BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Penyajian Hasil Penelitian
1. Hasil Penelitian
a. Strategi Produk
Dalam merancang produk yang dihasilkan, terdapat beberapa tahapan yang selalu diperhatikan sehingga produk dapat diterima konsumen, yaitu:
1) Perencanaan produk meliputi:
Sebelum membuat suatu produk perlu dilakukan suatu perencanaan produk. Hal ini mempengaruhi berhasil atau tidaknya dalam menghasilkan produk yang berkualitas. Hal-hal yang perlu diperhatikan diantaranya :
a) Pengadaan bahan baku
Tabel 2. Pengadaan bahan baku pada Warung Bakso Barokah di Kota Makassar
b) Jenis Produk
Produk yang dihasilkan oleh Warung Bakso Barokah di Kota Makassar berupa bakso, mie kuah, dan mie goreng.
2) Pengembangan Produk
a) Desain produk
Desain produk yang digunakan oleh Warung Bakso Barokah di Kota Makassar adalah bakso yang dijual memiliki bentuk bulat, ada bentuk bulat kecil yang berisi daging dan bentuk bulat besar yang berisi telur ayam. Dalam setiap mangkuknya terdapat enam biji bakso beserta mie dan bihun.
b) Mutu produk
Produk yang dijual oleh Warung Bakso Barokah di Kota Makassar adalah memiliki cita rasa yang enak. Produk bakso ini memiliki tekstur yang kenyal dan berwarna keabu-abuan. Ciri-ciri bakso yang baik adalah elastis, kenyal, sedap dan warna keabu-abuan. Berdasarkan ciri-ciri bakso tersebut, maka produk bakso yang dijual oleh Warung Bakso Barokah di Kota Makassar yaitu memiliki ciri-ciri bakso yang baik karena bakso yang dijual adalah elastis, kenyal, enak, dan berwarna keabu-abuan.
Tabel 3. Perubahan produk pada Warung Bakso Barokah di Kota Makassar Tahun 2011-2015.
Berdasarkan tabel di atas, menunjukkan bahwa pada tahun 2011, jenis produk yang dijual hanya ada satu produk berupa bakso, sedangkan pada tahun 2012, jenis produknya tidak bertambah yaitu hanya satu produk berupa bakso, selanjutnya pada tahun 2013, jenis produknya bertambah menjadi dua jenis produk yaitu bakso dan mie kuah, sedangkan pada tahun 2014 dan 2015 jenis produknya bertambah menjadi tiga jenis produk yaitu bakso, mie kuah, dan mie goreng.
Pada Warung Bakso Barokah belum menerapkan strategi produk dalam usahanya. Dimana produk yang dijual oleh Warung Bakso Barokah kurang bervariasi, yaitu hanya terdiri atas 3 jenis produk saja. Hal ini dapat mengurangi volume penjualan. Salah satu cara dalam meningkatkan volume penjualan adalah dengan menerapkan diversifikasi produk, yaitu dengan menambah variasi produk. Sehingga jika Warung Bakso Barokah menambah variasi produknya dapat meningkatkan volume penjualannya.
b. Strategi Harga
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi penetapan harga pada Warung Bakso Barokah di Kota Makassar yaitu sebagai berikut :
1) Faktor-faktor yang mempengaruhi penetapan harga pada Warung Bakso Barokah di Kota Makassar meliputi:
a) Kondisi perekonomian
Kondisi perekonomian sangat mempengaruhi tingkat harga yang berlaku yaitu adanya kenaikan bahan baku seperti harga daging sapi dan daging ayam yang semakin mahal serta bahan-bahan lainnya, sehingga apabila harga bahan baku naik maka harga produk juga akan mengalami kenaikan. Seperti yang dilihat pada Warung Bakso Barokah yang menaikkan harga baksonya dari harga Rp4.000,00 menjadi Rp5.000,00.
b) Permintaan dan penawaran
Warung Bakso Barokah di Kota Makassar melakukan penawaran yang kecil pada tingkat harga produk lebih murah dibandingkan dengan harga produk bakso lainnya. Dengan harga murah ini dapat mengakibatkan permintaan yang lebih besar. Harga bakso yang ditetapkan oleh Warung Bakso Barokah yaitu Rp5.000,00.
c) Persaingan
Banyaknya usaha sejenis yang menawarkan kelebihan-kelebihan pada produknya menuntut Warung Bakso Barokah di Kota Makassar menetapkan harga yang selaras dengan kelebihan yang ditonjolkan pada produk. Namun selain harrga yang ditetapkan oleh pesaing perusahaan juga telah menyesuaikan segmen yang sesuai dengan harga yang telah ditetapkannya.
d) Biaya
Kenaikan harga bahan baku dalam pembuatan bakso disertai dengan biaya operasional pabrik turut memberikan dampak penyesuaian harga dari perusahaan. Perubahan naik dan turun biaya-biaya yang mengiringi kegiatan usaha, akan mempengaruhi penetapan harga produk.
2) Strategi harga yang diterapkan pada Warung Bakso Barokah di Kota Makassar
Warung Bakso Barokah di Kota Makassar belum menerapkan strategi harga dalam menjual produknya. Dimana dalam pembelian produknya, tidak menerapkan potongan harga atau diskon pada produk yang dibeli konsumen. Dalam menarik jumlah pembeli, diperlukan strategi harga berupa potongan harga atau diskon. Sehingga jika Warung Bakso Barokah menerapkan diskon pada pembelian produknya, dapat menambah jumlah pembeli. Bertambahnya jumlah pembeli dapat meningkatkan volume penjualan pada Warung Bakso Barokah di Kota Makassar.
c. Strategi Distribusi
Warung Bakso Barokah di Kota Makassar belum menerapkan strategi distribusi yang baik karena usahanya hanya memiliki satu cabang usaha saja, sehingga tidak dapat menjangkau banyak pembeli karena hanya memiliki satu cabang usaha saja. Hal ini dapat mengurangi jumlah pembeli yang pada akhirnya mengurangi volume penjualannya.
Warung Bakso Barokah di Kota Makassar memiliki tempat yang kurang strategis, karena berada di daerah lorong. Selain itu, tempat usaha pada Warung Bakso Barokah ini, memiliki tempat usaha yang sempit, kurangnya fasilitas yang disediakan seperti kurangnya kursi dan meja, kurang dilengkapi dengan kipas angin atau AC, serta tidak dilengkapi dengan lahan parkir, sehingga mengurang jumlah penjualan karena tempat yang disediakan tidak memadai.
Pada Warung Bakso Barokah ini tidak menggunakan biaya distribusi karena proses saluran pendistribusiannya dilakukan secara langsung, sehingga tidak mengeluarkan biaya distrbusi dalam proses penyaluran produknya.
Tabel 4. Data tempat pada Warung Bakso Barokah di Kota Makassar tahun 2011-2015
Berdasarkan tabel di atas, menunjukkan bahwa pada tahun 2011, tempat penjualan pada Warung Bakso Barokah hanya menggunakan gerobak dorong, dalam menjual produknya. Sedangkan pada tahun 2012, tempat penjualannya masih menggunakan gerobak, selanjutnya pada tahun 2013-2015, Warung Bakso Barokah sudah memiliki tempat usaha dalam menjual produknya, tanpa harus berjalan dengan menggunakan gerobak dorong.
Perubahan yang dilakukan oleh Warung Bakso Barokah di Kota Makassar dari yang awalnya hanya menggunakan gerobak dorong berubah menjadi tempat usaha tetap. Hal ini dilakukan karena Warung Bakso Barokah ingin mengembangkan usahanya sehingga mendirikan tempat usaha menetap.
d. Strategi Promosi
Promosi merupakan kegiatan yang disusun perusahaan untuk memperkenalkan produknya dan menarik perhatian mitra kerja agar tertarik membeli. Penggunaan media promosi juga harus disesuaikan dengan perantara pasar dan kondisi perusahaan sendiri. Hal ini dimaksudkan agar kegiatan promosi menjadi efektif dan efisien.
Adapun kegiatan promosi Warung Bakso Barokah di Kota Makassar adalah sebagai berikut :
1) Menggunakan Papan Nama. Pada Warung Bakso Barokah menggunakan papan nama di depan tempat usahanya, sehingga orang-orang bisa mengetahui bahwa tempat tersebut menjual bakso.
2) Promosi dari mulut ke mulut. Pada Warung Bakso Barokah dikenal hanya melalui promosi dari mulut ke mulut oleh pembeli yang telah membeli produknya. Pembeli tersebut menceritakan kepada orang lain sehingga Warung Bakso Barokah ini dapat meningkatkan hasil penjualannya
Adapun promosi yang dilakukan oleh Warung Bakso Barokah di Kota Makassar yaitu sebagai berikut :
Tabel 5. Data promosi pada Warung Bakso Barokah di Kota Makassar tahun 2011-2015
Berdasarkan tabel di atas, menunjukkan bahwa promosi yang dilakukan oleh Warung Bakso Barokah di Kota Makassar, pada tahun 2011-2012 menggunakan gerobak keliling, sedangkan pada tahun 2013, Warung Bakso Barokah sudah memiliki tempat usaha dan memasang papan nama di bagian depan tempat usahanya, selanjutnya pada tahun 2014-2015 melakukan penerimaan pemesanan bagi konsumen yang ingin memesan bakso yang banyak.
e. Pengaruh Strategi Bauran Pemasaran terhadap Volume Penjualan pada Warung Bakso Barokah di Kota Makassar
Kegiatan bisnis pasar merupakan perantara yang bagus untuk mempromosikan produk-produk yang akan dijual. Produk-produk baru yang dihasilkan harus menitikberatkan pada kebutuhan dan keinginan pasar. Hal ini merubah orientasi perusahaan yaitu bukan lagi hanya pada volume penjualan saja, tetapi juga menekan pada kepuasan konsumen, sehingga konsumen akan mengkonsumsi secara berkelanjutan. Demikian pula dengan Warung Bakso Barokah yang bergerak di bidang industri pembuatan dan penjualan produk bakso. Dengan melaksanakan strategi bauran pemasaran yang terdiri dari empat indikator (produk, harga, promosi, dan distribusi) tersebut diharapkan dapat berpengaruh terhadap volume penjualan pada Warung Bakso Barokah di Kota Makassar.
Tabel 6. Perkembangan Volume Penjualan yang diperoleh Warung Bakso Barokah di Kota Makassar tahun 2011-2015
Dengan demikian untuk mengetahui dampak sejauh mana pengaruh strategi bauran pemasaran terhadap volume penjualan pada Warung Bakso Barokah di Kota Makassar dapat diketahui dengan membandingkan volume penjualan selama 5 tahun terakhir, yaitu penjualan tahun 2011-2015.
Pada tahun 2011, volume penjualan bakso pada Warung Bakso Barokah mencapai 144.000 unit. Sedangkan pada tahun 2012, volume penjualan mengalami penurunan menjadi 135.000 unit. Selanjutnya pada tahun 2013, volume penjualan mengalami penurunan drastis menjadi 79.200 unit. Sedangkan pada tahun 2014, volume penjualan mengalami peningkatan menjadi 108.000, dan pada tahun 2015, volume penjualan mengalami peningkatan menjadi 129.600 unit.
Perubahan volume penjualan yang berfluktuasi disebabkan karena Warung Bakso Barokah menjual produk yang kurang bervariasi, yaitu hanya 3 jenis produk saja. Selain itu, dalam penjualan produknya, belum menerapkan potongan harga atau diskon dalam penjualan produknya dan cabang usaha pada Warung Bakso Barokah hanya memiliki satu cabang usaha saja serta promosi hanya dilakukan dengan memasang papan nama di depan tempat usahanya. Hal ini menunjukkan bahwa Warung Bakso Barokah belum menerapkan strategi bauran pemasaran pada usahanya. Sehingga dapat mengurangi volume penjualan pada Warung Bakso Barokah di Kota Makassar.
2. Analisis Data
a. Pengaruh Produk terhadap Volume Penjualan pada Warung Bakso Barokah di Kota Makassar
1) Analisis regresi linier
Tabel 7. Hasil Analisis Data Regresi Linier
Berdasarkan data pada tabel di atas, maka dapat dibuat persamaan regresi linear sederhana dimana nilai a yang diperoleh sebesar 5.000 dan nilai b sebesar -1.000, sehingga bila dimasukkan ke dalam persamaan maka hasilnya adalah sebagai berikut:
Y = 5.000 – 1.000X
Berdasarkan hasil pengelolaan komputer diperoleh hasil persamaan regresi linear sederhana yakni Y = 5.000 – 1.000X. Hal ini berarti bahwa nilai konstanta sebesar 5.000. Hal ini berarti bahwa jika produk tetap atau tidak mengalami perubahan maka produk sebesar nilai konstanta yaitu 5.000 (dalam ribu). Sedangkan nilai koefisien produk sebesar -1.000X dan bertanda negatif, ini menunjukkan bahwa produk mempunyai hubungan yang berlawanan arah dengan variabel volume penjualan. Hal ini mengandung arti bahwa setiap kenaikan produk satu satuan maka variabel volume penjualan akan turun sebesar 1000 dengan asumsi bahwa variabel bebas yang lain dari model regresi adalah tetap.
2) Analisis koefisien korelasi
Tabel 8. Hasil Analisis koefisien korelasi
Analisis selanjutnya yaitu analisis korelasi product moment untuk mengetahui besarnya korelasi atau hubungan produk (XI) terhadap Volume penjualan (Y). Dari hasil analisis, maka korelasi (r) sebesar 0,632 dimana berdasarkan pada pedoman interpretasi nilai koefisien korelasi berada pada interval 0,60-0,799, yang berarti bahwa besarnya korelasi antara produk yang bervariasi terhadap volume penjualan pada Warung Bakso Barokah di Kota Makassar adalah kuat. Sedangkan koefisien determinasi adalah 0,400 atau 40,0 persen. Yang berarti bahwa pengaruh produk terhadap volume penjualan adalah 40,0 persen.
3) Uji T
Tabel 9. Hasil Analisis Uji T
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Penyajian Hasil Penelitian
1. Hasil Penelitian
a. Strategi Produk
Dalam merancang produk yang dihasilkan, terdapat beberapa tahapan yang selalu diperhatikan sehingga produk dapat diterima konsumen, yaitu:
1) Perencanaan produk meliputi:
Sebelum membuat suatu produk perlu dilakukan suatu perencanaan produk. Hal ini mempengaruhi berhasil atau tidaknya dalam menghasilkan produk yang berkualitas. Hal-hal yang perlu diperhatikan diantaranya :
a) Pengadaan bahan baku
Tabel 2. Pengadaan bahan baku pada Warung Bakso Barokah di Kota Makassar
Pengadaan Bahan Baku |
Produk yang dihasilkan oleh Warung Bakso Barokah di Kota Makassar berupa bakso, mie kuah, dan mie goreng.
2) Pengembangan Produk
a) Desain produk
Desain produk yang digunakan oleh Warung Bakso Barokah di Kota Makassar adalah bakso yang dijual memiliki bentuk bulat, ada bentuk bulat kecil yang berisi daging dan bentuk bulat besar yang berisi telur ayam. Dalam setiap mangkuknya terdapat enam biji bakso beserta mie dan bihun.
b) Mutu produk
Produk yang dijual oleh Warung Bakso Barokah di Kota Makassar adalah memiliki cita rasa yang enak. Produk bakso ini memiliki tekstur yang kenyal dan berwarna keabu-abuan. Ciri-ciri bakso yang baik adalah elastis, kenyal, sedap dan warna keabu-abuan. Berdasarkan ciri-ciri bakso tersebut, maka produk bakso yang dijual oleh Warung Bakso Barokah di Kota Makassar yaitu memiliki ciri-ciri bakso yang baik karena bakso yang dijual adalah elastis, kenyal, enak, dan berwarna keabu-abuan.
Tabel 3. Perubahan produk pada Warung Bakso Barokah di Kota Makassar Tahun 2011-2015.
Perubahan Produk pada Warung Bakso Barokah di Kota Makassar |
Pada Warung Bakso Barokah belum menerapkan strategi produk dalam usahanya. Dimana produk yang dijual oleh Warung Bakso Barokah kurang bervariasi, yaitu hanya terdiri atas 3 jenis produk saja. Hal ini dapat mengurangi volume penjualan. Salah satu cara dalam meningkatkan volume penjualan adalah dengan menerapkan diversifikasi produk, yaitu dengan menambah variasi produk. Sehingga jika Warung Bakso Barokah menambah variasi produknya dapat meningkatkan volume penjualannya.
b. Strategi Harga
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi penetapan harga pada Warung Bakso Barokah di Kota Makassar yaitu sebagai berikut :
1) Faktor-faktor yang mempengaruhi penetapan harga pada Warung Bakso Barokah di Kota Makassar meliputi:
a) Kondisi perekonomian
Kondisi perekonomian sangat mempengaruhi tingkat harga yang berlaku yaitu adanya kenaikan bahan baku seperti harga daging sapi dan daging ayam yang semakin mahal serta bahan-bahan lainnya, sehingga apabila harga bahan baku naik maka harga produk juga akan mengalami kenaikan. Seperti yang dilihat pada Warung Bakso Barokah yang menaikkan harga baksonya dari harga Rp4.000,00 menjadi Rp5.000,00.
b) Permintaan dan penawaran
Warung Bakso Barokah di Kota Makassar melakukan penawaran yang kecil pada tingkat harga produk lebih murah dibandingkan dengan harga produk bakso lainnya. Dengan harga murah ini dapat mengakibatkan permintaan yang lebih besar. Harga bakso yang ditetapkan oleh Warung Bakso Barokah yaitu Rp5.000,00.
c) Persaingan
Banyaknya usaha sejenis yang menawarkan kelebihan-kelebihan pada produknya menuntut Warung Bakso Barokah di Kota Makassar menetapkan harga yang selaras dengan kelebihan yang ditonjolkan pada produk. Namun selain harrga yang ditetapkan oleh pesaing perusahaan juga telah menyesuaikan segmen yang sesuai dengan harga yang telah ditetapkannya.
d) Biaya
Kenaikan harga bahan baku dalam pembuatan bakso disertai dengan biaya operasional pabrik turut memberikan dampak penyesuaian harga dari perusahaan. Perubahan naik dan turun biaya-biaya yang mengiringi kegiatan usaha, akan mempengaruhi penetapan harga produk.
2) Strategi harga yang diterapkan pada Warung Bakso Barokah di Kota Makassar
Warung Bakso Barokah di Kota Makassar belum menerapkan strategi harga dalam menjual produknya. Dimana dalam pembelian produknya, tidak menerapkan potongan harga atau diskon pada produk yang dibeli konsumen. Dalam menarik jumlah pembeli, diperlukan strategi harga berupa potongan harga atau diskon. Sehingga jika Warung Bakso Barokah menerapkan diskon pada pembelian produknya, dapat menambah jumlah pembeli. Bertambahnya jumlah pembeli dapat meningkatkan volume penjualan pada Warung Bakso Barokah di Kota Makassar.
c. Strategi Distribusi
Warung Bakso Barokah di Kota Makassar belum menerapkan strategi distribusi yang baik karena usahanya hanya memiliki satu cabang usaha saja, sehingga tidak dapat menjangkau banyak pembeli karena hanya memiliki satu cabang usaha saja. Hal ini dapat mengurangi jumlah pembeli yang pada akhirnya mengurangi volume penjualannya.
Warung Bakso Barokah di Kota Makassar memiliki tempat yang kurang strategis, karena berada di daerah lorong. Selain itu, tempat usaha pada Warung Bakso Barokah ini, memiliki tempat usaha yang sempit, kurangnya fasilitas yang disediakan seperti kurangnya kursi dan meja, kurang dilengkapi dengan kipas angin atau AC, serta tidak dilengkapi dengan lahan parkir, sehingga mengurang jumlah penjualan karena tempat yang disediakan tidak memadai.
Pada Warung Bakso Barokah ini tidak menggunakan biaya distribusi karena proses saluran pendistribusiannya dilakukan secara langsung, sehingga tidak mengeluarkan biaya distrbusi dalam proses penyaluran produknya.
Tabel 4. Data tempat pada Warung Bakso Barokah di Kota Makassar tahun 2011-2015
Data Tempat pada Warung Bakso Barokah di Kota Makassar |
Perubahan yang dilakukan oleh Warung Bakso Barokah di Kota Makassar dari yang awalnya hanya menggunakan gerobak dorong berubah menjadi tempat usaha tetap. Hal ini dilakukan karena Warung Bakso Barokah ingin mengembangkan usahanya sehingga mendirikan tempat usaha menetap.
d. Strategi Promosi
Promosi merupakan kegiatan yang disusun perusahaan untuk memperkenalkan produknya dan menarik perhatian mitra kerja agar tertarik membeli. Penggunaan media promosi juga harus disesuaikan dengan perantara pasar dan kondisi perusahaan sendiri. Hal ini dimaksudkan agar kegiatan promosi menjadi efektif dan efisien.
Adapun kegiatan promosi Warung Bakso Barokah di Kota Makassar adalah sebagai berikut :
1) Menggunakan Papan Nama. Pada Warung Bakso Barokah menggunakan papan nama di depan tempat usahanya, sehingga orang-orang bisa mengetahui bahwa tempat tersebut menjual bakso.
2) Promosi dari mulut ke mulut. Pada Warung Bakso Barokah dikenal hanya melalui promosi dari mulut ke mulut oleh pembeli yang telah membeli produknya. Pembeli tersebut menceritakan kepada orang lain sehingga Warung Bakso Barokah ini dapat meningkatkan hasil penjualannya
Adapun promosi yang dilakukan oleh Warung Bakso Barokah di Kota Makassar yaitu sebagai berikut :
Tabel 5. Data promosi pada Warung Bakso Barokah di Kota Makassar tahun 2011-2015
Data Promosi pada Warung Bakso Barokah di Kota Makassar |
e. Pengaruh Strategi Bauran Pemasaran terhadap Volume Penjualan pada Warung Bakso Barokah di Kota Makassar
Kegiatan bisnis pasar merupakan perantara yang bagus untuk mempromosikan produk-produk yang akan dijual. Produk-produk baru yang dihasilkan harus menitikberatkan pada kebutuhan dan keinginan pasar. Hal ini merubah orientasi perusahaan yaitu bukan lagi hanya pada volume penjualan saja, tetapi juga menekan pada kepuasan konsumen, sehingga konsumen akan mengkonsumsi secara berkelanjutan. Demikian pula dengan Warung Bakso Barokah yang bergerak di bidang industri pembuatan dan penjualan produk bakso. Dengan melaksanakan strategi bauran pemasaran yang terdiri dari empat indikator (produk, harga, promosi, dan distribusi) tersebut diharapkan dapat berpengaruh terhadap volume penjualan pada Warung Bakso Barokah di Kota Makassar.
Tabel 6. Perkembangan Volume Penjualan yang diperoleh Warung Bakso Barokah di Kota Makassar tahun 2011-2015
Perkembangan Volume Penjualan |
Pada tahun 2011, volume penjualan bakso pada Warung Bakso Barokah mencapai 144.000 unit. Sedangkan pada tahun 2012, volume penjualan mengalami penurunan menjadi 135.000 unit. Selanjutnya pada tahun 2013, volume penjualan mengalami penurunan drastis menjadi 79.200 unit. Sedangkan pada tahun 2014, volume penjualan mengalami peningkatan menjadi 108.000, dan pada tahun 2015, volume penjualan mengalami peningkatan menjadi 129.600 unit.
Perubahan volume penjualan yang berfluktuasi disebabkan karena Warung Bakso Barokah menjual produk yang kurang bervariasi, yaitu hanya 3 jenis produk saja. Selain itu, dalam penjualan produknya, belum menerapkan potongan harga atau diskon dalam penjualan produknya dan cabang usaha pada Warung Bakso Barokah hanya memiliki satu cabang usaha saja serta promosi hanya dilakukan dengan memasang papan nama di depan tempat usahanya. Hal ini menunjukkan bahwa Warung Bakso Barokah belum menerapkan strategi bauran pemasaran pada usahanya. Sehingga dapat mengurangi volume penjualan pada Warung Bakso Barokah di Kota Makassar.
2. Analisis Data
a. Pengaruh Produk terhadap Volume Penjualan pada Warung Bakso Barokah di Kota Makassar
1) Analisis regresi linier
Tabel 7. Hasil Analisis Data Regresi Linier
Hasil Analisis Data Regresi Linear |
Y = 5.000 – 1.000X
Berdasarkan hasil pengelolaan komputer diperoleh hasil persamaan regresi linear sederhana yakni Y = 5.000 – 1.000X. Hal ini berarti bahwa nilai konstanta sebesar 5.000. Hal ini berarti bahwa jika produk tetap atau tidak mengalami perubahan maka produk sebesar nilai konstanta yaitu 5.000 (dalam ribu). Sedangkan nilai koefisien produk sebesar -1.000X dan bertanda negatif, ini menunjukkan bahwa produk mempunyai hubungan yang berlawanan arah dengan variabel volume penjualan. Hal ini mengandung arti bahwa setiap kenaikan produk satu satuan maka variabel volume penjualan akan turun sebesar 1000 dengan asumsi bahwa variabel bebas yang lain dari model regresi adalah tetap.
2) Analisis koefisien korelasi
Tabel 8. Hasil Analisis koefisien korelasi
Hasil Analisis Koefisien Korelasi |
3) Uji T
Tabel 9. Hasil Analisis Uji T
Hasil Analisis Uji T |
Data pada tabel di atas menunjukkan bahwa taraf signifikan 0,252 lebih besar dari 0,05 maka hipotesis ditolak. Artinya tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara produk dengan volume penjualan pada Warung Bakso Barokah di Kota Makassar. Sehingga hipotesis yang diajukan yakni, “diduga produk berpengaruh signifikan terhadap volume penjualan pada Warung Bakso Barokah di Kota Makassar” ditolak.
Penyebab antara tidak signifikan antara produk dengan volume penjualan pada Warung Bakso Barokah karena produk yang dijual kurang bervariasi, sehingga mengurangi volume penjualan.
b. Pengaruh Harga terhadap Volume Penjualan pada Warung Bakso Barokah di Kota Makassar
1) Analisis regresi linier
Tabel 10. Hasil Analisis Data Regresi Linier
Berdasarkan data pada tabel di atas, maka dapat dibuat persamaan regresi linear sederhana dimana nilai a yang diperoleh sebesar 7.000 dan nilai b sebesar -2.500, sehingga bila dimasukkan ke dalam persamaan maka hasilnya adalah sebagai berikut:
Y = 7.000 – 2.500X
Berdasarkan hasil pengelolaan komputer diperoleh hasil persamaan regresi linear sederhana yakni Y = 7.000 – 2.500X. Hal ini berarti bahwa nilai konstanta sebesar 7.000. Hal ini berarti bahwa jika harga tetap atau tidak mengalami perubahan maka harga sebesar nilai konstanta yaitu 7.000 (dalam ribu). Sedangkan nilai koefisien harga sebesar -2.500X dan bertanda negatif, ini menunjukkan bahwa harga mempunyai hubungan yang berlawanan arah dengan variabel volume penjualan. Hal ini mengandung arti bahwa setiap kenaikan harga satu satuan maka variabel volume penjualan akan turun sebesar 2500 dengan asumsi bahwa variabel bebas yang lain dari model regresi adalah tetap.
2) Analisis koefisien korelasi
Tabel 11. Hasil Analisis Koefisien Korelasi
Analisis selanjutnya yaitu analisis korelasi product moment untuk mengetahui besarnya korelasi atau hubungan harga (X2) terhadap Volume penjualan (Y). Dari hasil analisis, maka korelasi (r) sebesar 0,866 dimana berdasarkan pada pedoman interpretasi nilai koefisien korelasi berada pada interval 0,80-1,000 yang berarti bahwa besarnya korelasi antara harga terhadap volume penjualan pada Warung Bakso Barokah di Kota Makassar adalah sangat kuat. Sedangkan koefisien determinasi adalah 0,750 atau 75,0 persen. Yang berarti bahwa pengaruh harga terhadap volume penjualan adalah 75,0 persen. Hal ini menunjukkan bahwa harga memiliki korelasi yang sangat kuat dalam mempengaruhi volume penjualan.
3) Uji T
Tabel 12. Hasil Analisis Uji T
Data pada tabel di atas menunjukkan bahwa taraf signifikan 0,058 lebih besar dari 0,05 maka hipotesis ditolak. Artinya tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara harga dengan volume penjualan pada Warung Bakso Barokah di Kota Makassar. Sehingga hipotesis yang diajukan yakni, “diduga harga berpengaruh signifikan terhadap volume penjualan pada Warung Bakso Barokah di Kota Makassar” ditolak.
Penyebab antara harga dengan volume penjualan tidak signifikan karena disebabkan karena tidak menerapkan strategi harga dalam menjual produk, dimana tidak menerapkan potongan harga atau diskon dalam menjual produknya. Sehingga dapat mengurangi volume penjualannya.
c. Pengaruh Tempat terhadap Volume Penjualan pada Warung Bakso Barokah di Kota Makassar
1) Analisis regresi linier
Tabel 13. Hasil Analisis Data Regresi Linier
Berdasarkan data pada tabel di atas, maka dapat dibuat persamaan regresi linear sederhana dimana nilai a yang diperoleh sebesar 7.000 dan nilai b sebesar -2.500, sehingga bila dimasukkan ke dalam persamaan maka hasilnya adalah sebagai berikut:
Y = 7.000 – 2.500X
Berdasarkan hasil pengelolaan komputer diperoleh hasil persamaan regresi linear sederhana yakni Y = 7.000 – 2.500X. Hal ini berarti bahwa nilai konstanta sebesar 7.000. Hal ini berarti bahwa jika tempat tetap atau tidak mengalami perubahan maka tempat sebesar nilai konstanta yaitu 7.000 (dalam ribu). Sedangkan nilai koefisien tempat sebesar -2.500X dan bertanda negatif, ini menunjukkan bahwa tempat mempunyai pengaruh yang berlawanan arah dengan variabel volume penjualan. Hal ini mengandung arti bahwa setiap penambahan tempat satu satuan maka variabel volume penjualan akan turun sebesar 2500 dengan asumsi bahwa variabel bebas yang lain dari model regresi adalah tetap.
2) Analisis koefisien korelasi
Tabel 14. Hasil Analisis Data Koefisien Korelasi
Analisis selanjutnya yaitu analisis korelasi product moment untuk mengetahui besarnya korelasi atau hubungan distribusi (X3) terhadap Volume penjualan (Y). Dari hasil analisis, maka korelasi (r) sebesar 0,866 dimana berdasarkan pada pedoman interpretasi nilai koefisien korelasi berada pada interval 0,80-1,000 yang berarti bahwa besarnya korelasi antara tempat terhadap volume penjualan pada Warung Bakso Barokah di Kota Makassar adalah sangat kuat. Sedangkan koefisien determinasi adalah 0,750 atau 75,0 persen. Yang berarti bahwa pengaruh tempat terhadap volume penjualan adalah 75,0 persen. Hal ini menunjukkan bahwa antara tempat dengan volume penjualan memiliki korelasi yang sangat kuat yaitu sebesar 75,0 persen.
3) Uji T
Tabel 15. Hasil Analisis Uji T
Data pada tabel di atas menunjukkan bahwa taraf signifikan 0,058 lebih besar dari 0,05 maka hipotesis ditolak. Artinya tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara distribusi dengan volume penjualan pada Warung Bakso Barokah di Kota Makassar. Sehingga hipotesis yang diajukan yakni, “diduga tempat berpengaruh signifikan terhadap volume penjualan pada Warung Bakso Barokah di Kota Makassar” ditolak.
Penyebab antara tempat dengan volume penjualan tidak signifikan karena Warung Bakso Barokah di Kota Makassar hanya memiliki satu cabang usaha saja, sehingga mengurangi volume penjualannya. Selain itu, lokasi tempat pada Warung Bakso Barokah di Kota Makassar kurang strategis karena berada di daerah lorong, sehingga mengurangi volume penjualan, tempat yang disediakan kurang memadai, dimana fasilitas yang disediakan masih minim atau kurang memadai, seperti kurangnya kursi dan meja, tidak adanya tempat parkiran dan memiliki ruangan yang sempit.
d. Pengaruh Promosi terhadap Volume Penjualan pada Warung Bakso Barokah di Kota Makassar
1) Analisis regresi linear
Tabel 16. Hasil Analisis Data Regresi Linier
Berdasarkan data pada tabel di atas, maka dapat dibuat persamaan regresi linear sederhana dimana nilai a yang diperoleh sebesar 5.000 dan nilai b sebesar -1.000, sehingga bila dimasukkan ke dalam persamaan maka hasilnya adalah sebagai berikut:
Y = 5.000 – 1.000X
Berdasarkan hasil pengelolaan komputer diperoleh hasil persamaan regresi linear sederhana yakni Y = 5.000 – 1.000X. Hal ini berarti bahwa nilai konstanta sebesar 5.000. Hal ini berarti bahwa jika promosi tetap atau tidak mengalami perubahan maka promosi sebesar nilai konstanta yaitu 5.000 (dalam ribu). Sedangkan nilai koefisien produk sebesar -1.000X dan bertanda negatif, ini menunjukkan bahwa promosi mempunyai hubungan yang berlawanan arah dengan variabel volume penjualan. Hal ini mengandung arti bahwa setiap kenaikan promosi satu satuan maka variabel volume penjualan akan turun sebesar 1000 dengan asumsi bahwa variabel bebas yang lain dari model regresi adalah tetap
2) Analisis koefisien korelasi
Tabel 17. Hasil Analisis Data koefisien korelasi
Analisis selanjutnya yaitu analisis korelasi product moment untuk mengetahui besarnya korelasi atau hubungan promosi (XI) terhadap Volume penjualan (Y). Dari hasil analisis, maka korelasi (r) sebesar 0,632 dimana berdasarkan pada pedoman interpretasi nilai koefisien korelasi berada pada interval 0,60-0,799, yang berarti bahwa besarnya korelasi antara promosi yang bervariasi terhadap volume penjualan pada Warung Bakso Barokah di Kota Makassar adalah kuat. Sedangkan koefisien determinasi adalah 0,400 atau 40,0 persen. Yang berarti bahwa pengaruh promosi terhadap volume penjualan adalah 40,0 persen.
3) Uji T
Tabel 18. Hasil Analisis Uji T
Data pada tabel di atas menunjukkan bahwa taraf signifikan 0,252 lebih besar dari 0,05 maka hipotesis ditolak. Artinya tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara promosi dengan volume penjualan pada Warung Bakso Barokah di Kota Makassar. Sehingga hipotesis yang diajukan yakni, “diduga promosi berpengaruh signifikan terhadap volume penjualan pada Warung Bakso Barokah di Kota Makassar” ditolak.
Penyebab antara promosi dengan volume penjualan tidak signifikan karena kurangnya promosi yang dilakukan oleh Warung Bakso Barokah di Kota Makassar yaitu promosi yang dilakukan masih sangat kurang yaitu hanya menggunakan papan nama ditempat usahanya sehingga mengurangi volume penjualan pada Warung Bakso Barokah di Kota Makassar.
B. Pembahasan
1. Pengaruh Strategi Produk terhadap Volume Penjualan pada Warung Bakso Barokah di Kota Makassar
Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa produk tidak berpengaruh signifikan terhadap volume penjualan pada Warung Bakso Barokah di Kota Makassar. Namun, memiliki korelasi yang kuat yaitu sebesar 40,0 persen., Penyebab yang menjadi tidak signifikan antara produk dengan volume penjualan karena produk yang dijual oleh warung Bakso Barokah kurang bervariasi, dimana tidak ada produk baru yang dijual. Jadi, walaupun harganya murah, tetapi produk yang ditawarkan kurang bervariasi akan mengurangi volume penjualan pada Warung Bakso Barokah di Kota Makassar. Selain itu, produk yang dijual tidak diberikan merek pada setiap produknya.
2. Pengaruh Strategi Harga terhadap Volume Penjualan pada Warung Bakso Barokah di Kota Makassar
Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara harga dengan volume penjualan pada Warung Bakso Barokah di Kota Makassar, namun memiliki korelasi yang sangat kuat sebesar 75,0 persen. Adapun penyebab tidak signifikan antara harga dengan volume penjualan yaitu tidak menerapkan potongan harga atau diskon dalam penjualan produknya.
3. Pengaruh Strategi Tempat terhadap Volume Penjualan pada Warung Bakso Barokah di Kota Makassar
Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara tempat dengan volume penjualan pada Warung Bakso Barokah di Kota Makassar. Namun memiliki korelasi yang sangat kuat sebesar 75,0 persen. Adapun yang menjadi penyebab tidak signifikan antara tempat dengan volume penjualan yaitu Warung Bakso Barokah hanya memiliki satu cabang usaha saja, sehingga dapat mengurangi volume penjualannya. Selain itu, lokasi tempat yang kurang strategis karena berada di lorong dan fasilitas yang disediakan masih kurang memadai, dimana kurangnya kursi dan meja, serta tidak adanya lahan parkir yang disediakan, sehingga dapat mengurangi volume penjualan pada Warung Bakso Barokah di Kota Makassar.
4. Pengaruh Strategi Promosi terhadap Volume Penjualan pada Warung Bakso Barokah di Kota Makassar
Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa promosi tidak signifikan dengan volume penjualan, namun memiliki korelasi yang kuat yaitu sebesar 40,0 persen. Adapun penyebab tidak signifikannya antara promosi dengan volume penjualan pada Warung Bakso Barokah di Kota Makassar yaitu promosi yang dilakukan masih sangat kurang, yaitu promosi yang dilakukan hanya memasang papan nama di tempat usahanya. Sehingga mengurangi volume penjualan.
Penyebab antara tidak signifikan antara produk dengan volume penjualan pada Warung Bakso Barokah karena produk yang dijual kurang bervariasi, sehingga mengurangi volume penjualan.
b. Pengaruh Harga terhadap Volume Penjualan pada Warung Bakso Barokah di Kota Makassar
1) Analisis regresi linier
Tabel 10. Hasil Analisis Data Regresi Linier
Hasil Analisi Data Regresi Linear |
Y = 7.000 – 2.500X
Berdasarkan hasil pengelolaan komputer diperoleh hasil persamaan regresi linear sederhana yakni Y = 7.000 – 2.500X. Hal ini berarti bahwa nilai konstanta sebesar 7.000. Hal ini berarti bahwa jika harga tetap atau tidak mengalami perubahan maka harga sebesar nilai konstanta yaitu 7.000 (dalam ribu). Sedangkan nilai koefisien harga sebesar -2.500X dan bertanda negatif, ini menunjukkan bahwa harga mempunyai hubungan yang berlawanan arah dengan variabel volume penjualan. Hal ini mengandung arti bahwa setiap kenaikan harga satu satuan maka variabel volume penjualan akan turun sebesar 2500 dengan asumsi bahwa variabel bebas yang lain dari model regresi adalah tetap.
2) Analisis koefisien korelasi
Tabel 11. Hasil Analisis Koefisien Korelasi
Hasil Analisi Koefisien Korelasi |
3) Uji T
Tabel 12. Hasil Analisis Uji T
Hasil Analisis Uji T |
Penyebab antara harga dengan volume penjualan tidak signifikan karena disebabkan karena tidak menerapkan strategi harga dalam menjual produk, dimana tidak menerapkan potongan harga atau diskon dalam menjual produknya. Sehingga dapat mengurangi volume penjualannya.
c. Pengaruh Tempat terhadap Volume Penjualan pada Warung Bakso Barokah di Kota Makassar
1) Analisis regresi linier
Tabel 13. Hasil Analisis Data Regresi Linier
Hasil Analisis Data Regresi linear |
Y = 7.000 – 2.500X
Berdasarkan hasil pengelolaan komputer diperoleh hasil persamaan regresi linear sederhana yakni Y = 7.000 – 2.500X. Hal ini berarti bahwa nilai konstanta sebesar 7.000. Hal ini berarti bahwa jika tempat tetap atau tidak mengalami perubahan maka tempat sebesar nilai konstanta yaitu 7.000 (dalam ribu). Sedangkan nilai koefisien tempat sebesar -2.500X dan bertanda negatif, ini menunjukkan bahwa tempat mempunyai pengaruh yang berlawanan arah dengan variabel volume penjualan. Hal ini mengandung arti bahwa setiap penambahan tempat satu satuan maka variabel volume penjualan akan turun sebesar 2500 dengan asumsi bahwa variabel bebas yang lain dari model regresi adalah tetap.
2) Analisis koefisien korelasi
Tabel 14. Hasil Analisis Data Koefisien Korelasi
Hasil Analisis Data Koefisien Korelasi |
3) Uji T
Tabel 15. Hasil Analisis Uji T
Hasil Analisis Uji T |
Penyebab antara tempat dengan volume penjualan tidak signifikan karena Warung Bakso Barokah di Kota Makassar hanya memiliki satu cabang usaha saja, sehingga mengurangi volume penjualannya. Selain itu, lokasi tempat pada Warung Bakso Barokah di Kota Makassar kurang strategis karena berada di daerah lorong, sehingga mengurangi volume penjualan, tempat yang disediakan kurang memadai, dimana fasilitas yang disediakan masih minim atau kurang memadai, seperti kurangnya kursi dan meja, tidak adanya tempat parkiran dan memiliki ruangan yang sempit.
d. Pengaruh Promosi terhadap Volume Penjualan pada Warung Bakso Barokah di Kota Makassar
1) Analisis regresi linear
Tabel 16. Hasil Analisis Data Regresi Linier
Hasil Analisis Data Regresi Linear |
Y = 5.000 – 1.000X
Berdasarkan hasil pengelolaan komputer diperoleh hasil persamaan regresi linear sederhana yakni Y = 5.000 – 1.000X. Hal ini berarti bahwa nilai konstanta sebesar 5.000. Hal ini berarti bahwa jika promosi tetap atau tidak mengalami perubahan maka promosi sebesar nilai konstanta yaitu 5.000 (dalam ribu). Sedangkan nilai koefisien produk sebesar -1.000X dan bertanda negatif, ini menunjukkan bahwa promosi mempunyai hubungan yang berlawanan arah dengan variabel volume penjualan. Hal ini mengandung arti bahwa setiap kenaikan promosi satu satuan maka variabel volume penjualan akan turun sebesar 1000 dengan asumsi bahwa variabel bebas yang lain dari model regresi adalah tetap
2) Analisis koefisien korelasi
Tabel 17. Hasil Analisis Data koefisien korelasi
Hasil Analisis Data Koefisien Korelasi |
3) Uji T
Tabel 18. Hasil Analisis Uji T
Hasil Analisis Uji T |
Penyebab antara promosi dengan volume penjualan tidak signifikan karena kurangnya promosi yang dilakukan oleh Warung Bakso Barokah di Kota Makassar yaitu promosi yang dilakukan masih sangat kurang yaitu hanya menggunakan papan nama ditempat usahanya sehingga mengurangi volume penjualan pada Warung Bakso Barokah di Kota Makassar.
B. Pembahasan
1. Pengaruh Strategi Produk terhadap Volume Penjualan pada Warung Bakso Barokah di Kota Makassar
Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa produk tidak berpengaruh signifikan terhadap volume penjualan pada Warung Bakso Barokah di Kota Makassar. Namun, memiliki korelasi yang kuat yaitu sebesar 40,0 persen., Penyebab yang menjadi tidak signifikan antara produk dengan volume penjualan karena produk yang dijual oleh warung Bakso Barokah kurang bervariasi, dimana tidak ada produk baru yang dijual. Jadi, walaupun harganya murah, tetapi produk yang ditawarkan kurang bervariasi akan mengurangi volume penjualan pada Warung Bakso Barokah di Kota Makassar. Selain itu, produk yang dijual tidak diberikan merek pada setiap produknya.
2. Pengaruh Strategi Harga terhadap Volume Penjualan pada Warung Bakso Barokah di Kota Makassar
Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara harga dengan volume penjualan pada Warung Bakso Barokah di Kota Makassar, namun memiliki korelasi yang sangat kuat sebesar 75,0 persen. Adapun penyebab tidak signifikan antara harga dengan volume penjualan yaitu tidak menerapkan potongan harga atau diskon dalam penjualan produknya.
3. Pengaruh Strategi Tempat terhadap Volume Penjualan pada Warung Bakso Barokah di Kota Makassar
Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara tempat dengan volume penjualan pada Warung Bakso Barokah di Kota Makassar. Namun memiliki korelasi yang sangat kuat sebesar 75,0 persen. Adapun yang menjadi penyebab tidak signifikan antara tempat dengan volume penjualan yaitu Warung Bakso Barokah hanya memiliki satu cabang usaha saja, sehingga dapat mengurangi volume penjualannya. Selain itu, lokasi tempat yang kurang strategis karena berada di lorong dan fasilitas yang disediakan masih kurang memadai, dimana kurangnya kursi dan meja, serta tidak adanya lahan parkir yang disediakan, sehingga dapat mengurangi volume penjualan pada Warung Bakso Barokah di Kota Makassar.
4. Pengaruh Strategi Promosi terhadap Volume Penjualan pada Warung Bakso Barokah di Kota Makassar
Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa promosi tidak signifikan dengan volume penjualan, namun memiliki korelasi yang kuat yaitu sebesar 40,0 persen. Adapun penyebab tidak signifikannya antara promosi dengan volume penjualan pada Warung Bakso Barokah di Kota Makassar yaitu promosi yang dilakukan masih sangat kurang, yaitu promosi yang dilakukan hanya memasang papan nama di tempat usahanya. Sehingga mengurangi volume penjualan.
Assalamualaikum Salam sejahtera untuk kita semua, Sengaja ingin menulis
ReplyDeletesedikit kesaksian untuk berbagi, barangkali ada teman-teman yang sedang
kesulitan masalah keuangan, Awal mula saya mengamalkan Pesugihan Tanpa
Tumbal karena usaha saya bangkrut dan saya menanggung hutang sebesar
1M saya sters hampir bunuh diri tidak tau harus bagaimana agar bisa
melunasi hutang saya, saya coba buka-buka internet dan saya bertemu
dengan KYAI SOLEH PATI, awalnya saya ragu dan tidak percaya tapi selama 3 hari
saya berpikir, saya akhirnya bergabung dan menghubungi KYAI SOLEH PATI
kata Pak.kyai pesugihan yang cocok untuk saya adalah pesugihan
penarikan uang gaib 4Milyar dengan tumbal hewan, Semua petunjuk saya ikuti
dan hanya 1 hari Astagfirullahallazim, Alhamdulilah akhirnya 4M yang saya
minta benar benar ada di tangan saya semua hutang saya lunas dan sisanya
buat modal usaha. sekarang rumah sudah punya dan mobil pun sudah ada.
Maka dari itu, setiap kali ada teman saya yang mengeluhkan nasibnya, saya
sering menyarankan untuk menghubungi KYAI SOLEH PATI Di Tlp 0852-2589-0869
Atau Kunjungi Situs KYAI www.pesugihan-uang-ghaib.com/ agar di
berikan arahan. Supaya tidak langsung datang ke jawa timur, saya sendiri dulu
hanya berkonsultasi jarak jauh. Alhamdulillah, hasilnya sangat baik, jika ingin
seperti saya coba hubungi KYAI SOLEH PATI pasti akan di bantu Oleh Beliau