Perlukah Seorang Pemimpin Berjiwa Wirausaha?

    Hai teman-teman, kali ini saya akan membahas mengenai Perlukah Seorang Pemimpin Berjiwa Wirausaha?. Pembahasan mengenai Perlukah Seorang Pemimpin Berjiwa Wirausaha? yaitu sebagai berikut :

     Untuk mencapai sukses di dalam penjualan hendaklah Anda selalu cenderung kepada gaya menjual: ingatlah, Anda selalu berusaha mencoba dan mencoba untuk menjadi master di dalam penjualan: akan tetapi, ingatlah pula, bahwa siasat Anda di dalam menjual hendaknya selalu luwes (flexible) tidaklah berarti Anda menggunakan sikap sekeras batu, selicin ular, ataupun bicara setajam pedang. Dengan demikian, dunia akan membuka suatu kesempatan yang besar bagi Anda sebagai wirausaha salesmanship. Sistem penekanan di dalam usaha (business) menimbulkan berbagai luka di hati manusia yang senantiasa mendambakan kedamaian dan harus disembuhkan. Hanya wirausaha salesmanship-lah yang mampu menyembuhkannya.
    Munculnya pemimpin-pemimpin yang baru serta beberapa aliran ke pemimpin yang modern sangat di dambakan pad setiap liku-liku kegiatan manusia rekonstruksi ini memerlukan suatu jangka waktu tertentu. Hal ini merupakan suatu kesempatan yang menggembirakan bagi master salesmanship yang telah sukses di dalam mewujudkan daya khayal (imajinasinya) melalui usaha-usaha serta sumbangan tenaga di dalam pelaksanaan kerjanya sehingga tercapailah tujuan yang menguntungkan umum khususnya.
    Tingkatan hak utama setiap individu telah selesai dibahas: sekarang, marilah kita bahas pengaruh hak utama setiap kelompok besar individu. Ingatlah selalu, apabila hendak memilih suatu motif sebagai pedoman di dalam usaha penjualan Anda, pertama-tama Anda harus mengutamakan pelayanan yangs sebaik-baiknya terhadap masyarakat/orang yang Anda temui, seperti yang dialami oleh seluruh warga negara Indonesia menanti penuh harapan munculnya seorang pemimpin, berjuta-juta orang bahkan mengalami ketakutan serta terombang-ambing kehidupannya.
    Kasus ini merupakan suatu tantangan bagi para pria dan wanita yang berambisi serta bersedia menyesuaikan dirinya terhadap penunjukan pemimpin yang baru yang diperkuat oleh keberanian serta dedikasi/loyalitas pelayanan mereka. Pukulan-pukulan yang kuat terhadap kecakapan menjual serta daya tarik yang telah banyak kami peroleh kini hanyalah merupakan suatu sejarah dan kenangan masa lampau. Kepada "mereka yang berhasil" sudah selayaknya mendirikan suatu monumen kebangsaan sebagai imbalan jasa untuk diserahkan kepada "mereka yang memimpin" di dalam mencapai keberhasilan untuk setiap langkah yang dialaminya. Pemimpin yang berhasil di masa mendatang, baik di dalam bidang penjualan pada organisasi bisnis maupun nonbisnis yang bersifat sebagai pelayan publik, atau liku-liku kehidupan lainnya, hendaklah dapat menyusun suatu peraturan berdasarkan pengalamannya yang berharga sebagai pedoman atau dasar kepemimpinan yang berhasil. Masalah pokok yang mungkin muncul di masa mendatang ialah: berapa banyak kapasitas pelayanan yang telah harus diberikan kepada setiap individu? Bukan, berapa kali berhasil meloloskan diri serta masuk penjara?
Perlukah Seorang Pemimpin Berjiwa Wirausaha?
Perlukah Seorang Pemimpin Berjiwa Wirausaha?
    Suatu pembaruan kembali daripada situasi ekonomi telah muncul serta melanda seluruh dunia: setiap manusia yang tidak mampu memahaminya, berarti dia mengalami suatu kebutaan mental: aturan-aturan bisnis dan industri yang kuno disapu bersih dan meunculnya aturan baru secara pesat serta berhasil menggantikan kedudukannya. Kebijaksanaan yang dicetuskan seorang pemimpin di luar rencana merupakan suatu daya pendorong (motivasi) yang baik di mana pemimpin melihat situasi serta memahaminya untuk mengadakan perubahan di samping memahaminya untuk mengadakan perubahan-perubahan di samping menyesuaikan dirinya secara harmonis tanpa suatu paksaan dari siapa pun.
    Kita sampai kepada suatu daerah, di mana kita dapat menyaksikan semangat perjuangan Thomas Jefferson, Benyamin Franklin, Geroge Shington, dan Abraham Lincoln dalam bidang politik dan pula semangat Marshall Field John Wanamaker yang berkembang menjadi perampok, menahan semua bentuk penindasan terhadap dirinya yang timbul akibat kekikiran serta ketamakan manusia yang lebih kuat. Rasa balas dendam ini tidaklah abadi. Dia akan hapus dan berhenti membalasnya. Dia hanya berlangsung menurut suatu waktu tertentu.
   Seperti halnya di Amerika hingga saat ini tidak akan menyaksikan lagi berjuta-juta bangsanya bergelut kelaparan di tengah-tengah situasi antara kebutuhan di satu pihak dan kemewahan hidup di lain pihak. Kita tidak termasuk ke dalam kelompok pengisap (pengekploitir) manusia atas manusia dan kita tidak dipaksa untuk menyerahkan hak-hak kita melalui jalur yang kita tempuh.
    Perkataan ini mungkin dapat membantu memberikan suatu ilham (inspirasi) terhadap kepemimpinan dalam suatu organisasi, baik organisasi bisnis maupun organisasi nonbisnis seperti pelayanan publik atau cara lain dalam kehidupan. Manusia-manusia yang memapu menciptakan daya khayal (imajinasinya), tidak akan menunggu waktu lagi untuk membuktikan daya kemampuannya. Mereka mampu mengubah situasi dan menyesuaikan dirinya  terhadap kondisi-kondisi baru yang dihadapinya.
     Perubahan ekonomi secara besar-besaran terjadi, seiring dengan penyesuaian di segala bidang kegiatan manusia yang menitikberatkan kepada kebutuhan primer manusia untuk menemukan dasar-dasar pengertian ke arah kemajuan. Semenjak manusia mempelajari efisiensi bentuk kecakapan menjual secara merata serta masing-masing dirinya ke dalam masalah-masalah yang relevan dengan bidang sosial dan komersial sudah sepantasnya apabila pengertian-pengertian dasar ini diusulkan untuk dapat digunakan secara praktis.

Demikian pembahasan mengenai Perlukah Seorang Pemimpin Berjiwa Wirausaha?. Semoga memberikan manfaat bagi pembaca sekalian...


google adsense
Blog, Updated at: 08:34

0 komentar:

Post a Comment

Powered by Blogger.

Followers