Tahap Pembangunan Ekonomi.

   Pembahasan kali ini mengenai Tahap Pembangunan Ekonomi. Adapun pembahasan mengenai Tahap Pembangunan Ekonomi akan dibahas di bawah ini yaitu sebagai berikut.

Tahap Pembangunan Ekonomi
   Secara umum, setiap negara harus melalui tiga tahapan pembangunan ekonomi yaitu sebagai berikut.
1. Tahap Pertanian (Agraris). Pada tahap ini sebagian besar penduduk bekerja dalam bidang pertanian.
2. Tahap Manufaktur (Industri). Pada tahap ini sebagian besar penduduk bekerja di bidang industri.
3. Tahap Ketiga (Bidang Jasa). Pada tahap ini terjadi perpindahan tenaga kerja ke sektor jasa karena pertumbuhan cepat dalam sektor tersebut.

    Sebagian besar negara berkembang masih berada pada tahap agraris. Pada negara-negara itu, tenaga kerja dan sumber daya alam yang penting bagi ekonomi industri tersedia dalam jumlah besar, tetapi umumnya negara-negara itu tidak memiliki cukup uang, modal, dan tenaga ahli untuk memanfaatkan sumber daya ini secara maksimal.
Tahap Pembangunan Ekonomi.
Tahap Pembangunan Ekonomi
    Permasalahan mendasar bagi negara-negara berkembang adalah bagaimana membiayai peralatan dan pelatihan yang diperlukan untuk memperbaiki standar hidup mereka. Sumber pembiayaan pembangunan ekonomi antara lain dapat diperoleh melalui:
1. Simpanan Domestik. Masyarakat di negara berkembang cenderung tidak mungkin menabung, karena untuk hidup saja sulit, tetapi mereka pasti menyimpan sesuatu untuk masa depan mereka. Hanya saja, mungkin bukan dalam bentuk uang yang dapat digunakan sebagai modal investasi. Terkadang mereka hanya menyimpan tepung atau beras untuk kemudian ditukar dengan barang-barang lain. Padahal dunia usaha tidak meminjam barang-barang semacam itu untuk investasi.
2. Investasi Asing. Investasi Asing bisa meliputi pendirian kantor cabang, pendirian perusahaan modal asing (PMA), atau pembelian perusahaan lokal oleh perusahaan asing. Investor tertarik untuk menanamkan modal ke negara berkembang karena tingkat upah yang rendah, peraturan tentang bisnis yang tidak terlalu ketat, dan melimpahnya bahan baku produksi.
3. Bantuan Luar Negeri (Foreign Aid). Bantuan luar negeri merupakan uang, barang, jasa dari negara-negara (pemerintah) dan organisasi-organisasi internasional kepada negara-negara yang memerlukan. Bantuan luar negeri itu terdiri dari beberapa macam yaitu:
a. Bantuan Ekonomi. Bantuan ekonomi merupakan pinjaman dan grant dalam bentuk uang atau peralatan untuk menambah sumber modal negara-negara berkembang. Bantuan ekonomi ini dapat dipergunakan untuk menolong pembangunan sistem transportasi dan komunikasi, serta membeli barang-barang produksi dasar guna membangun pertanian dan industri. Contoh: traktor, pompa irigasi, jalan raya, dan lain-lain.
b. Bantuan Teknis. Bantuan teknis antara lain berupa penyediaan tenaga-tenaga ahli profesional seperti insinyur, guru teknisi, dan sebagainya untuk mengajarkan keahlian mereka kepada masyarakat du begara berkembang. Pelatihan ini didesain untuk memperkuat sumber daya manusia suatu negara, seperti halnya bantuan ekonomi untuk meningkatkan sumber daya modal.
c. Bantuan Militer. Bantuan Militer merupakan bantuan ekonomi dan teknis untuk angkatan bersenjata suatu ekonomi dan teknis untuk angkatan bersenjata suatu negara. Contoh: meminjamkan uang kapada negara berkembang untuk membeli pesawat tempur atau bahkan memberikan pesawat itu sendiri atau memberikan saran-saran teknis dan pelatihan militer.
  Pakaian, makanan, obat-obatan, dan bantuan lain untuk bencana alam juga termasuk dalam bantuan luar negeri. Tetapi jenis bantuan ini tidak ditujukan secara langsung untuk pembangunan ekonomi.


Demikian pembahasan mengenai Tahap Pembangunan Ekonomi. Semoga tulisan ini memberikan manfaat bagi pembaca.


google adsense
Blog, Updated at: 08:57

0 komentar:

Post a Comment

Powered by Blogger.

Followers