Sunday, 14 August 2016

Pengertian Pasar Keuangan dan Macam-Macam Pasar Keuangan

   Pembahasan kali ini mengenai Pengertian Pasar Keuangan dan Macam-Macam Pasar Keuangan. Pasar Keuangan merupakan tempat di mana mekanisme transaksi keuangan antara pihak yang kelebihan dana dengan pihak yang kekurangan dana terjadi. Meskipun demikian, pasar keuangan ini dibagi menjadi beberapa bentuk di mana tiap bentuk itu memiliki karakteristik instrumen yang berbeda menurut waktu jatuh tempo dan klaim atas suatu aset tertentu (asset backed-instrument). Pasar keuangan ini juga melayani konsumen yang berbeda, dan beroperasi di bagian yang berbeda di suatu negara. 

Macam-Macam Pasar Keuangan
Secara umum, pasar keuangan ini dibagi menjadi sebagai berikut.

1. Pasar Aset Fisik. 
   Pasar ini disebut juga pasar aset nyata atau riil, memperdagangkan produk-produk seperti mobil, komputer, mesin, dan lain-lain. Sementara itu, pasar aset finansial memperdagangkan saham, obligasi, surat-surat berharga, dan klaim lain dari aset riil, atau yang disebut instrumen derivatif pada bursa komoditi.
2. Spot Market dan Future Market
    Bentuk pasar ini diklasifikasikan menurut waktu terjadinya dan waktu pengirimannya. Spot market berarti pengirimannya terjadi on-the-spot atau hanya dalam waktu beberapa hari. Sementara itu, future market berarti pengirimannya dilakukan di waktu yang akan datang. Future market berarti pengirimannya dilakukan di waktu yang akan datang. Future market ini lebih lanjut akan dijelaskan pada saat menjelaskan topik instrumen derivatif atau turunan.
3. Pasar Uang dan Pasar Modal
    Pasar uang menjelaskan jenis pasar jangka pendek dengan kemudahan mendapatkan dana dalam waktu cepat. Sementara itu, pasar modal adalah pasar untuk hutang jangka panjang dan saham perusahaan. Saat mendefinisikan pasar ini, tidak ada definisi yang pasti mengenai jangka waktu. Meskipun demikian, jangka pendek cenderung didefinisikan kurang dari satu tahun, jangka menengah antara satu sampai lima tahun, dan jangka panjang lebih dari lima tahun.
4. Pasar Hipotik
   Pasar hipotik terkait dengan pinjaman untuk tempat tinggal, real estate, dan pada lahan pertanian. Sementara itu, pasar kredit konsumen terkait dengan pinjaman atas mobil, pendidikan, liburan, dan lain-lain.
5. Pasar Primer (Perdana)
   Pasar primer adalah pasar untuk menawarkan saham atau obligasi baru sebagaimana ingin diterbitkan oleh perusahaan atau juga disebut Initial Public Offering (IPO). Perusahaan Telkom, untuk mendapatkan tambahan modal, menerbitkan saham baru. Penerbitan saham baru telkom itu dengan demikian terjadi di pasar  primer. Sementara itu, jika sekuritas itu sudah ada dan beredar, dan diperdagangkan di antara investor, maka transaksi tersebut terjadi di pasar sekunder. Pada contoh Telkom tersebut, jika saham Telkom sudah ada dan beredar di pasar sekunder, maka Telkom tidak lagi terlibat dalam transaksi di pasar ini, dan tidak menerima dana apapun dari transaksi tersebut.
6. Pasar Pribadi (Private Markets)
     Pasar pribadi adalah pasar di mana transaksi terjadi secara langsung antara dua pihak. Pasar valuta asing dan pinjaman bank seringkali terjadi antara dua pihak. Di pasar ini, aturan-aturan transaksi ditentukan oleh masing-masing pihak terkait. Sementara itu, pasar publik (public markets) mencakup keterlibatan banyak pihak dan transaksi dilakukan menurut aturan-aturan sebagaimana sudah ditetapkan dan terstandarisasi. Sebagai contoh, saham sebagaimana diperdagangkan dipasar modal ditawarkan kepada banyak calon investor. Itulah mengapa transaksi di pasar pribadi lebih mudah dilakukan namun kurang likuid. Sementara itu, likuiditas pasar publik lebih tinggi namun harus patuh pada aturan-aturan yang telah ditetapkan.

Pengertian Pasar Keuangan dan Macam-Macam Pasar Keuangan
Pasar Keuangan

   Produk-produk dari jenis pasar di atas pada umumnya diperdagangkan di suatu tempat resmi yang memang tersedia untuk jenis pasar itu. Sebagai contoh, saham di Indonesia diperdagangkan di Bursa Efek Jakarta. Meskipun demikian, ada juga pasar yang tidak memiliki tempat yang pasti, sehingga perdagangan dilakukan dengan alat komunikasi dan program yang memudahkan transaksi antara calon penjual dan pembeli. Pasar semacam ini disebut over the counter (OTC). Pasar uang di Indonesia masih dilakukan secara OTC, perdagangan saham di Amerika juga dapat dilakukan secara OTC melalui National Association of Securities Dealers (NASD).
   
Demikian pembahasan mengenai Pengertian dan Macam-Macam Pasar Keuangan. Semoga tulisan yang berjudul Pengertian dan Macam-Macam Pasar Keuangan, dapat bermanfaat bagi pembaca sekalian.
 

Labels:

Saturday, 13 August 2016

Sektor-Sektor yang Dikelola Negara dan Daerah

     Pembahasan kali ini mengenai Sektor-Sektor yang Dikelola Negara dan Daerah. Adanya BUMN (Badan Usaha Milik Negara) dan BUMD (Badan Usaha Milik Daerah), menimbulkan pertanyaan mengenai bidang usaha apa saja yang harus dikelola BUMN dan bidang usaha apa yang harus dikelola BUMD. Yang dimaksud dengan Daerah disini ada dua, yaitu daerah tingkat I (provinsi) dan daerah tingkat II (kota atau kabupaten).
    Jawaban untuk pertanyaan di atas berdasar pada Undang-Undang No. 32 Tahun 2004 mengenai Pemerintah Daerah. Menurut Undang-Undang No. 32 Tahun 2004, sektor-sektor yang dikelola negara dan daerah diuraikan sebagai berikut.

1. Sektor-Sektor yang Dikelola Negara
     Sektor-sektor yang dikelola dan menjadi wewenang negara yaitu:

a. Politik Luar Negeri
   Seperti mengangkat pejabat diplomatik, menunjuk pejabat di lembaga internasional, menetapkan kebijakan luar negeri, menetapkan kebijakan perdagangan luar negeri dan lain-lain.
b. Pertahanan
     Seperti mendirikan dan membentuk angkatan bersenjata, menyatakan damai dan perang, menyatakan keadaan bahaya, membuat sistem pertahanan negara serta persenjataan dan lain-lain.
c. Keamanan
    Seperti mendirikan dan membentuk kepolisian, menetapkan kebijakan keamanan nasional, menindak pelanggaran hukum dan lain-lain.
d. Yustisi
   Seperti mendirikan lembaga peradilan, mengangkat hakim dan jaksa, membuat undang-undang, membuat peraturan pemerintah, menetapkan kebijakan kehakiman, keimigrasian dan sebagainya.
e. Moneter dan Fiskal Nasional
   Seperti menetapkan kebijakan-kebijakan moneter (mencetak uang) menetapkan kebijakan-kebijakan fiskal (menaikkan pajak) dan lain-lain.
Sektor-Sektor yang Dikelola Negara dan Daerah
Mencetak uang hanya boleh dilakukan oleh negara.
f. Agama
  Seperti menetapkan kebijakan penyelenggaraan hidup beragama, memberi pengakuan terhadap suatu agama dan lain-lain.

2. Sektor-Sektor yang Dikelola Daerah
a. Perencanaan dan pengendalian pembangunan.
b. Perencanaan, pemanfaatan dan pengawasan tata ruang.
c. Penyelenggaraan ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat.
d. Penyediaan sarana dan prasarana umum.
e. Penanganan bidang kesehatan.
f. Penyelenggaraan pendidikan.
g. Penanggulangan masalah sosial.
h. Pelayanan bidang ketenagakerjaan.
i. Fasilitas pengembangan koperasi, usaha kecil dan menengah.
j. Pengendalian lingkungan hidup.
k. Pelayanan pertahanan
l. Pelayanan kependudukan dan catatan sipil.
m. Pelayanan administrasi umum pemerintahan.
n. Pelayanan administrasi penanaman modal.
o. Penyelenggaraan pelayanan dasar lainnya.
p. Urusan wajib lain yang diamanatkan peraturan perundang-undangan. Selain itu, daerah juga mengembangkan sektor-sektor lain yang sesuai dengan kondisi, kekhasan dan potensi unggulan daerah masing-masing dalam rangka meningkatkan kesejahteraab masyarakat.
    
   Pertanyaannya sekarang, sektor-sektor apa saja yang boleh dikelola swasta? Pada dasarnya, semua sektor selain yang menjadi wewenang negara dan daerah boleh dikelola swasta. Bagaimana bila swasta ingin mengelola sektor yang menjadi wewenang negara dan daerah? Misalnya, ikut mendirikan rumah sakit dan sekolah.
   Apabila swasta ingin ikut mendirikan rumah sakit dan sekolah maka harus mendapat izin dari pemerintah daerah setempat. Swasta harus mengurus proses perizinannya terlebih dahulu. Selain itu, untuk membatasi dan mengontrol sektor-sektor yang boleh dikelola swasta, pemerintah daerah membuat aturan yang harus dipenuhi swasta, seperti keharusan swasta memiliki IMB (Izin Mendirikan Bangunan), SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan) dan TDP (Tanda Daftar Perusahaan).

Demikian pembahasan mengenai Sektor-Sektor yang Dikelola Negara dan Daerah. Semoga tulisan yang berjudul Sektor-Sektor yang Dikelola Negara dan Daerah bermanfaat bagi pembaca sekalian...

Labels: