Saturday, 8 July 2017

Empat Materi Ekonomi Makro

Pembahasan kali ini tentang Empat Materi Ekonomi Makro. Dalam buku Teori Makro Ekonomi Mankiw, dijelaskan tentang 4 materi utama yang paling penting dalam pembahasan ekonomi makro. Mengapa merupakan bagian terpenting akan dijelaskan berikut ini:

1. Dalam jangka panjang kapasitas negara untuk memproduksi barang dan jasa menentukan standar hidup penduduknya. Pada setiap pembahasan sebelumnya. inti dari pembahasan utamanya adalah bagaimana meningkatkan kapasitas produksi, karena peningkatan kapasitas produksi akan membuka peluang bagi perekonomian untuk semakin berkembang dan bertahan dalam kegoncangan krisis ekonomi, peningkatan kapasitas produksi menunjukkan bahwa indikator umum makro ekonomi seperti moneter, fiskal, pendapatan nsional dan distribusinya telah berjalan sesuai dengan tugasnya. Memang tidak ada suatu negara manapun didunia ini yang tergabung dalam ekonomi global mampu dengan baik menjalankan sistem indikator makro ekonominya karena selalu saja ada trade off dari setiap kebijakan. Sebagai misal, bila saja The FED (Bank Central US) ingin memperbaiki sistem moneter dinegaranya dalam bentuk kenaikan suku bunga yang bertujuan untuk menstabilkan perekonomiannya, justru akan menyebabkan banyak negara di dunia lainnya yang sangat bergantung pada pemodal US itu menjadi "kelabakan" karena setiap kenaikan suku bunga di US akan pengurangan modal masuk (capital inflow), sebaliknya setiap penurunan suku bunga akan menyebabkan melonjaknya harga saham yang akan menyebabkan lesunya perdagangan saham di negara lainnya. Padahal kebijakan itu bertujuan untuk kepentingan US sendiri. Contoh lain misalkan pemerintah Jepang dan Korea Selatan mendengungkan penggunaan hasil pertanian dalam negeri untuk meningkatkan kesejahteraan petaninya, ini menyebabkan produk pertanian dari US akan sangat sulit masuk dan jelas akan merugikan petani US. Mobil Jepang sangat laku di US, bila misalkan pemerintah US melarang masuk mobil Jepang karena membalas kebijakan membela petani, maka jelas Jepang akan mengalami kerugian yang sangat besar, padahal semua kebijakan masing-masing negara tadi dalam rangka memperbaiki dan melindungi masyarakatnya. Ini adalah sedikit contoh bahwa keberhasilan suatu negara mengatur indikator ekonomi makronya dengan baik dan benar relatif sangat sulit, sehingga itulah sebabnya adalah tidak mudah bagi suatu negara bisa menghasilkan barang dan jasa dalam jumlah yang cukup dan memadai bagi penduduknya dalam waktu yang panjang dan selamanya karena adanya ketergantungan itu tadi. Banyak bukti negara-negara yang lepas (berani melepaskan diri atau menantang ) dari ketergantungan ekonomi global tidak bisa memperbaiki kualitas hidup penduduknya, misalkan Korea Utara, Irak dan Libya (sewaktu di isolir PBB), Myanmar (karena masalah HAM), Indonesia (masalah HAM dan Korupsi) dan lain sebagainya. Peningkatan kapasitas produksi barang dan jasa itu bukan hanya bergantung pada banyak atau sedikitnya sumber daya alam suatu negara, akan tetapi juga sangat bergantung pada kemampuan suatu negara mengolahnya, apakah sumber daya manusianya cukup dan memadai, apakah sistem moneter (perbankan dan keuangan) handal, sistem hukum dan HAM konsisten dan lain sebagainya. Perhatikanlah Idonesia ini. Lihat dan rasakanlah betapa rendahnya kualitas hidup penduduknya. Pelanggaran sistem hukum berlangsung di depan mata dan didepan penegak hukum hanya untuk memanfaatkan peluang mendapatkan "makan", sistem pendidikannya (murid, guru/pengajar, fasilitas, departemen) yang tidak menghargai kualitas hanya karena berupaya mendapatkan sebanyak-banyaknya orang yang mengenyam pendidikan tanpa memandang perlu kualitas pendidikannya, kebanyakan peminmpinnya korupsi dan berlangsung didepan mata dan menjadi berita rutin serta dipandang sebagai hal yang biasa, dan seterusnya dan seterusnya.

Itulah sebabnya sistem tata laksana ekonomi  makro yang baik dan benar sangat mutlak dijalankan. dan memang ini memerlukan waktu yang panjang dan kemauan yang keras untuk menjalankannya dan itu bisa dimulai dari mempelajari teorinya agar kita bisa menjadi lebih arif dan bijak dalam menilai. 
 
Empat Materi Ekonomi Makro
Ekonomi Makro

2. Dalam jangka pendek permintaan agregat mempengaruhi jumlah barang dan jasa yang diproduksi negara. Permintaan adalah motor penggerak langsung pada perekonomian, karena permintaanlah yang menunjukkan kemampuan ekonomi penduduk suatu negara. Tingginya permintaan menunjukkan kemampuan ekonomi penduduknya dan itu berlaku sebaliknya apapun alasannya. Kebijakan stabilisasi selain fiskal dan moneter seperti kebijakan upah dan harga serta kebijakan perdagangan luar negeri akan sangat membantu untuk meningkatkan permintaan melalui pertumbuhan ekonomi, meskipun dalam batas tertentu peningkatan permintaan ini harus tetap diwaspadai sebab dalam hitungan tertentu permintaan yang terlalu tinggi akan menyebabkan produksi jumlah barang dan jasa menjadi tidak terkendali dan akan sangat berbahaya bagi perekonomian karena perekonomian akan semakin "panas" dan mudah "terbakar" (dalam arti perekonomian yang permintaan penduduknya tinggi atas barang dan jasa menyebabkan pembukaan kapasitas produksi terlalu cepat dan terlalu banyak sehingga cenderung tidak terkendali, baik dari dalam negeri dalam bentuk "pemaksaan produksi" maupun dari luar negeri berupa impor yang juga tidak terkendali ", ujung-ujungnya penduduk bisa terlalu konsumtif. Perhatikan perekonomian China tahun 2004-2006 yang tumbuh di atas 8%/tahun, yang menyebabkan perekonomian China melaju kencang, akibatnya pertumbuhan permintaan semakin tinggi, termasuk permintaan atas produk-produk impor yang sangat mahal dan hampir tidak bermanfaat untuk sarana produksi seperti mobil super mewah, kapal pesiar mewah dan lain sebagainya dan untuk itu pemerintah China terpaksa "mengerem" laju pertumbuhan ekonominya sebab akan sangat berbahaya dalam jangka panjang bila tidak dikendalikan.

3. Dalam jangka panjang pertumbuhan jumlah uang akan mempengaruhi inflasi akan tetapi tidak berpengarug terhadap pengangguran. Teori umum yang sering dipelajari adalah adanya hubungan antara pertumbuhan jumlah uang (beredar) dengan tingkat inflasi, hal ini adalah benar karena harus diakui uang benar-benar menjadi indikator kegiatan ekonomi. Bila pertumbuhan uang tinggi maka tingkat harga umum atas barang dan jasa akan tinggi, sebaliknya bila rendah maka rendah pula harga , tinggi rendahnya harga secara umum ini dalam jangka panjang menunjukkan tingkat inflasi yang terjadi dalam perekonomian. Berkaitan dengan inflasi adalah masalah pengangguran. Secara teoritis dalam jangka pendek memang ada hubungan antara tingkat inflasi terhadap pengangguran yang bersifat trade off , artinya semakin tinggi inflasi maka pengangguran rendah, sebaliknya inflasi yang rendah akan menyebabkan tingkat pengangguran tinggi. Dengan teori yang sederhana hubungan antara inflasi dan pengangguran bisa dijelaskan, akan tetapi bagaimana menjelaskan hubungan antara inflasi dan pengangguran dalam jangka panjang memang tidak bisa disederhanakan karena, selain masalah inflasi ada masalah besar lainnya yang menjadi faktor tinggi rendahnya pengangguran yaitu masalah penawaran dan permintaan tenaga kerja (struktur pasar tenaga kerja), pertumbuhan ekonomi dan lain sebagainya.

4. Dalam jangka pendek, pembuat kebijakan fiskal dan moneter (pemerintah) menghadapi trade off  antara indlasi dan pengangguran. Adanya trade off antara lain inflasi dan pengangguran sejatinya didasarkan pada hasil penelitian Philips yang menemukan fakta dari data series yang menunjukkan adanya trade off itu. Bila misalkan pemerintah melaksanakan kebijakan moneter melalui salah satu instrumennya yaitu pengetatan jumlah uang beredar, maka dalam jangka pendek akan menyebabkan tingkat pengangguran tinggi, mengapa? Karena ketatnya jumlah uang beredar menyebabkan suku bunga tinggi, sehingga masyarakat cenderung uuntuk menabung, akibatnya permintaan menjadi rendah, rendahnya permintaan akan mendorong turunnya harga, harga yang turun akan menyebabkan produsen menurunkan produksi dan membatasi pembukaan kapasitas produksi (hal ini juga disebabkan oleh tingginya suku bunga menyebabkan rendahnya investasi), sehingga wajar saja banyak perusahaan akan melakukan rasionalisasi atau paling tidak menunda  penambahan karyawan. Jadi bila misalkan pemerintah ingin menurunkan pengangguran dalam jangka pendek salah satu caranya adalah meloggarkan kebijakan peredaran uang, melakukan kebijakan fiskal dengan penstabil otomatik dan menurunkan suku bunga agar investasi semakin tinggi.

Demikian tulisan yang berjudul Empat Materi Ekonomi Makro, semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi pembaca sekalian.

Labels:

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home