Thursday, 16 February 2012

Contoh Pidato

    dibawah ini adalah contoh pidato, berikut pemaparannya sebagai berikut:
Bersiaplah Menghadapi Ujian Nasional

Assalamu alaikum wr.wb.

Bapak-ibu guru yang kami hormati
Anak-anak SMA Negeri 21 Sukabumi yang bapak Cintai

Puji dan syukur pertama-tama marilah kita panjatkan ke hadirat Allah SWT karena berkah dan karunianya kita semua dapat berkumpul dalam keadaan sehat wal’afiat pada pagi hari yang cerah ini.

Anak-anakku yang bapak banggakan
Kalian mungkin sejak awal kalian sudah menyadari bahwa ada saatnya kalian masuk ke sekolah ini ada pula saatnya kalian mau atau tidak, harus keluar meninggalkan sekolah ini.

Keluar dari sekolah ini yang bapak maksud bukan kalian dikeluarkan karena kasus tertentu. Melainkan keluar karena memang kalian lulus ujian akhir.

Ujian akhir sebagaimana yang kita pahami sebagai ujian nasional merupakan penentu apakah kalian akan lulus atau tidak. Tentu kondisi ini membuat kalian bertanya-tanya dan was-was.

Siap atau tidak, tentu ujian nasional ini pasti akan datang menghampiri kalian. Dan kalian bisa menghitung waktunya dari sekarang yang sudah tidak lama lagi yakni tinggal hitungan hari. Hanya tinggal 24 hari lagi hari yang menentukan itu akan tiba dan Anda harus mau memaksa diri sendiri untuk mempersiapkan diri sejak sekarang.

Belajarlah yang rajin dan tinggalkan kegiatan lain yang tidak ada hubungannya dengan persiapan kalian menghadapi ujian nasional ini. Kasihanilah diri kalian dengan belajar yang serius sehingga berhasil dengan gemilang.

Jangan bikin orang tua kalian malu dan tentu kalian sendiri juga dengan memperdengarkan hasil ujian yang mengecewakan kalian sendiri dan orang tua yakni tidak lulus.

Kalian harus bisa mengatur waktu lebih ketat lagi untuk mendisiplinkan diri belajar. Inilah modal kalian. Kami para guru tidak mau mendengar ada satu pun siswanya yang gagal ujian nasional.

Bapak-ibu guru yang kami hormati
Anak-anak SMA Negeri 21 Sukabumi yang bapak Cintai

Marilah kita pahami bersama betapa pentingnya persiapan yang harus ditempuh untuk sukses menghadapi ujian nasional. Bersiaplah menghadapi ujian nasional yang sebentar lagi akan tiba.

Untuk itu ada beberapa hal yang perlu kalian lakukan:
Pertama, Belajarlah yang rajin mulai dari sekarang. Belajarlah lebih keras lagi sehingga kalian merasa benar-benar yakin bahwa kalian sudah menguasai semua materi yang mungkin akan keluar pada soal ujian nasional. Ikutlah bimbel atau pelajaran tambahan yang di adakan di sekolah.

Kedua, Jaga kesehatan. Kesehatan juga sangat penting yang harus kalian jaga. Jaga pola makan. Jaga tubuh kalian dari kemungkinan-kemungkinan yang akan mengundang celaka. Janga ugal-ugalan membawa motor khawatir terjadi sesuatu yang tidak diinginkan menelang ujian ansional nanti. Apa jadinya saat ujian nasional tiba jika kalian berbaring sakit.

Ketiga, Minta Doa Orang Tua. Do'a adalah unsur penting yang tidak boleh kalian lewatkan. Minta maaf kepada orang tua kalian dan minta do'anya agar kalian di beri kemudahan dalam menjawab soal-soal ujian nasional nanti.

Jangan terpengaruh isu-isu yang membuat kalian jadi tidak belajar karena mendengar bahwa guru-guru akan membantu Anda saat ujian nasional nanti. memang isu ini sudah tidak asing lagi sudah ada diberbagai berita media masa. Biarkanlah semua itu terjadi dan Anda fokus untuk mempersiapkan ujian nasional.

Sekian apa yang bapak sampaikan. Semoga kalian semua nanti diberi kelancaran dalam menempuh ujian nasional dan semoga menjadi orang-orang sukses di masa depan. Mohon maaf jika ada kata-kata bapak yang tidak berkenan. Semoga ada manfaatnya buat kalian dan semoga ini menjadi renungan kalian.

Wassalamu 'alaikum wr.wb.




Contoh Pidato Cita-cita
Pidato
Pidato
Contoh pidato ini ber tema Cita-cita
Judul : Seberapa Besar Cita-citamu Menentukan Seberapa Besar Kesuksesanmu

Contoh pidato ini bisa Anda gunakan pada pidato upacara hari senin atau pidato upacara bendera. Juga contoh pidato ini bisa juga di pakai untuk pidato motivasi. Semua tergantung pada acara apa Anda sebagai pembicara.

Contoh pidato ini bisa Anda sempurnakan lagi. Bisa di tambah atau dikurangi atau di perbaiki redaksinya saja. Semua terserah Anda sehingga bisa sesuai dengan yang Anda harapkan. Bisa jadi ada bagian contoh pidato yang tidak perlu menurut Anda maka Anda tinggal menghilangkannya. Atau sebaliknya Anda bisa menambah point-point tertentu yang Anda anggap bisa menjadi lebih lengkap.

Dibawah ini adalah contoh pidato yaitu sebagai berikut:

Assalamu alaikum wr.wb.

Bapak-ibu guru yang saya hormati
Anak-anakku seluruh siswa SMA Negeri 32 Bekasi yang bapak banggakan

Puji dan syukur pertama-tama marilah kita panjatkan ke hadirat Allah SWT karena berkah dan karunianya kita semua dapat berkumpul di pagi yang cerah ini dalam keadaan sehat wal’afiat.

Ketika masih kecil masih ingat dalam angan-angan bapak, beberpaka orang pernah bertanya, apa cita-citamu setelah besar nanti;

Yang tergambar dalam benak bapak ketika ditanya seperti itu adalah “terbayang bahwa bapak menjadi seseorang yang begitu membanggakan, dikagumi banyak orang dan mampu memberikan manfaat bagi orang lain, inti-nya jadi orang yang begitu heroik dan mulia".

Yang mungkin angan-angan itu hamper sama antara satu orang dengan orang lainnya, yang membedakan adalah konsep dan terjemahan-nya untuk menjadi apa, akhirnya ada jawaban yang berbeda menurut padangan dan pola pikir masing-masing.

Kalian juga mungkin pernah ditanya oleh beberapa orang dengan pertanyaan yang perisis seperti yang dilontarka kepada bapak. Diantara kalian mungkin ada yang ingin menjadi Dokter, Tentara, Polisi, Hakim, Jaksa, Guru, Presiden, Menteri dan sebagainya. Dimana semua itu ada sebuah bentuk manifestasi dari sebuah keinginan dan angan-angan dimasa kecil.

Mungkin suatu saat kalian akan menemukan sebuah kenyataan bahwa tingginya cita-cita akan semakin tinggi juga tingkat keberhasilan seseorang.

Dalam mewujudkan cita – cita tersebut asalkan kita berupaya dengan segala kesungguhan hati dan keteguhan jiwa tentu cita-cita bukan satu yang rumit dan merupakan perwujudan dari keleluasaan serta kedewasaan berpikir.

Memang tidak ada yang mudah, tetapi sudah pasti semua itu mungkin di capai oleh siapapun termasuk kalian. Sudah banyak informasi yang menceritakan kesuksesan seseorang padahal terkesan hal itu tidak mungkin ia capai tetapu fakta berkata lain.

Mereka mampu mewujudkan cita-cita mereka. Karenanya kokoh kan cita-cita kalian jangan sampai berubah meskipun pada kenyataannya sangat mustahil untuk kalian gapai. Biarkan saja kenyataan sekarang pahit namun cita-cita kalian tidak boleh tergoyahkan dan biarkan nyala dikepala kalian.

Anak-anakku seluruh siswa SMA Negeri 32 Bekasi yang bapak banggakan
Hal-hal yang bisa kalian lakukan dalam mewujudkan cita-cita tersebut adalah :
•    Yakin dan Percaya, dengan selalu ingat dan berserah diri pada Tuhan Yang Maha Esa yang disertai dengan usaha dan tindakan.
•    Tahu Kemampuan Diri, cita – cita kadang tidak tercapai karena terlalu memaksakan diri tidak dapat melihat kemampuan kita sampai dimana, kita harus menyadari akan kelebihan dan kekurangan kita sehingga dalam menetapkan langkah dalam mencapai cita – cita tidak akan salah.
•    Berpikir Luas, dengan ikhlas hati mau menerima nasehat dan petuah sehingga semakin menambah wawasan kita dalam menetapkan cita – cita tersebut.
•    Belajar dari pengalaman, karena pengalaman adalah sesuatu yang berharga dan merupakan guru yang baik dalam kehidupan, maka manusia harus bisa dan mempu mengambil hikmah dari apa yang telah dilakukan dimasa lalu, sehingga dapat menentukan arah yang tepat dalam menggapai cita – cita tersebut.
•    Jangan putus asa, tidak setiap cita – cita dan keinginan itu berhasil, maka kita harus tahu diri dan tidak cepat berputus asa, karena putus asa akan menghancurkan cita – cita itu sendiri, kegagalan anggaplah sebagai suatu keberhasilan yang tertunda.
•    Jangan Lengah, untuk mencpai suatu keberhasilan dalam hidup hendaknya kita selau waspada dengan bersikap siap dan tanggap dalam berbagai hal, kesempatan itu ibarat kekasih, hanya orang yang selalu memperhatikan yang dihampiri, namun jika kita terlambat akan disambut yang lebih tanggap dan siap, dan perlu diingat bahwa kesempatan tidak akan datang untuk kedua kalinya.
•    Ingat jasa orang lain, dalam hidup ini kita tidak dapat berjalan sendiri tentunya harus interaksi sama orang lain, dan tidak akan mungkin kita berhasil tanpa bantuan dari orang lain, maka sekecil apapun bantuan dari orang lain itu kita mesti selalu mengingat dan mengenangnya yang dikemudian hari pasti akan bermanfaat.

Jika tujuh hal diatas kalian mampu melaksanakannya, dengan sepenuh hati disertai dengan ke-ikhlas-an dan kepasrahan pada Yang Maha Kuasa, maka cita-cita kalian yang didamba-dambakan akan bisa terwujud. Hanya tinggal menunggu waktu.

Semoga kalian diberi kekuatan untuk terus maju setahap demi setahap dalam menggapai cita-cita kalian. Sekian dulu dari bapak. Semoga apa yang bapak sampaikan dapat bermanfaat buat kita semua. Mohon maaf jika ada kata-kata yang tidak berkenan.

Wassalamu 'alaikum wr.wb. 
    Demikian pembahasan mengenai contoh-contoh pidato, semoga memberikan manfaat pembaca sekalian... 

Labels:

Fosil

FOSIL MAKHLUK HIDUP

MAKALAH



OLEH:
EKAWATI ZAINUDDIN
NURSYIDAH
LILIS SULIANI
IRMAYANTI IBRAHIM
LILIS SURYANINGTYAS


KELOMPOK I
KELAS XII ILMU ALAM-1
SMA NEGERI 2 BANTAENG



DINAS PENDIDIKAN, PEMUDA DAN OLAHRAGA
KABUPATEN BANTAENG
2012




KATA PENGANTAR

     Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan karunia-Nyalah sehingga makalah “Fosil Makhluk Hidup” dapat terselesaikan dengan sebaik-baiknya.
    Tujuan penulisan makalah ini yaitu diajukan sebagai salah satu syarat dalam memenuhi tugas mata pelajaran Biologi.
   Penulisan makalah ini berisi mengenai fosil makhluk hidup seperti fosil manusia, hewan dan tumbuhan yang didalamnya dilengkapi dengan gambar-gambar dan teori mengenai fosil tersebut.
   Penulis sangat berterimakasih kepada guru pembimbing yaitu Syarifuddin SPd, yang telah memberikan arahan dan bimbingan serta kepada teman-teman yang telah banyak membantu dari awal hingga terselesainya penulisan makalah ini.
    Penulis menyadari bahwa penulisan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena kritik dan saran kepada setiap pembaca demi penyempurnaan penulisan makalah selanjutnya.
    Penulis berharap bahwa penulisan makalah ini dapat memberikan manfaat bagi setiap pembaca.

                                                                                                      Bantaeng, 17 Februari 2012


                                                                                                                  Penulis


DAFTAR ISI

Halaman
SAMPUL DEPAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
B.     Rumusan Masalah
C.     Tujuan Penulisan
D.    Manfaat Penulisan
BAB II PEMBAHASAN
A.    Fosil Manusia
B.     Fosil Tumbuhan
C.     Fosil Hewan
BAB III PENUTUP
A.    Simpulan
B.     Saran
DAFTAR PUSTAKA

BAB I

PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang
      Wilayah Nusantara merupakan kajian yang menarik dari sisi geologi karena sangat aktif. Di bagian timur hingga selatan kepulauan ini terdapat busur pertemuan dua lempeng benua yang besar: Lempeng Eurasia dan Lempeng Indo-Australia. Di bagian ini, lempeng Eurasia bergerak menuju selatan dan menghunjam ke bawah Lempeng Indo-Australia yang bergerak ke utara. Akibat hal ini terbentuk barisan gunung api di sepanjang Pulau Sumatera, Jawa, hingga pulau-pulau Nusa Tenggara. Daerah ini juga rawan gempa bumi sebagai akibatnya.
     Di bagian timur terdapat pertemuan dua lempeng benua besar lainnya, lempeng Eurasia dan lempeng Pasifik. Pertemuan ini membentuk barisan gunung api di Kepulauan Maluku bagian utara ke arah bagian utara Pulau Sulawesi menuju Filipina. Nusantara di Zaman Es akhir pernah menjadi bagian dua daratan besar
    Wilayah barat Nusantara modern muncul kira-kira sekitar kala Pleistosen terhubung dengan Asia Daratan. Sebelumnya diperkirakan sebagian wilayahnya merupakan bagian dari dasar lautan. Daratan ini dinamakan Paparan Sunda ("Sundaland") oleh kalangan geologi. Batas timur daratan lama ini paralel dengan apa yang sekarang dikenal sebagai Garis Wallace.
     Wilayah timur Nusantara, di sisi lain, secara geografis terhubung dengan Benua Australia dan berumur lebih tua sebagai daratan. Daratan ini dikenal sebagai Paparan Sahul dan merupakan bagian dari Lempeng Indo-Australia, yang pada gilirannya adalah bagian dari Benua Gondwana.
     Di akhir Zaman Es terakhir (20.000-10.000 tahun yang lalu) suhu rata-rata bumi meningkat dan permukaan laut meningkat pesat. Sebagian besar Paparan Sunda tertutup lautan dan membentuk rangkaian perairan Selat Malaka, Laut Cina Selatan, Selat Karimata, dan Laut Jawa. Pada periode inilah terbentuk Semenanjung Malaya, Pulau Sumatera, Pulau Jawa, Pulau Kalimantan, dan pulau-pulau di sekitarnya. Di timur, Pulau Irian dan Kepulauan Aru terpisah dari daratan utama Benua Australia. Kenaikan muka laut ini memaksa masyarakat penghuni wilayah ini saling terpisah dan mendorong terbentuknya masyarakat penghuni Nusantara moderen.
    Sejarah geologi Nusantara memengaruhi flora dan fauna, termasuk makhluk mirip manusia yang pernah menghuni wilayah ini. Sebagian daratan Nusantara dulu merupakan dasar laut, seperti wilayah pantai selatan Jawa dan Nusa Tenggara. Aneka fosil hewan laut ditemukan di wilayah ini. Daerah ini dikenal sebagai daerah karst yang terbentuk dari endapan kapur terumbu karang purba. Endapan batu bara di wilayah Sumatera dan Kalimantan memberi indikasi pernah adanya hutan dari masa Paleozoikum.
     Laut dangkal di antara Sumatera, Jawa (termasuk Bali), dan Kalimantan, serta Laut Arafura dan Selat Torres adalah perairan muda yang baru mulai terbentuk kala berakhirnya Zaman Es terakhir (hingga 10.000 tahun sebelum era moderen). Inilah yang menyebabkan mengapa ada banyak kemiripan jenis tumbuhan dan hewan di antara ketiga pulau besar tersebut.
    Flora dan fauna di ketiga pulau tersebut memiliki kesamaan dengan daratan Asia (Indocina, Semenanjung Malaya, dan Filipina). Harimau, gajah, tapir, kerbau, babi, badak, dan berbagai unggas yang hidup di Asia daratan banyak yang memiliki kerabat di ketiga pulau ini.
      Fosil merupakan adalah sisa-sisa atau bekas-bekas makhluk hidup yang menjadi batu atau mineral. Untuk menjadi fosil, sisa-sisa hewan atau tanaman ini harus segera tertutup sedimen. Oleh para pakar dibedakan beberapa macam fosil. Ada fosil batu biasa, fosil yang terbentuk dalam batu ambar, fosil ter, seperti yang terbentuk di sumur ter La Brea di Kalifornia. Hewan atau tumbuhan yang dikira sudah punah tetapi ternyata masih ada disebut fosil hidup. Fosil yang paling umum adalah kerangka yang tersisa seperti cangkang, gigi dan tulang. Fosil jaringan lunak sangat jarang ditemukan.Ilmu yang mempelajari fosil adalah paleontologi, yang juga merupakan cabang ilmu yang direngkuh arkeologi.
    Fosil makhluk hidup terbagi atas tiga yaitu fosil manusia, fosil hewan, dan fosil tumbuhan. Fosil manusia contohnya seperti pithecanthropus paleojavanicus, homo sapiens, dan meganthropus erectus. Fosil hewan contohnya seperti dinosaurus,  kronosaurus dan woolungasaurus. Sedangkan fosil tumbuhan contohnya tumbuhan paku.
     Oleh karena itu, hal ini menjadi titik utama kami dalam memahami lebih lanjut lagi mengenai fosil makhluk hidup di Indonesia.

B. Rumusan Masalah
    Rumusan masalah dalam penulisan makalah ini yaitu sebagai berikut.
a.  Bagaimanakah perkembangan fosil manusia?
b.  Bagaimanakah perkembangan fosil hewan?
c.  Bagaimanakah perkembangan fosil tumbuhan?

C. Tujuan Penulisan
     Tujuan penulisan dalam penulisan makalah ini yaitu sebagai berikut.
a.  Untuk mengetahui perkembangan fosil manusia.
b.  Untuk mengetahui perkembangan fosil hewan.
c.  Untuk mengetahui perkembangan fosil tumbuhan.

D.  Manfaat Penulisan
     Manfaat penulisan dalam penulisan makalah ini yaitu sebagai berikut.
a.   Sebagai sumber pengetahuan mengenai fosil makhluk hidup.
b.   Memberikan pemahaman mengenai perkembangan fosil.
c.   Sebagai sumber referensi dalam penulisan makalah selanjutnya.



BAB II

PEMBAHASAN


A.  Fosil Manusia
     Teori ini hanya dugaan dan kurang terbukti kebenarannya, karena teori evolusi darwin telah runtuh. Fosil manusia lama yang ditemukan bisa saja bukan fosil manusia atau manusia yang memiliki bentuk ciri tubuh yang unik, atau bahkan hasil rekayasa.


Fosil Manusia
Fosil Manusia
1.  Manusia Kera dari Afrika Selatan
    a. Australopithecus Africanus
     Australopithecus africanus ditemukan di desa Taung di sekitar Bechunaland ditemukan oleh     Raymond Dart tahun 1924. Bagian tubuh yang ditemukan hanya fosil tengkorak kepala saja.
    b. Paranthropus Robustus dan Paranthropus Transvaalensis
      Dua penemuan tersebut ditemukan di daerah Amerika Selatan dengan ciri isi volume otak sekitar    600 cm kubik, hidup di lingkungan terbuka, serta memiliki tinggi badan kurang lebih 1,5 meter. Kedua fosil menusia kera tersebut disebut australopithecus.
2.  Manusia Purba / Homo Erectus
    a. Sinanthropus Pekinensis
        Sinanthropus pekinensis adalah manusia purba yang fosilnya ditemukan di gua naga daerah Peking negara Cina oleh Davidson Black dan Franz Weidenreich. Sinanthropus pekinensis dianggap bagian dari kelompok pithecanthropus karena memiliki ciri tubuh atau badan yang mirip serta hidup di era zaman yang bersamaan. Sinanthropus pekinensis memiliki volume isi otak sekitar kurang lebih 900 sampai 1200 cm kubik.
    b. Meganthropus Palaeojavanicus / Manusia Raksasa Jawa
        Meganthropus palaeojavanicus ditemukan di Sangiran di pulau jawa oleh Von Koningswald pada tahun 1939 - 1941. Meganthropus merupakan manusia purba tertua yag hidup antara 20 sampai dengan 15 juta tahun yang lalu dari lapisan Jetis. Badannya tegak. Hidup dengan mengumpulkan makanan. Makanannya tumbuhan. Rahangnya kuat. Memiliki tulang pipi yang tebal. Memiliki tonjolan kening yang menyolok. Memiliki tonjolan belakang yang tajam. Tidak memiliki dagu. Memiliki perawakan yang tegap.
     c.Homo erectus
     (Latin: "manusia yang berdiri tegak") adalah spesies yang telah punah dari genus Homo. Pakar anatomi Belanda Eugene Dubois (1980-an) pertama kali menggambarkannya sebagai Pithecanthropus erectus berdasarkan fosil tempurung kepala dan tulang paha yang ditemukannya di Trinil, Jawa Tengah. Sepanjang abad ke-20, antropolog berdebat tentang peranan H. erectus dalam rantai evolusi manusia. Pada awal abad itu, setelah ditemukannya fosil di Jawa dan Zhoukoudian, para ilmuwan mempercayai bahwa manusia modern berevolusi di Asia. Hal ini bertentangan dengan teori Charles Darwin yang mengatakan bahwa manusia modern berasal dari Afrika. Namun, pada tahun 1950-an dan 1970-an, beberapa fosil yang ditemukan di Kenya, Afrika Timur, ternyata menunjukkan bahwa hominins memang berasal dari benua Afrika. Sampai saat ini para ilmuwan mempercayai bahwa H. erectus adalah keturunan dari makhluk mirip manusia era awal seperti Australopithecus dan keturunan spesies Homo awal seperti Homo habilis.
      H. erectus dipercaya berasal dari Afrika dan bermigrasi selama masa Pleistocene awal sekitar 2,0 juta tahun yang lalu, dan terus menyebar ke seluruh Dunia Lama hingga mencapai Asia Tenggara.
Tulang-tulang yang diperkirakan berumur 1,8 dan 1,0 juta tahun telah ditemukan di Afrika (Danau Turkana dan Olduvai Gorge), Eropa (Georgia), Indonesia (Sangiran, Trinil, Sambungmacan, dan Ngandong; semuanya di tepi Bengawan Solo), dan Tiongkok (Shaanxi). H. erectus menjadi hominin terpenting mengingat bahwa spesies inilah yang pertama kali meninggalkan benua Afrika.
     d. Manusia Heidelberg
           Manusia heidelberg ditemukan di Jerman
    e. Pithecanthropus Erectus
        Pithecanthropus erectus adalah manusia purba yang pertama kali. fosil tulang belulang ditemukan di Trinil Jawa Tengah pada tahun 1891 oleh Eugene Dubois. Pithecanthropus erectus hidup di jaman pleistosin atau kira-kira 300.000 hingga 500.000 tahun yang lalu. Volume otak Pithecanthropus erectus diperkirakan sekitar 770 - 1000 cm kubik. Bagian tulang-belulang fosil manusia purba yang ditemukan tersebut adalah tulang rahang, beberapa gigi, serta sebagian tulang tengkorak.
3.  Manusia Modern 
      Pengertian atau arti definisi manusia modern adalah manusia yang termasuk ke dalam spesies homo sapiens dengan isi otak kira-kira 1450 cm kubik hidup sekitar 15.000 hingga 150.000 tahun yang lalu. Manusia modern disebut modern karena hampir mirip atau menyerupai manusia yang ada pada saat ini atau sekarang.
a. Manusia Swanscombe - Berasal dari Inggris
b. Manusia Neandertal - Ditemukan di lembah Neander
c. Manusia Cro-Magnon / Cromagnon / Crogmanon - Ditemukan di gua Cro-          Magnon, Lascaux Prancis. Dicurigai sebagai campuran antara manusia  Neandertal dengan manusia Gunung Carmel.
d. Manusia Shanidar - Fosil dijumpai di Negara Irak
e. Manusia Gunung Carmel - Ditemukan di gua-gua Tabun serta Skhul  Palestina
f. Manusia Steinheim - Berasal dari Jerman

B.  Fosil Hewan
    Beberapa contoh Kumpulan fosil-fosil hewan/Binatang purbakala pada zaman SM dan sejarahnya:
1. Tyrannosaurus Rex
fosil Tyrannosaurus Rex terbesar yang pernah ditemukan. Fosil ini ditemukan oleh paleontologis Sue Hendrickson pada musim panas tahun 1990 dan dinamai sesuai nama penemunya. Fosil ini tidak dapat diidentifikasi sebagai dinosaurus jantan atau betina.
2.  Gajah Purba
Gajah purba ditemukan Karanganyer, Tukimin Kecamatan Gondangrenjo. Gajah purba ini memiliki bentuk tubuh yaitu rahang, iga dan pinggul.
3.  Mammoth / mamut
  Mamut adalah genus gajah purba yang telah punah. Ukuran tubuhnya lebih besar daripada gajah normal yang ada di dunia saat ini. Gadingnya melingkar membentuk kurva ke arah dalam dan, dalam spesies utara, dengan rambut panjang. Mereka hidup dalam epos Pleistocene sejak 1,6 juta tahun lalu sampai sekitar 10.000 tahun lalu. Kata mamut berasal dari bahasa Rusia мамонÑ.
    Ada kesalahpahaman bahwa mamut lebih besar dari gajah. Spesies terbesar mamut yang diketahui, Mammoth Imperial California, memiliki tinggi punggung sekurangnya 5 meter. Mamut umumnya memiliki berat 6-8 ton, namun mamut jantan yang besar beratnya dapat mencapai 12 ton. Gading mamut sepanjang 3,3 meter ditemukan di utara Lincoln, Illinois tahun 2005. Sebagian besar spesies mamut memiliki ukuran sebesar Gajah Asia modern.
4.  Archeopteryx
      Archaeopteryx (dari Bahasa Yunani Kuno ἀρχαῖος archaios yang berarti ‘kuno’ dan πτΠρυξ pteryx yang bearti ‘bulu unggas’ atau ‘sayap’; dibaca “ar-kee-OP-ter-iks” [ɑː(ɹ)kiˈɒptəɹɪks]) adalah jenis burung paling awal dan primitif yang diketahui.                  
      Binatang ini hidup pada Periode Jura sekitar 155–150 juta tahun lalu yang saat ini dikenal sebagai wilayah Jerman bagian selatan. Dalam Bahasa Jerman, Archaeopteryx dikenal sebagai Urvogel, sebuah kata yang berarti “burung yang asli” atau “burung pertama”. Meskipun namanya yang asli berasal dari Bahasa Jerman, Kata ini juga digunakan dalam Bahasa Inggris.
5. Ankylosaurus
     Ankylosaurus adalah salah satu jenis dinosaurus yang memiliki tubuh sepanjang 9 meter (30 kaki). Ankylosaurus memiliki tubuh yang dilindungi oleh semacam cangkang keras yang membuat tubuhnya tidak bisa diserang dengan mudah, bahkan oleh Tyrannosaurus-Rex. Ekornya panjang lurus dan sangat keras.                 
     Jika Ankylosaurus dihadang oleh lawannya, ia akan menyerang lawan tersebut dengan ekor kerasnya dan dalam sekejap lawannya akan terjatuh. Para ilmuwan dan ahli palaeontologi biasanya menyebut Ankylosaurus dengan sebutan ‘Anky kecil’.
6. Pteranodon
   Pteranodon (pengucapan /tɨˈrænÉ™dÉ’n/; dari bahasa Yunani Kuno πτερ- “sayap” dan αν-οδων “tak bergigi”), dari Zaman Kapur Akhir (Coniacian-Campanian, 89,3-70,6 juta tahun yang lalu) Amerika Utara (Kansas, Alabama, Nebraska, Wyoming, dan South Dakota), adalah jenis pterosaurus terbesar dengan bentang sayap mencapai 9 meter.
7. Brontosaurus
      Brontosaurus (yang berarti “kadal kilat” (dari bahasa Yunani brontÄ“/βροντΕ artinya ‘kilat’ dan sauros/σαυρος artinya ‘kadal’), adalah sebuah genus sauropoda dinosaurs yang sudah tidak dipakai lagi. Spesies Brontosaurus excelsus dinamakan oleh penemunya Othniel Charles Marsh, pada tahun 1879 dan nama ini tetap dipakai dalam literatur resmi sampai kurang lebih tahun 1974, meskipun sudah dikenil sebagai sebuah spesies dari genus yang telah disebut sebelumya, Apatosaurus, pada tahun 1903. Brontosaurus adalah dinosaurus yang mempunyai leher sangat panjang dan termasuk dinosaurus herbivora. Diperkirakan hidup di zaman kapur. Habitatnya biasanya di tepi danau dan di hutan. Namun, setelah beberapa tahun nama Brontosaurus diganti kembali menjadi Apatosaurus.
8.  Diplodocus
  Diplodocus(pengucapan/dɪˈplÉ’dÉ™kÉ™s/,/daɪˈplÉ’dÉ™kÉ™s/, atau /ËŒdɪploʊˈdoÊŠkÉ™s) adalah genus dinosaurus sauropod diplodocid yang fosilnya pertama kali ditemukan pada tahun 1877 oleh S. W. Williston. Dinosaurus ini hidup di Amerika Utara barat pada akhir periode Jurassic.
9.  Stegosaurus
       Stegosaurus [1] (diucapkan /ˈsteg.əˌsɔː.rÉ™s/) artinya “roof-lizard”, karena plates di punggungnya (bahasa Yunani stego = plate/roof + sauros = lizard) adalah sebuah genus dinosaurus herbivora besar dari Upper Jurassic di Amerika Utara. Spesies ini adalah salah satu jenis dinosaurus yang paling mudah diidentifikasi, karena kedua baris kite-shaped plates di punggungnya (dasar untuk nama ilmiahnya) dan long spikes di ekornya (disebut thagomizer)
10. Dimetrodon
      Dimetrodon adalah sejenis synapsida (‘mamalia mirip reptil’) genus yang berkuasa selama Permian Period, hidup antara 280-265 juta tahun lalu. Ia lebih terkait erat dengan mamalia dibandingkan reptilia seperti kadal.
     Dimetrodon juga bukan dinosaur, walaupun umumnya dikelompokkan dengan mereka. Sebaliknya, ia diklasifikasikan sebagai pelycosaur. Dimetrodon orang tua yang telah ditemukan di Amerika Utara dan Eropa, serta penemuan jejak kaki Dimetrodon yang signifikan di selatan New Mexico oleh Jerry Macdonald.
11. Plesiosaurus
     Plesiosaurus (bahasa Yunani: plesios, berarti dekat dengan + sauros, berarti kadal) adalah jenis dinosaurus berleher panjang dari ordo plesiosauria yang hidup di air. Termasuk jenis karnivora, karena hidup di air membuatnya harus memakan ikan.               
     Plesiosaurus hidup pada masa awal periode Jurasik. Temuan tulang fosilnya yang hampir sempurna ditemukan di Inggris dan Jerman. Ia memiliki kepala yang kecil, leher panjang dan ramping, tubuh berbentuk kura-kura, ekor pendek, serta 2 pasang kaki berbentuk dayung yang panjang.
12. Velociraptor
     Velociraptor (arti ‘pencuri gesit’) adalah sejenis pemangsa seperti Tyrannosaurus, hanya berbadan lebih kecil dan biasa hidup berkelompok. Strategi menyerang mereka lebih pintar daripada dinosaurus lainnya. Mereka menggunakan penarik perhatian untuk mengalihkan perhatian mangsa mereka, yang sebenarnya mangsa mereka telah dikepung.               
     Velociraptor hidup di akhir Zaman Kretasius sekitar 75-71 juta tahun yang lalu. Ia termasuk dalam sub-ordo Dromaesauridia yang memiliki ukuran tubuh sedang, dengan panjang sekitar 6 kaki (1.8 meter) dan tinggi 3 kaki (1 meter) dan berat sekitar 15-30 pound (7-14 kilogram) . Seperti Dromaesauridia lainnya, tubuh Velociraptor kemungkinan memiliki bulu. Selain itu, mereka memiliki sebuah cakar besar berbentuk melengkung, yang kemungkinan digunakan untuk menusuk atau merobek tubuh korbannya.
      Velociraptor juga termasuk pintar bila dibandingkan dengan dinosurus lainnya, dan hal ini membuat mereka mampu bersaing dengan predator besar lain yang hidup di tempat yang sama. Jika terdesak, Velociraptor biasanya memanggil bala bantuan dengan mengeluarkan suara yang khas; suara ini bisa terdengar hingga radius kurang lebih 1.000 km. Fosilnya ditemukan di daerah Mongolia, Rusia, dan Cina.

C.  Fosil Tumbuhan

     Adapun fosil tumbuhan yaitu sebagai berikut.
1. Batu Bara
   Batubara adalah bahan bakar fosil yang berasal dari sisa tumbuhan yang tertimbun kemudian terawetkan oleh air dan lumpur dari proses oksidasi dan pembusukan.
   Lama-kelamaan sisa tumbuhan ini mengalami perubahan sifat fisik dan kimia akibat proses geologi yang berlangsung hingga jutaan tahun.
    Batubara merupakan bahan bakar siap pakai -tidak memerlukan pengolahan lebih lanjut- berwarna hitam atau hitam kecoklatan.
    Umumnya, batubara dikelompokkan sebagai batuan sedimen, namun batubara keras -jenis antrasit- akan dikelompokkan sebagai batuan metamorf karena telah bersulih akibat terpapar lebih lanjut oleh temperatur dan tekanan yang tinggi.
    Kandungan utama batubara adalah karbon dan hidrogen dengan sedikit komposisi sulfur. Sedang metode penambangan bisa dilakukan di permukaan atau tambang bawah tanah.
    Saat ini, batubara menjadi sumber bahan bakar utama untuk pembangkit tenaga listrik, sekaligus menjadi penyumbang emisi karbon dioksida. Karbon dioksida adalah gas rumah kaca yang jika terkumpul di atmosfer dapat menaikkan suhu bumi sekaligus perubahan iklim.
Batubara bisa dikelompokkan menjadi beberapa jenis, tergantung dari proses geologi yang telah dialami:
• Peat (gambut), merupakan jenis batubara tahap awal. Digunakan sebagai bahan bakar di beberapa negara terutama Irlandia dan Finlandia.
•  Lignite, disebut juga batubara coklat dan dianggap sebagai batubara peringkat terendah, digunakan sebagai bahan bakar pembangkit tenaga listrik.
•   Sub-bituminous, kualitasnya berada diantara lignite dan bituminous. Digunakan sebagai bahan bakar pembangkit listrik tenaga uap dan sebagai sumber hidrokarbon aromatik untuk industri kimia.
•   Bituminous, mineral padat berwarna hitam atau hitam kecoklatan, digunakan pula untuk pembangkit listrik tenaga uap.
•   Anthracite, merupakan batubara kualitas tertinggi, keras dan mengkilap. Digunakan antara lain untuk sumber pemanas ruangan komersial.
•  Graphite, secara teknis merupakan kualitas tertinggi, tapi karena sulit terbakar sehingga tidak digunakan sebagai bahan bakar. Grafit dimanfaatkan untuk bahan pembuat pensil atau sebagai salah satu bahan pelumas.
     Penggunaan batubara di Inggris bisa dilacak sejak Jaman Perunggu (3000-2000 SM). Sedang di Cina, batubara sudah mulai dimanfaatkan sejak 4000 SM ketika manusia Neolitik mulai menggambar ornamen di gua menggunakan grafit. Baru sejak Dinasti Han batubara kemudian digunakan sebagai bahan bakar.
    Lima negara dengan cadangan batubara terbesar adalah Amerika Serikat, Rusia, China, India, dan Australia. Sedang Indonesia menduduki peringkat 15 dengan kira-kira 0.5% cadangan dunia. Namun sebagai eksportir batubara, Indonesia menduduki peringkat kedua setelah Australia.
Berbagai macam penelitian terus dilakukan untuk mengubah batubara menjadi sumber bahan bakar yang lebih ramah lingkungan antara lain dengan mengurangi kadar air dan menghilangkan polutan.
2.  Fosil Tumbuhan
    Moldowan dan koleganya mempelajari sedimen-sedimen berumur Permian yang mengandung sisa-sisa tumbuhan purba yang dikenal sebagai gigantopterids. Dalam lapisan sedimen yang sama pula ditemukan oleanane. Hal ini memperlihatkan bahwa gigantopterids pun memproduksi oleanane, layaknya tumbuhan moderan pada saat ini. Dari sini biolog David W. Taylor dari Indiana University menyimpulkan bahwa tumbuh-tumbuhan berbunga telah ada jauh lebih awal. Penemuan ini cukup penting karena dalam waktu yang belum lama juga di daratan Cina ditemukan fosil gigantopterids yang lengkap dengan daun dan batangnya, yang sangat mirip jika dibandingkan dengan tumbuhan berbunga modern, lanjut Taylor. Taylor memperkirakan bahwa gigantopterids dan tumbuhan berbunga mulai berevolusi dari tumbuhan yang lebih tua secara bersama-sama semenjak 250 juta tahun yang lalu. 
    Kini penemuan ini sedang memasuki lapangan perdebatan ilmiah yang sesungguhnya. Namun di samping itu, Moldowan dan rekan-rekannya mencatatkan diri bahwa oleanane dapatlah dijadikan sebagai fosil kimiawi yang penting untuk mempelajari sejarah kehidupan di muka Bumi.

BAB III

PENUTUP

A. Simpulan
     Simpulan pada penulisan makalah ini yaitu sebagai berikut.
a. Fosil manusia terbagi atas tiga yaitu manusia kera contohnya Australopithecus Africanus, Paranthropus Robustus dan Paranthropus Transvaalensis. Manusia purba contohnya Sinanthropus Pekinensis, Meganthropus Palaeojavanicus / Manusia Raksasa Jawa dan Pithecanthropus Erectus. Manusia modern contohnya manusia steinhem dan manusia shanidar.
b.  Fosil hewan terdiri atas dinosaurus dan Tyrannosaurus Rex.
c.  Fosil tumbuhan seperti batu bara yang merupakan fosil dari tumbuhan.

B. Saran
     Penulis berharap agar dengan adanya informasi mengenai fosil makhluk hidup, kita dapat mengetahui bagaimana perubahan bentuk tubuh makhluk hidup pada abad yang lalu.

DAFTAR PUSTAKA

Dalam google: www.indonesiaindonesia.com/f/46755-sejarah-penemuan-fosil-manusia- purba/.com
Dalam google: www.fosil-manusia-purba.blogspot.com/.com
        

















Labels:

Wednesday, 15 February 2012

Vaksin Malaria

Penyakit Rawa-Rawa Yang Mendunia      

RACIKAN UTAMA - Edisi Maret 2006 (Vol.5 No.8)
________________________________________
…Malam itu, datang seorang remaja, sebut saja Yana namanya, diantar orang tuanya masuk ke IGD RSCM Jakarta. Keluhannya demam sejak 7 hari yang lalu. Semula dikira demam berdarah namun setelah diselidiki lebih lanjut, remaja itu berasal dari Mataram. Sebelumnya ia sudah berobat di RSU Mataram dan dikatakan sakit malaria. Memang dari hasil laboratorium darah tepinya menunjukkan positif Plasmodium falciparum. Telah diberi obat klorokuin tidak ada perbaikan. Diberi sulfadoksin-pirimetamin pun demam tak kunjung reda. Akhirnya ia pun dirujuk ke Jakarta, dengan diagnosis malaria falciparum resisten klorokuin dan sulfadoksin-pirimetamin... Masih adakah harapan untuknya? 
   Resistensi, seperti yang dialami Yana, menambah pelik pengobatan malaria. Saat ini di dunia, pengobatan malaria tidaklah segampang dahulu. Penyakit yang sudah dikenal sejak jaman sebelum masehi ini ternyata sudah kebal dengan obat yang sudah ada (resisten). Resistensi parasit malaria pertama kali dijumpai di Brazil dan Kolombia yaitu terhadap klorokuin oleh P. falciparum. Kemudian resistensi mulai merambah ke Afrika dan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Resistensi yang pernah dilaporkan di Indonesia antara lain di Kalimantan Timur (1974), Papua (1976), Sumatra Selatan (1978), Jawa Tengah dan Jawa Barat (1981). Bahkan di Papua saat ini terdapat P. falciparum yang resisten terhadap sulfadoksin-pirimetamin dan kombinasi klorokuin dengan sulfadoksin- pirimetamin.
Malaria
Malaria

Empat Spesies Malaria
    Parasit malaria baru dapat dikenali oleh Charles Louis Alphonse Laveran tahun 1880. Dokter bedah dari Perancis itu menemukan bentuk pisang, yang sekarang dikenal sebagai bentuk gametosit dari P.falciparum, dalam darah penderita malaria di bawah lensa mikroskop. Parasit malaria digolongkan dalam genus Plasmodium dan mempunyai 4 spesies yaitu P. falciparum, P. vivax, P. malaria, dan P. ovale.
    Dari keempat spesies itu, P. falciparium paling ditakuti karena menjadi penyebab sebagian besar kematian akibat malaria. Hal itu dikarenakan eritrosit yang terinfeksi oleh P. falciparum akan berikatan dengan endotel pembuluh darah. Ikatan itu membentuk gumpalan (sludge) yang dapat menghambat aliran darah ke beberapa organ termasuk organ vital seperti otak, jantung, hati dan ginjal. Selanjutnya, organ-organ tersebut akan mengalami anoksia dan edema.
    Di sisi lain, P. vivax dan P. malariae adalah spesies yang dapat menyebabkan relaps dan rekrudesensi. Rekrudesensi adalah berulangnya gejala klinik dan parasitemia dalam masa 8 minggu sesudah berakhirnya serangan primer. Rekrudesensi dapat terjadi sesudah periode laten dari serangan primer. Relaps dinyatakan sebagai berulangnya gejala klinik setelah periode yang lama dari masa laten, sampai 5 tahun. Hal itu disebabkan kedua spesies itu mempunyai bentuk hipnozoit yang dapat bertahan dalam hati cukup lama, dalam hitungan bulan bahkan tahun.
Patogenesis
    Patogenesis malaria berat dipengaruhi oleh 3 faktor yaitu pejamu (host), agen (agent), dan lingkungan (environment).
     Dari sisi agen, parasit malaria, protein Pf EMP-1 (Plasmodium falciparum erythrocyte membrane protein-1) diduga berperan penting dalam patogenesis malaria. Protein tersebut diekspresikan pada eritrosit yang terinfeksi parasit. Protein ini berperan dalam proses cytoadherens yaitu sekuestrasi di mikrosirkulasi, rosseting, dan aggregasi eritrosit terinfeksi dengan trombosit. Proses-proses tersebut mengakibatkan obstruksi mikrosirkulasi yang kemudian mengakibatkan gangguan fungsi organ.
    Dari sisi pejamu, yang berperan dalam patogenesis adalah sitokin pro-inflamasi (TNF-α dan IFN-α).  Sitokin itu secara tidak langsung menghambat perkembangan parasit. Akan tetapi, tingginya sitokin dalam suatu organ akan mengganggu fungsi organ tersebut, baik secara langsung maupun tidak langsung dengan cara meningkatkan ekspresi dari molekul adhesi sehingga memacu proses cytoadherens sepertiyang telah dijelaskan sebelumnya.
Trias Malaria
   Masa inkubasi malaria berkisar antara 9- 30 hari. Gejala kliniknya dikenal sebagai trias malaria yang terdiri dari demam, anemia dan splenomegali. Demam khas pada malaria adalah menggigil selama 15-60 menit karena pecahnya skizon eritrosit, lalu demam selama 2-6 jam kemudian berkeringat selama 2-4 jam. Keringat yang dihasilkan dapat sangat banyak hingga membasahi tempat tidur. Setelah berkeringat biasanya penderita justru akan merasa lebih enakan tapi lemas. Gejala ini terus berulang dengan periode tertentu sesuai dengan jenis plasmodiumnya. Di daerah endemis, gejala khas ini seringkali tidak ditemukan karena sebagian besar sudah memiliki imunitas di dalam tubuhnya. Gejala klinik mungkin didahului dengan sakit kepala, lemah, nyeri otot dan nyeri tulang.
Dalam melakukan anamnesis terhadap seorang penderita yang diduga malaria, selain menanyakan pola demam tersebut, jangan lupa pula menanyakan riwayat bepergian ke daerah endemis, pernah sakit malaria, dan riwayat transfusi darah.
Darah Tepi & Deteksi Antigen
    Ada 2 cara diagnostik yang diperlukan untuk mengatakan seseorang itu positif malaria atau tidak yaitu pemeriksaan darah tepi (tipis/tebal) dan deteksi antigen. Darah tepi menjadi pemeriksaan terpenting yang tidak boleh dilupakan meskipun pemeriksaannya sangat sederhana. Interpretasi yang didapat dari darah tepi adalah jenis dan kepadatan parasit.
     Deteksi antigen digunakan apabila tidak tersedia mikroskop untuk memeriksa preparat darah tepi dan pada keadaan emergensi yang perlu diagnosis segera. Teknik yang digunakan untuk deteksi antigen adalah immunokromatografi dengan kertas dip stick. Beberapa kit antigen yang sudah tersedia di pasaran saat ini antara lain antigen histidine rich protein-2 (HRP-2), yang dihasilkan dari tropozoit dan gametosit muda P. falciparum; antigen parasit lactate dehidrogenase (p-LDH) yang dihasilkan dari bentuk aseksual atau seksual keempat Plasmodium; dan antigen pan-malarial keempat Plasmodium.
Khasiat dari Pohon Qinghousu
    Resisten obat anti malaria yang telah beredar, menuntut obat baru untuk mengatasi resistensi. Alhasil, ditemukanlah artemisinin! Perihal obat ini pun seperti dipaparkan, Prof DR dr Inge Sutanto SpPar dalam Temu Ilmiah dan Konas I Parasitologi Klinik di Jakarta 2004, berasal dari ekstrak daun dan bunga pohon Qinghousu (Artemisia annua). Pohon itu tumbuh di Cina dan Vietnam utara. Tak heran bila ada pepatah yang mengatakan belajarlah hingga ke negeri Cina, sebab pada kenyataannya pohon ini sudah digunakan oleh bangsa Cina sebagai obat malaria sejak tahun 1972! Bahkan sudah 2000 tahun digunakan sebagai obat penurun demam (antipiretik). Artemisinin terdiri atas bentuk artemisinin, Natrium-artesunat, aretmeter, arteeter, dan dihidroartemisinin.
    Keunggulan dari artemisinin, jelas Prof. Inge, antara lain cepat menghilangkan gejala klinis, cepat mengeliminasi parasit dalam darah, belum ada laporan resistensi, dan mampu menurunkan transmisi malaria di daerah endemis karena artemsinin bersifat gametosidal.
    Artemisinin menghilangkan parasitemia dalam waktu singkat yaitu 48 jam. Kelemahannya adalah waktu paruhnya yang pendek, sekitar 2-3 jam. Oleh karena itu, artemisinin harus diberikan 7 hari berturut-turut. Bila pengobatan dilakukan kurang dari 5 hari, jelas mantan Kepala Bagian Departemen Parasitologi FKUI/RSCM ini, kemungkinan terjadi relapsnya lebih dari 50%.
    Efek samping yang ditimbulkan artemisinin rendah. Yang pernah dilaporkan adalah pusing, muntah, gatal, demam, urin berwarna hitam, dan perdarahan. Selain itu, obat ini juga aman dikonsumsi oleh ibu hamil trimester II dan III tapi kontraindikasi pada trimester I sebab menurut hasil penelitian dapat mengakibatkan abortus. Bentuk sediaan obat yang tersedia saat ini adalah oral dan rektal. Bentuk yang terakhir ini sangat menguntungkan bagi penderita yang mengalami mual dan muntah.
    Bagaimana mekanisme antimalaria pada artemisinin masih belum diketahui pasti. Diduga jembatan endoperoksida (C-O-O-C) berperan penting dalam mekanisme antimalaria melalui dua tahap. Tahap pertama adalah aktifasi. Dengan melibatkan besi, jembatan endoperoksida akan terurai menjadi radikal bebas dan radikal elektrofilik lainnya. Tahap kedua adalah alkilasi. Pada tahap ini terjadi pembentukan ikatan kovalen antara obat dengan protein parasit. Radikal bebas akan merusak enzim yang merubah hemoglobin menjadi hemeazoin, sehingga akan terjadi penumpukan radikal bebas yang akan merusak sel parasit. Alkilasi juga berperan dalam merusak protein sel. Akan tetapi tampaknya, penumpukan radikal adalah sebab utama kematian parasit.(Lihat Gambar 1)
     Pada awalnya, artemisinin dikhawatirkan akan mengalami metabolisme lintas pertama jika digunakan dengan cara oral. Hal in memacu pembuatan derivat artemisinin untuk penggunaan parenteral (artemeter dan artesunat). Kemudian baru diketahui bahwa artemisinin dan derivatnya dapat digunakan secara oral tanpa mengalami pengurangan kadar yang besar setelah mengalami metabolisme lintas pertama. Semua derivat artemisinin akan diubah menjadi dihidro-artemisinin di dalam tubuh.
Farmakokinetik artemisinin dan derivatnya tergantung pada senyawa dan cara pemberian. Pemberian intravena (bolus) natrium artesunat, misalnya, sangat cepat mencapai kadar puncaknya dan cepat dimetabolisme menjadi dihidro-artemisinin. Waktu paruh dihidro-artemisnin sekitar 45 menit.(Lihat Tabel 1)
Tabel 1. Perbandingan beberapa sediaan artemisinin dan derivatnya
Obat    C max(µmol/L)    t max    Dosis (mg/ kg BB)
Na- Artesunat (IV bolus)    60-120    Sangat cepat    2-3,8
Artemeter (IM)    0,5-0,8    4-9 jam    6-10
Artemisinin (oral)    0,7-0,9    4-8 jam    5
Artemeter (oral)    1    90-120 menit    3
Dihidro-artemisinin        30 menit   
Artemisinin supositoria    0,03    6 jam    10
    Inge juga menekankan perlunya terapi kombinasi antara artemisinin dengan obat antimalaria jenis lain. Seperti halnya pengobatan pada tuberkulosis, terapi kombinasi ditujukan untuk mencegah resistensi terhadap artemisinin. Selain itu, artemisinin mempunyai waktu kerja yang pendek sehingga diharapkan adanya obat antimalaria jenis lain akan mematikan parasit yang tersisa.
    Kombinasi regimen terbaru pengobatan malaria, berdasarkan konsensus dari Perkumpulan Ahli Penyakit Dalam Indonesia (The Indonesian Society of Internal Medicine) seperti dimuat dalam Acta Medica Indonesiana 2004, antara lain artesunat + amodiaquine, artesunat + lumefrantine; artesunat + piperquine; dan dihidroartemisinin + piperquine. Dosis dari obat-obat ini dapat dilihat pada tabel 2.
Tabel 2. Dosis beberapa derivat artemsinin
Nama Obat    Dosis
Artesunat    5 mg/kgBB hari I dan 2,5 mg/kgBB hari II-III
Artemeter    3,2 mg/kgBB hari I dan 1,6 mg/kgBB hari II-V
Dihidroartemisinin    2 mg/kgBB, 2x hari I, 1x hari II-III
Meflokuin    750 mg-1250 mg dosis tunggal
Amodiakuin    600 mg hari I, 400 mg hari II-III
Piperquine    600 mg hari I + 300 mg 6 jam kemudian, dilanjutkan 600 mg 24 jam kemudian
   Vaksin Malaria, Sebuah Impian?
    Selain pencarian obat-obat baru, salah satu cara yang dipikirkan para peneliti untuk memerangi malaria adalah pembuatan vaksin malaria. Vaksin malaria dirancang berdasarkan siklus hidup plasmodium    sehingga muncullah 3 bentuk vaksin yaitu vaksin pra-eritrositik, vaksin eritrositik, dan vaksin bentuk seksual. (Lihat Gambar 2 dan 3)
    Vaksin pra-eritrositik adalah vaksin yang mencegah sporozoit memasuki hepatosit, mencegah pematangan parasit di dalam hepatosit. Kekurangan vaksin ini adalah memicu timbulnya strain yang resisten terhadap vaksin. Respon imun yang ditumbulkan oleh vaksin ini berupa pembentukan antibodi yang dapat menghambat invasi sporozoit ke dalam hepatosit atau membunuh sporozoit melalui opsonisasi maupun berupa pengaktifan sel limfosit T ataupun secara tidak langsung melalui sitokin atau antibody dependent cellular cytotoxicity.
     Vaksin eritrositik atau vaksin bentuk aseksual merupakan vaksin yang mudah dikembangkan karena hanya ditujukan untuk membangkitkan kembali kekebalan yang sudah terjadi secara alamiah. Prinsipnya hampir sama dengan timbulnya kekebalan pada orang yang sudah tinggal lama di daerah endemis malaria.
   Vaksin bentuk seksual (transmission blocking vaccine) dirancang untuk menyerang gametosit baik dalam tubuh pejamu maupun gamet, zigot atau ookinet dalam usus tengah nyamuk (sesudah pengisapan darah oleh nyamuk). Selain itu, vaksin ini dapat menghambat eksflagelisasi dan fertilisasi parasit dalam tubuh nyamuk. Kelemahan dari vaksin ini adalah tidak dapat mencegah seseorang menderita malaria maupun meringankan gejala malaria yang sudah ada karena vaksin ini hanya berperan mencegah terjadinya transmisi dari penderita ke orang sehat.
    Dari ketiga vaksin tersebut, yang paling ideal adalah vaksin pra-eritrositik. Salah satu vaksin  pra-eritrositik yang dikembangkan adalah vaksin sporozoit (attenuated sporozoite vaccine). Vaksin ini mengandung sporozoit dimana gen yang mengatur proses perkembangannya telah dilemahkan. Gen-gen yang telah dilemahkan adalah gen upregulated in infective sporozoite (UIS)-3 dan UIS-4. Gen-gen itu merupakan gen yang spesifik dan berperan pada stadium pra-eritrositik namun tidak diekspresikan pada stadium eritrositik aseksual.
    Dalam tubuh, sporozoit dari vaksin itu akan berkembangbiak hanya sampai awal stadium hepatosit, tidak menjadi merozoit ataupun gametosit. Dengan demikian, transmisi dari penderita ke orang sehat melalui vektor tidak akan terjadi. Mekanisme terjadinya imun akibat vaksin ini masih harus diteliti lebih lanjut. Masuknya sporozoit ke dalam hepatosit akan memicu respon imun dari sel T sitotoksik CD8+. Sel T akan mengenali antigen malaria yang berada di permukaan hepatosit yang terinfeksi. Selain sel T sitotoksik CD8+, sel T lain juga berperan adalah CD4+ dan sel T γδ. Masih diragukan apakah vaksin ini akan memberikan kekebalan dalam jangka waktu lama atau bila dimungkinkan seumur hidup karena pada percobaan tikus, efek proteksinya hanya bertahan 2 bulan.
   Pada prinsipnya, pembuatan vaksin malaria tergantung dari tujuannya. Misalnya, bila ingin mengurangi gejala klinis yang sudah ada, digunakanlah vaksin malaria bentuk aseksual. Bila sifatnya ingin mencegah agar tidak terjadi penyakit, pakailah vaksin pra-eritrositik dan bila yang diingikan hanya untuk mencegah proses penularan, pilihannya jatuh pada vaksin bentuk seksual. Pada kenyataannya, pembuatan vaksin malaria tidak semudah membalikkan telapak tangan namun bukan berarti harus berhenti sampai disini saja seperti kalimat berikut ini: "Success is not final, failure is not fatal. It is the courage to continue that counts. The path to an ideal malaria vaccine has begun with small steps. No mater how far we walk, the most important thing is that we do not stop."

Labels:

KEJENUHAN SISWA DALAM MENGIKUTI PELAJARAN DISEKOLAHH

                               KEJENUHAN SISWA DALAM MENGIKUTI PELAJARAN
                                                                       DISEKOLAH

                                                                         MAKALAH


                                                                            OLEH:
                                                             EKAWATI ZAINUDDIN
                                                                  LILIS SULIANI
                                                          LILIS SURYANINGTYAS
                                                           BESSE ROSNANINGSIH
                                                            IRMAYANTI IBRAHIM
                                                               SURTI AL ADAWIAH
                                                                   NURJANNAH M
                                                                      FRANSISKA

                                                               KELOMPOK 4
                                                      KELAS XII ILMU ALAM-1
                                                    SMA NEGERI 2 BANTAENG

                                  DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA
                                                     KABUPATEN BANTAENG
                                                                    2012


                                                                  KATA PENGANTAR

        Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas limpahan dan rahmat-NyaLah sehingga makalah yang berjudul mengenai “Kejenuhan Siswa dalam Mengikuti Pelajaran di Sekolah” dapat terselesaikan dengan sebaik-baiknya. Adapun mtjuan penulisan makalah ini yaitu diajukan sebagai salah satu syarat untuk memenuhi tugas mata pelajaran Jurnalistik.
        Penulisan makalah ini berisi tentang faktor-faktor penyebab kejenuhan siswa dalam mengikuti pelajaran di sekolah, cara mengatasi kejenuhan belajar siswa dan metode pengajaran dan pembelajaran yang baik.
     Penulis sangat berterimakasih kepada guru pembimbing yaitu Amin Spd, selaku guru mata pelajaran Jurnalistik, yang telah memberikan arahan dan bimbingan kepada penulis serta teman-teman yang telah banyak membantu dari awal sampai terselesainya makalah ini.
      Penulis menyadari bahwa penulisan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kritik dan saran bagi setiap pembaca demi penyempurnaan penulisan makalah selanjutnya.
      Penulis berharap agar penulisan makalah ini dapat memberikan manfaat dan pengetahuan bagi setiap pembaca.

                                                                                              Bantaeng,  Februari 2012


                                                                       
                                                                                                          Penulis
                       

                                                                           DAFTAR ISI


SAMPUL DEPAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB 1 PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
B.     Rumusan Masalah
C.     Tujuan Penulisan
D.    Manfaat Penulisan
BAB 2 PEMBAHASAN
A.    Pengertian Kejenuhan Belajar
B.     Faktor Penyebab Kejenuhan
C.     Cara Mengatasi Kejenuhan
BAB 3 PENUTUP
A.    Simpulan
B.     Saran
DAFTAR PUSTAKA

                                                                                      BAB I
                                                                           PENDAHULUAN


A. Latar Belakang
       Pendidikan merupakan hal yang terpenting bagi kehidupan kita. Tanpa pendidikan, kita akan menjadi orang yang tidak berguna. Pendidikan dapat membawa kita menuju kesuksesan. Sehingga jika kita mendapatkan pendidikan, dapat menggiring kita menuju cita-cita yang kita inginkan. Pendidikan menjadi syarat dalam meneruskan cita-cita kita seperti jika kita ingin menjadi guru, kita harus memiliki pendidikan agar dapat menjadi guru.
       Pendidikan dapat kita peroleh melalui media formal maupun informal. pendidikan melalui media formal seperti sekolah. Sedangkan pendidikan yang melalui media informal yaitu kursus atau pengalaman yang diperoleh. Namun, biasanya pendidikan yang diperoleh yaitu media formal seperti sekolah.
      Sekolah merupakan media pendidikan formal yang diikat oleh aturan tertentu. Sekolah memiliki tingkat pendidikan yaitu tingkat yang lebih rendah menuju tingkat yang lebih tinggi. Sekolah memberikan kita banyak manfaat yaitu dapat memberikan kita banyak pengetahuan dan wawasan mengenai berbagai aspek yakni di bidang sosial, agama, pengetahuan alam, olahraga maupun dibidang seni. Sekolah dapat menjadikan siswa yang bodoh menjadi pintar. Sekolah juga mempunyai peraturan tertentu, misalnya kita harus datang tepat waktu kesekolah. Hal ini dapat menjadikan siswa lebih disiplin dalam melakukan pekerjaan.
       Sekolah memberikan kita banyak pelajaran seperti pelajaran agama, sosial, perhitungan maupun seni. Siswa harus dapat menguasai ataupun memahami pelajaran yang diberikan oleh guru-guru yang ada disekolah. Namun, terkadang siswa merasa bosan ataupun jenuh mengikuti pelajaran yang ada disekolah. Hal ini mungkin disebabkan karena proses pembelajaran kurang menarik atau bersifat monoton, sehingga siswa merasa jenuh mengikuti pelajaran yang diberikan oleh gurunya.
      Kebanyakan orang tua siswa yang bingung dengan cara guru melaksanakan pembelajaran disekolah anak-anaknya karena caranya yang berbeda dengan cara yang diterapkan guru jaman dulu ketika orang tua siswa sekolah. Ada yang tidak setuju ketika anak-anaknya diajak guru keluar kelas untuk memetik berbagai berbagai jenis daun, atau bercerita di bawah pohon rindang.
       Metode pembelajaran yang baik seharusnya selaras dan mendukung pencapaian tujuan kurikulum yang baik. Di Indonesia, kurikulum sekolah harus selaras dengan Undang-Undang Sisdiknas pasal 3 nomor 20 tahun 2003, yang pada intinya adalah mengamanat kepada setiap sekolah untuk melaksanakan pendidikan secara holistik dengan cara mengembangkan seluruh potensi peserta didik. Dengan kata lain, metode pembelajaran yang baik bukan hanya mengembangkan aspek kognitif atau akademik saja, tetapi juga harus mampu membentuk manusia utuh (Whole person) yang cakap dalam menghadapi dunia yang penuh tantangan dan cepat berubah, serta mempunyai kesadaran spiritual bahwa dirinya adalah bagian dari keseluruhan (the person within a whole).
       Dengan demikian, orang tua dan guru harus menyadari bahwa metode  pembelajaran yang baik harus mampu mengembangkan seluruh potensi anak secara holistik. Artinya, seluruh dimensi perkembangan anak dikembangkan. Perlu diketahui pula bahwa hasil studi mutakhir (Megawangi, dkk, 2004) menunjukkan bahwa seluruh dimensi perkembangan anak tersebut (fisik, sosial, emosi, kognitif/akademik) terjadi secara simultan dan terintegrasi atau tidak masing-masing berdiri sendiri. Dengan kata lain, perkembangan salah satu aspek dipengaruhi oleh aspek yang lainnya. sebagai contoh, anak yang perkembangan sosialnya kurang baik, cenderung tidak disukai oleh teman-temannya. Kondisi ini akan mempengaruhi kemampuannya dalam bekerja dan belajar kelompok dan membuat anak merasa tidak nyaman berada di lingkungannya. akhirnya, proses belajarnya terganggu dan prestasinya pun tidak baik.
          Oleh karena itu, hal ini menjadi titik masalah kami dalam penulisan makalah ini.

B. Rumusan Masalah
          Berpedoman dari latar belakang, rumusan masalah dalam penulisan makalah ini yaitu sebagai berikut.
1.Apakah faktor penyebab terjadinya kejenuhan dalam mengikuti pelajaran di sekolah?
2. Bagaimanakah cara mengatasi kejenuhan dalam mengikuti pelajaran di sekolah?

C. Tujuan Penulisan

         Berdasarkan pada rumusan masalah, tujuan penulisan dalam makalah ini yaitu sebagai berikut.
1. Untuk mengetahui penyebab terjadinya kejenuhan dalam mengikuti pelajaran di sekolah.
2. Untuk mengetahui cara mengatasi kejenuhan dalam mengikuti pejaran di sekolah.

D. Manfaat Penulisan
          Manfaat penulisan dalam makalah ini yaitu sebagai berikut.
1.  Memberikan pemahaman mengenai penyebab kejenuhan dalam belajar.
2.  Memberikan banyak pengetahuan mengenai penanganan kejenuhan dalam belajar.
3. Sebagai bahan referensi dalam penulisan makalah selanjutnya.
              
                                                                             BAB II
                                                                    PEMBAHASAN


A. Pengertian Kejenuhan
        Secara harfiah, arti jenuh ialah padat atau penuh sehingga tidak mampu lagi memuat apapun. Selain itu, jenuh juga dapat berarti jemu atau bosan. Dalam belajar, disamping siswa sering mengalami kelupaan, ia juga terkadang mengalami peristiwa negatif lainnya yang disebut jenuh belajar yang dalam bahasa psikologi disebut Learning Plateau atau Plateau (baca:pletou) saja. Peristiwa jenuh ini kalau dialami seorang siswa yang sedang dalam proses belajar (kejenuhan belajar) dapat membuat siswa tersebut merasa telah memubazirkan usahanya.
     Kejenuhan dalam belajar ialah rentang waktu tertentu yang digunakan untuk belajar, tetapi tidak mendatangkan hasil (Reber, 1988). Seorang siswa yang mengalami kejenuhan belajar merasa seakan-akan pengetahuan dan kecakapan yang diperoleh dari belajar tidak ada kemajuan. Tidak adanya kemajuan hasil belajar ini pada umumnya tidak berlangsung selamanya. Tetapi dalam rentang waktu tertentu saja, misalnya seminggu. Namun, tidak sedikit siswa yang mengalami rentang waktu yang membawa kejenuhan itu berkali-kali dalam satu periode belajar tertentu.
       Seorang siswa yang sedang dalam keadaan jenuh sistem akalnya tidak dapat bekerja sebagaimana yang diharapkan dalam memproses item-item informasi atau pengalaman baru, sehingga kemajuan belajarnya seakan-akan “jalan di tempat” apabila kemajuan di jalan tempat ini kita gambarkan dalam bentuk kurva yang akan tampak adalah garis mendatar yang disebut plateau. Kejenuhan belajar dapat melanda seorang siswa yang kehilangan motivasi dan konsolidasi salah satu tingkat keterampilan tertentu sebelum sampai pada tingkat keterampilan berikutnya.
Kejenuhan dalam Belajar
Kejenuhan dalam Belajar


B. Faktor Penyebab Kejenuhan Belajar
     Kejenuhan belajar dapat melanda siswa apabila ia telah kehilangan motivasi dan kehilangan konsolidasi. Salah satu tingkat keterampilan tertentu sebelum siswa tertentu sampai pada tingkat keterampilan berikutnya (Chaplin, 1972). Selain itu, kejenuhan juga dapat terjadi karena proses belajar siswa telah sampai pada batas kemampuan jasmaniahnya karena bosan (boring) dan keletihan (fatigue). Namun, penyebab kejenuhan yang paling umum adalah keletihan yang melanda siswa, karena keletihan dapat menjadi penyebab munculnya perasaan bosan pada siswa yang bersangkutan.
     Menurut Cross (1974) dalam bukunya The Psychology of Learning, keletihan siswa dapat dikategorikan menjadi tiga macam yakni:
1. Keletihan indera siswa
2. Keletihan fisik siswa
3. Keletihan mental siswa
       Keletihan fisik dan keletihan indera dalam hal ini mata dan telinga pada umumnya dapat dikurangi atau dihilangkan lebih mudah setelah siswa beristirahat cukup terutama tidur nyenyak dan mengkonsumsi makanan dan minuman yang cukup bergizi. Sebaliknya, keletihan mental tak dapat diatasi dengan cara yang sederhana, cara mengatasi keletihan-keletihan lainnya. Itulah sebabnya, keletihan mental dipandang sebagai faktor utama penyebab munculnya kejenuhan belajar.
         Ada empat penyebab keletihan mental siswa yakni:
1. Karena kecemasan siswa terhadap dampak negatif yang ditimbulkan oleh keletihan itu sendiri.
2. Karena kecemasan siswa terhadap standar/patokan keberhasilan bidang-bidang studi tertentu yang dianggap terlalu tinggi terutama ketika siswa tersebut sedang merasa bosan mempelajari bidang-bidang studi.
3. Karena siswa berada ditengah-tengah situasi kompetitif yang ketat dan menuntut lebih banyak kerja intelek yang berat.
     Kejenuhan sangat berpengaruh seperti penyakit, melemahkan semangat, meluruhkan kekuatan (tekad). Kejenuhan banyak menimbulkan dampak negatif yang selama ini bayak dirasakan, diantaranya:
1. Sebagai penyakit. Kejenuhan dapat menghalang orang untuk melanjutkan pekerjaan, ia tidak memiliki cukup tekad untuk menuntaskan pekerjaan, kita harus menyikapnya secara bijaksana agar penyakit ini tidak berlanjut.
2. Produktifitas menurun. Ketika orang merasa jenuh, saat itu produktifitas kerjanya menurun. Siswa malas belajar, semangatnya luntur, dan ingin melakukan hal-hal lain untuk mengusir kejenuhan.
3. Rencana gagal. Kejenuhan bisa mengacaukan rencana yang sudah disusun. Sebuah rencana mungkin sudah dipersiapkan dengan sangat baik, namun kejenuhan yang tiba-tiba muncul ditengah jalan, bisa menjadi musibah yang sangat menyakitkan.
4. Hasil tidak matang. Kerja maksimal akan diperoleh ketika seseorang mampu mempertahankan irama kerja, dan menjauhkan dari kejenuhan.
5. Muncul sikap usil. Seseorang merasa jenuh dengan keadaan yang ada, kemudian dia mencari hiburan-hiburan segar dengan cara berbuat usil kepada orang-orang yang ada disekitarnya.
6. Sikap antipati. Kejenuhan juga bisa menimbulkan sikap antipati yaitu kebencian yang luar biasa terhadap seba-sebab yang menimbulkan kejenuhan. Tentu ini lebih serius daripada dampak yang lain.
7. Mencari pelarian. Berbeda dengan sikap antipati, orang yang jenuh namun tidak berdaya melawan kejenuhan itu, maka dalam kondisi seperti itu, apa yang sering orang lakukan adalah mencari pelarian. Mereka akan melakukan apa saja untuk menghibur diri.
8. Memicu kezhaliman. Kejenuhan luar biasa juga biasa memicu orang untuk berbuat kezhaliman terhadap orang lain. Kejenuhan adalah tekanan, maka setiap orang membenci tekanan itu. Banyak cara yang ditempuh untuk membebaskan diri dari tekanan, kalau perlu dengan cara mengorbankan orang lain.
9. Menimbulkan frustasi. Dampak paling serius dari kejenuhan adalah frustasi. Tekanan yang sangat berat tidak mampu diatasi dengan cara apapun. Dalam keadaan demikian orang kehilangan kepercayaan terhadap hidup yang dia jalani.
          Adapun penyebab kejenuhan belajar yaitu sebagai berikut.
1 Belajar dilakukan dengan metode yang tidak bervariasi.
2. Belajar hanya dilakukan ditempat tertentu saja. Misalnya di kamar tidur
3. Kondisi ruang belajar yang tidak berubah-ubah, terutama di rumah
4. Kurang melakukan aktifitas rekreasi atau hiburan untuk menetralisir kelelahan berpikir setelah beajar
5.Adanya ketegangan mental yang kuat dan berlarut-larut di saat belajar.
       Ketegangan mental tsb bisa timbul dari beban pelajaran yang terlalu berat, target untuk mencapai prestasi puncak, guru / dosen yang terlalu galak / killer, dan hal-hal lain yang menimbulkan ketegangan mental.
AKIBAT KEJENUHAN BELAJAR
       Beberapa akibat yang ditimbulkan oleh kejenuhan belajar adalah sebagai berikut:
1.Timbulnya rasa malas yang berat untuk belajar
2.Di saat belajar merasa kehilangan semangat  dan tidak bergairah
3.Merasa sulit untuk berkonsentrasi di saat belajar
4.Pelajar yang tadinya rajin berubah menjadi malas dan prestasinya menurun.
5.Kadang-kadang rasa malas tsb sedemikian beratnya sehingga seorang pelajar / mahasiswa merasa seperti tidak mau belajar sama sekali.

C.  Cara Mengatasi Kejenuhan Belajar

    Kejenuhan merupakan masalah semua orang. Untuk itu kita dituntut memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk mengatasi masalah kejenuhan. Paling tidak dengan bekal pengetahuan yang dimiliki, seseorang bisa terhindar risiko-risiko buruk dibalik kejenuhan.
       Ada beberapa prinsip penting yang perlu dipahami sebelum kita melangkah mencari solusi-solusi konkret atas problema kejenuhan. Prinsip-prinsip itu merupakan arahan untuk menyikapi kejenuhan secara bijaksana. Secara berurutan prinsip-prinsip tersebut dipaparkan sebagaimana di bawah ini.
1. Perubahan suasana. Kejenuhan terjadi karena suasana yang berulang-ulang (monoton) maka inti solusi dari problema kejenuhan adalah perubahan suasana. Kita harus mau keluar dari suasana lama yang mengelilingi, lalu masuk ke suasana yang baru yang lebih segar dan dinamis.
2. Kesegaran. Dengan adanya kesegaran itu, kita merasakan semangat (spirit) yang tinggi. Segala sesuatu yang kaku, monoton dan sejenisnya cenderung tidak disukai, sebab semua itu berpengaruh menurunkan semangat.
3. Berfikir manfaat. Apapun kesibukan, jika disana, jika disana ada hasil nyata yang diperoleh, seseorang akan memaksakan diri untuk menekuni kesibukan itu. Salah satu penyebab kejenuhan yaitu kemandegan prestasi. Seseorang terus menerus bekerja, tapi tidak mendapat hasil, akhirnya dia pun merasa jenuh. Dia bukan jenuh karena proses, tapi jenuh karena hasil.
4. Melihat kebawah. Kita jangan memandang diri lebih mulia dari orang lain, sehingga memudahkan alasan kejenuhan. Kita harus mau menengok kebawah. Disana banyak sekali orang-orang yang kurang beruntung. Oleh karena itu, hargailah kesempatan, lalu ambilah masa kejenuhan sekedarnya saja.
5. Rasa tanggung jawab. Cara efektif untuk mengatasi rasa jenuh adalah dengan memikirkan tanggung-jawab diri.
6.  Merenungi karya besar. Dengan merenungi karya besar, akan tumbuh energi besar dalam diri kita.
         Selain itu, cara mengatasi kejenuhan belajar yaitu sebagai berikut.
1. Belajar dengan metode yang bervariasi. Misalnya dengan membuat ringkasan bahan pelajaran sejak awal semester.
2. Belajar di beberapa tempat yang cukup nyaman seperti ruang tidur, ruang khusus belajar (kalau ada), ruang tamu, di rumah teman untuk belajar bersama, dll.
3. Mengadakan perubahan fisik di ruang belajar
4. Menciptakan suasana yang menyenangkan di ruang belajar. Misalnya belajar sambil mendengar music instrumental yang tenang
5. Melakukan aktifitas rekreasi secara berkala
6. Menghindari adanya ketegangan mental di saat belajar
7. Melakukan aktifitas meditasi untuk menetralisir kejenuhan belajar dan   menetralisir berbagai kondisi mental yang negative lainnya seperti stress, rasa cemas, tidak PD, dan menanamkan kondisi ketenangan sampai ke alam bawah sadar.
      Perlu juga diketahui bahwa meditasi bukan hanya bisa menetralisir berbagai kondisi mental yang negative dan menanamkan kondisi ketenangan jiwa, tapi juga bisa mengkondisikan rasa segar dan nyaman pada badan, sehingga semangat beraktifitas dalam kehidupan sehari-hari juga bisa ditingkatkan.

1.      

Labels:

bioteknologi pada pengolahan limbah

Teknologi Pengolahan Air Limbah

   Pembuangan air limbah baik yang bersumber dari kegiatan domestik (rumah tangga) maupun industri ke badan air dapat menyebabkan pencemaran lingkungan apabila kualitas air limbah tidak memenuhi baku mutu limbah. Sebagai contoh, mari kita lihat Kota Jakarta. Jakarta merupakan sebuah ibukota yang amat padat sehingga letak septic tank, cubluk (balong), dan pembuangan sampah berdekatan dengan sumber air tanah. Terdapat sebuah penelitian yang mengemukakan bahwa 285 sampel dari 636 titik sampel sumber air tanah telah tercemar oleh bakteri coli. Secara kimiawi, 75% dari sumber tersebut tidak memenuhi baku mutu air minum yang parameternya dinilai dari unsur nitrat, nitrit, besi, dan mangan.
    Trickling filter. Sebuah trickling filter bed yang menggunakan plastic media.
Bagaimana dengan air limbah industri? Dalam kegiatan industri, air limbah akan mengandung zat-zat/kontaminan yang dihasilkan dari sisa bahan baku, sisa pelarut atau bahan aditif, produk terbuang atau gagal, pencucian dan pembilasan peralatan, blowdown beberapa peralatan seperti kettle boiler dan sistem air pendingin, serta sanitary wastes. Agar dapat memenuhi baku mutu, industri harus menerapkan prinsip pengendalin limbah secara cermat dan terpadu baik di dalam proses produksi (in-pipe pollution prevention) dan setelah proses produksi (end-pipe pollution prevention). Pengendalian dalam proses produksi bertujuan untuk meminimalkan volume limbah yang ditimbulkan, juga konsentrasi dan toksisitas kontaminannya. Sedangkan pengendalian setelah proses produksi dimaksudkan untuk menurunkan kadar bahan peencemar sehingga pada akhirnya air tersebut memenuhi baku mutu yang sudah ditetapkan.
Parameter    Konsentrasi (mg/L)    
COD    100 – 300    
BOD    50 – 150    
Minyak nabati    5 – 10    
Minyak mineral    10 – 50    
Zat padat tersuspensi (TSS)    200 – 400    
pH    6.0 – 9.0    
Temperatur    38 – 40 [oC]    
Ammonia bebas (NH3)    1.0 – 5.0    
Nitrat (NO3-N)    20 – 30    
Senyawa aktif biru metilen    5.0 – 10    
Sulfida (H2S)    0.05 – 0.1    
Fenol    0.5 – 1.0    
Sianida (CN)    0.05 – 0.5    
Batasan Air Limbah untuk Industri
Kepmen LH No. KEP-51/MENLH/10/1995
    Namun walaupun begitu, masalah air limbah tidak sesederhana yang dibayangkan karena pengolahan air limbah memerlukan biaya investasi yang besar dan biaya operasi yang tidak sedikit. Untuk itu, pengolahan air limbah harus dilakukan dengan cermat, dimulai dari perencanaan yang teliti, pelaksanaan pembangunan fasilitas instalasi pengolahan air limbah (IPAL) atau unit pengolahan limbah (UPL) yang benar, serta pengoperasian yang cermat.
   Dalam pengolahan air limbah itu sendiri, terdapat beberapa parameter kualitas yang digunakan. Parameter kualitas air limbah dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu parameter organik, karakteristik fisik, dan kontaminan spesifik. Parameter organik merupakan ukuran jumlah zat organik yang terdapat dalam limbah. Parameter ini terdiri dari total organic carbon (TOC), chemical oxygen demand (COD), biochemical oxygen demand (BOD), minyak dan lemak (O&G), dan total petrolum hydrocarbons (TPH). Karakteristik fisik dalam air limbah dapat dilihat dari parameter total suspended solids (TSS), pH, temperatur, warna, bau, dan potensial reduksi. Sedangkan kontaminan spesifik dalam air limbah dapat berupa senyawa organik atau inorganik.
Teknologi Pengolahan Air Limbah
    Tujuan utama pengolahan air limbah ialah untuk mengurai kandungan bahan pencemar di dalam air terutama senyawa organik, padatan tersuspensi, mikroba patogen, dan senyawa organik yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme yang terdapat di alam. Pengolahan air limbah tersebut dapat dibagi menjadi 5 (lima) tahap:
Pengolahan Air Limbah
Pengolahan Air Limbah

1.    Pengolahan Awal (Pretreatment)

Tahap pengolahan ini melibatkan proses fisik yang bertujuan untuk menghilangkan padatan tersuspensi dan minyak dalam aliran air limbah. Beberapa proses pengolahan yang berlangsung pada tahap ini ialah screen and grit removal, equalization and storage, serta oil separation.
2.    Pengolahan Tahap Pertama (Primary Treatment)
Pada dasarnya, pengolahan tahap pertama ini masih memiliki tujuan yang sama dengan pengolahan awal. Letak perbedaannya ialah pada proses yang berlangsung. Proses yang terjadi pada pengolahan tahap pertama ialah neutralization, chemical addition and coagulation, flotation, sedimentation, dan filtration.
3.    Pengolahan Tahap Kedua (Secondary Treatment)
Pengolahan tahap kedua dirancang untuk menghilangkan zat-zat terlarut dari air limbah yang tidak dapat dihilangkan dengan proses fisik biasa. Peralatan pengolahan yang umum digunakan pada pengolahan tahap ini ialah activated sludge, anaerobic lagoon, tricking filter, aerated lagoon, stabilization basin, rotating biological contactor, serta anaerobic contactor and filter.
4.    Pengolahan Tahap Ketiga (Tertiary Treatment)
Proses-proses yang terlibat dalam pengolahan air limbah tahap ketiga ialah coagulation and sedimentation, filtration, carbon adsorption, ion exchange, membrane separation, serta thickening gravity or flotation.
5.    Pengolahan Lumpur (Sludge Treatment)
Lumpur yang terbentuk sebagai hasil keempat tahap pengolahan sebelumnya kemudian diolah kembali melalui proses digestion or wet combustion, pressure filtration, vacuum filtration, centrifugation, lagooning or drying bed, incineration, atau landfill.
Pemilihan Teknologi
   Pemilihan proses yang tepat didahului dengan mengelompokkan karakteristik kontaminan dalam air limbah dengan menggunakan indikator parameter yang sudah ditampilkan di tabel di atas. Setelah kontaminan dikarakterisasikan, diadakan pertimbangan secara detail mengenai aspek ekonomi, aspek teknis, keamanan, kehandalan, dan kemudahan peoperasian. Pada akhirnya, teknologi yang dipilih haruslah teknologi yang tepat guna sesuai dengan karakteristik limbah yang akan diolah. Setelah pertimbangan-pertimbangan detail, perlu juga dilakukan studi kelayakan atau bahkan percobaan skala laboratorium yang bertujuan untuk:
1.    Memastikan bahwa teknologi yang dipilih terdiri dari proses-proses yang sesuai dengan karakteristik limbah yang akan diolah.
2.    Mengembangkan dan mengumpulkan data yang diperlukan untuk menentukan efisiensi pengolahan yang diharapkan.
3.    Menyediakan informasi teknik dan ekonomi yang diperlukan untuk penerapan skala sebenarnya.
    Sedimentation. Sebuah primary sedimentation tank di sebuah unit pengolahan limbah domestik. Sedimentation tank merupakan salah satu unit pengolahan limbah yang sangat umum digunakan.
Bottomline, perlu kita semua sadari bahwa limbah tetaplah limbah. Solusi terbaik dari pengolahan limbah pada dasarnya ialah menghilangkan limbah itu sendiri. Produksi bersih (cleaner production) yang bertujuan untuk mencegah, mengurangi, dan menghilangkan terbentuknya limbah langsung pada sumbernya di seluruh bagian-bagian proses dapat dicapai dengan penerapan kebijaksanaan pencegahan, penguasaan teknologi bersih, serta perubahan mendasar pada sikap dan perilaku manajemen. Treatment versus Prevention? Mana yang menurut teman-teman lebih baik?? Saya yakin kita semua tahu jawabannya. Reduce, recyle, and reuse.

Labels: