar Memang untuk Anda" (PT INDOSIAR VISUAL MANDIRI), "Memperoleh Lebih dari Yang Anda Bayarkan" (Supermarket Hero) dan lain-lain.
   Mengapa penting untuk memuaskan pelanggan? Sebab, penjualan sebenarnya berasal dari dua bagian, yaitu konsumen lama dan konsumen baru. Umumnya, mencari konsumen baru lebih mahal dari mempertahankan konsumen lama. Oleh karena itu, perusahaan perlu mempertahankan konsumen lama, baru mencari konsumen baru.
    Dengan memberikan kepuasan, maka konsumen lama akan setia, sehingga melakukan pembelian berulang-ulang. Sedangkan kalau timbul kekecewaan, selain memperkecil kemungkinan konsumen lama untuk membeli kembali, juga mempersulit usaha untuk mencari konsumen baru, sebab konsumen lama akan berpromosi negatif mengenai perusahaan. Seperti yang pernah dikatakan oleh seorang pengusaha; ''Kalau konsumen puas, ia akan menyampaikan kepuasan tersebut kepada tiga orang lainnya. Sedangkan kalau konsumen kecewa, maka ia akan menyampaikan kekecewaan tersebut kepada sepuluh orang lainnya".
  Menjaga atau mempertahankan kepuasan tidak berarti memberikan segalanya kepada konsumen. Sebab, untuk menjaga kepuasan konsumen diperlukan biaya. Jadi, harus dijaga keseimbangan antara hasil yang diperoleh dengan biaya yang dikeluarkan untuk menjamin kepuasan konsumen.
 
FILOSOFI-FILOSOFI MANAJEMEN PEMASARAN
Filosofi Pemasaran
Konsep Pemasaran Sosial
 konsep ini mengatakan bahwa untuk mencapai tujuannya, sebuah perusahaan harus memahami kebutuhan dan keinginan konsumen dan memenuhinya secara lebih efektif dan efisien ketimbang pesaing sekaligus menjaga atau meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat.
  Menurut konsep ini, setiap perusahaan menghadapi opini publik mengenai kelestarian lingkungan yang dihubungkan dengan kegiatan  produksi maupun pengoperasian atau penggunaan produk perusahaan. Semakin lama opini publik tersebut semakin kuat dan berpengaruh terhadap penjualan perusahaan dengan penggalangan yang dilakukan  oleh LSM ataupun badan-badan sosial lainnya. Sebagai contoh, kelompok Green Peace dapat membuat kampanye mengnai pencemaran lingkungan oleh perusahaan tertentu, sehingga produk perusahaan itu diboikot oleh konsumen.
  Opini publik ini banyak dimanfaatkan saat ini untuk keberhasilan pemasaran. Sebagai contoh, Aqua mensponsori pengumpulan botol plastik merek Aqua dengan membeli kembali botol-botol bekas tersebut. Lemari-lemari es sudah mulai menggunakan bahan non-CFC yang aman terhadap lingkungan.

Demikian pembahasan mengenai  Filosofi-Filosofi Manajemen Pemasaran. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi pembaca sekalian.

Labels:

Pengertian Statistik

     Hai teman-teman, kali ini saya akan membahas mengenai Pengertian Statistik. Pada mulanya, kata statistik diartikan sebagai keterangan yang dibutuhkan oleh negara dan berguna bagi Negara.
    Secara etimologi, kata "statistik" berasal dari kata status (bahasa latin) yang mempunyai persamaan arti dengan kata state (bahasa Inggris), yang dalam bahasa Indonesia diterjemahkan dengan negara. Pada mulanya, kata "statistik" diartikan sebagai "kumpulan bahan keterangan (data), baik yang berwujud angka (data kuantitatif) maupun yang tidak berwujud angka (data kualitatif), yang mempunyai arti penting dan kegunaan yang besar bagi suatu negara". Namun pada perkembangan selanjutnya, arti kata statistik hanya dibatasi pada kumpulan bahan keterangan yang berwujud angka (data kuantitatif0 saja.
    Ditinjau dari segi terminologi, dewasa ini istilah statistik terkandung berbagai macam pengertian. Pertama, istilah statistik kadang diberi pengertian sebagai data statistik, yaitu kumpulan bahan keterangan berupa angka atau bilangan. Kedua, sebagai kegiatan statistik atau kegiatan perstatistikan atau kegiatan penstatistikan. Ketiga, kadang juga dimaksudkan sebagai metode statistik, yaitu cara-cara tertentu yang perlu ditempuh dalam rangka mengumpulkan, menyusun atau mengatur, menyajikan, menganalisis, dan memebrikan interpretasi terhadap sekumpulan bahan keterangan yang ebrupa angka itu dapat berbicara atau dapat memberikan pengertian makna tertentu. Keempat, istilah statistik dewasa ini juga dapat diberi pengertian sebagai "ilmu statistik". Ilmu statistik tidak lain adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari dan memperkembangkan secara ilmiah tahap-tahap yang ada dalam kegiatan statistik. 
    Dengan ungkapan lain, ilmu statistik adalah ilmu pengetahuan yang membahas (mempelajari) dan mengembangkan prinsip-prinsip, metode dan prosedur yang perlu ditempuh atau digunakan dalam rangka: (a) pengumpulan data angka, (b) penyusunan atau pengaturan data angka, (c) penyajian atau penggambaran atau pelukisan data angka, (d) penganalisisan terhadap data angka, (e) penarikan kesimpulan (conclusion), (f) pembuatan perkiraan (estimation), dan (g) penyusunan ramalan (prediction) secara ilmiah (dalam hal ini secara matematik) atas dasar pengumpulan data angka tersebut.
Pengertian Statistik
Pengertian Statistik

     Dalam kamus ilmiah populer, kata statistik berarti tabel, grafik, daftar informasi, angka-angka, informasi. Sedangkan kata statistika berarti ilmu pengumpulan, analisis, dan klasifikasi data, angka sebagai dasar untuk induksi. Jadi statistika merupakan sekumpulan metode untuk membuat keputusan yang bijaksana dalam keadaan yang tidak menentu.

    Demikian pembahasan mengenai Pengertian Statistik. Semoga tulisan ini memberikan manfaat bagi pembaca sekalian.

Labels: