Kebijakan Fiskal dan Kebijakan Moneter

     Pembahasan kali ini mengenai Kebijakan Fiskal dan Kebijakan Moneter.  Pada dasarnya, ada dua kebijakan pemerintah yang ditetapkan di bidang keuangan, yaitu kebijakan fikal dan moneter. Dapatkah kamu membedakan antara dua kebijakan tersebut? Mana yang termasuk ke dalam kebijakan fiskal dan mana yang termasuk ke dalam kebijakan moneter?
    
Kebijakan Fiskal dan Kebijakan Moneter
    Orang awam sering mengalami kesulitan untuk membedakan antara kebijakan moneter dengan kebijakan fiskal. Pada dasarnya kebijakan fiskal merupakan kebijakan yang menyangkut Anggaran Belanja Negara, sedangkan kebijakan moneter menyangkut masalah uang, jumlah uang, peredaran uang, nilai mata uang, tingkat bunga, kurs mata uang, dan harga-harga barang.
    Ada kaitan yang erat antara kebijakan fiskal dan kebijakan moneter. Keduanya saling mempengaruhi. Kebijakan fiskal yang terus defisit terus menerus dapat mempengaruhi kebijakan moneter karena debit dapat mendorong terjadinya inflasi. Sebaliknya jika nilai mata uang terus menerus menurun karena kebijakan moneter yang keliru, maka akan mempengaruhi besaran dan efektivitas kebijakan fiskal.
   Karenanya, tidak heran bila di lapangan berkembang semacam peraturan, yaitu bila kita memberlakukan kebijakan fiskal secara ketat, maka kita harus melonggarkan kebijakan moneter. Sebaliknya, bila kita akan mengetatkan kebijakan moneter, maka kita harus melonggarkan kebijakan fiskal.
   Meskipun demikian, pada pembahasan lebih lanjut, kita akan memfokuskan diri pada satu kebijakan yang yang sering kita hadapi sehari-hari, yaitu kebijakan pajak. Sejauh ini, tidak ada yang melampaui besarnya penerimaan negara dari sektor pajak. Karena itu, untuk membahas pengelolaan penerimaan negara. kita tidak bisa lepas dari masalah perpajakan. Namun, sebelumnya, mari kita pelajari apa yang dimaksud dengan kebijakan fiskal.
    Kebijakan Fiskal merupakan kebijakan pemerintah di bidang ekonomi yang bertujuan untuk mengatur pendapatan dan pengeluaran negara guna mencapai kestabilan ekonomi sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan umum. Kebijakan ini memiliki dua instrumen pokok, yakni perpajakan (tax policy) dan pengeluaran (expenditure policy).
    Bentuk kebijakan fiskal antara lain adalah:
a. Kebijakan untuk menaikkan pendapatan negara. Misalnya Peraturan kenaikan pajak.
b. Kebijakan untuk mengurangi atau menurunkan pengeluaran negara.
   Kebijakan fiskal disebut juga sebagai kebijakan anggaran karena pelaksanaan kebijakan fiskal akan tercermin dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). APBN ini merupakan keputusan bersama antara pemerintah dan DPR.
 
Kebijakan Fiskal dan Kebijakan Moneter
Kebijakan Fiskal dan Kebijakan Moneter
Demikian pembahasan mengenai Kebijakan Fiskal dan Kebijakan Moneter. Semoga memberikan manfaat bagi pembaca sekalian.


google adsense
Blog, Updated at: 01:52

0 komentar:

Post a Comment

Powered by Blogger.

Followers