Thursday, 22 September 2016

Ciri-Ciri BUMN, BUMS, dan Koperasi

Pembahasan kali ini membahas mengenai Ciri-Ciri Ciri-Ciri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Ciri-Ciri Badan Usaha Milik Swasta (BUMS), dan Koperasi. Adapun pembahasan tentang Ciri-Ciri BUMN, BUMS, dan Koperasi yaitu sebagai berikut.

1. Ciri-Ciri Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
     Berikut ini adalah ciri-ciri BUMN yang berlaku secara umum. Ciri-ciri tersebut meliputi:
a. Bertujuan memberikan pelayanan kepada masyarakat dan mencari keuntungan.
b. Pemiliknya adalah negara, kecuali bila berbentuk persero yang sebagian sahamnya bisa dijual ke pihak lain.
c. Tanggung jawab atas utang dan kerugian seluruhnya merupakan tanggung jawab negara, kecuali bila berbentuk persero, tanggung jawab negara sebatas saham yang dimiliki.
d. Merupakan alat negara untuk menyukseskan pembangunan di tanah air.
e. Keuntungan yang diperoleh BUMN digunakan kembali sebagai dana pembangunan.
f. Penambahan modal bisa dilakukan dengan cara meminjam kepada bank atau nonbank di dalam negeri tau di luar negeri.
Ciri-Ciri BUMN, BUMS, dan Koperasi
Ciri-Ciri BUMN,  BUMS, dan Koperasi

2. Ciri-Ciri Badan Usaha Milik Swasta (BUMS)
   Ciri-ciri umum dari BUMS adalah sebagai berikut.
a. Bertujuan mencari keuntungan (profit oriented)
b. Pemilik bisa perorangan bisa persekutuan (kelompok orang)
c. Tanggung jawan atas utang dan kerugian bisa terbatas bisa juga tak terbatas, berganung pada bentuk badan usaha.
d. Model pengelolaan (manajemen) bergantung pada bentuk badan usaha. Biasanya manajemen PT lebih profesional dibanding bentuk badan usaha yang lain.
e. Merupakan lembaga yang ikut serta mendorong lapangan kerja dan memberikan pemasukan pajak bagi negara.
f. Cara pembagian keuntungan bergantung pada bentuk badan usaha.
g. Penambahan modal bisa dilakukan dengan cara meminjam kepada bank atau nonbank di dalam negeri ataupun di luar negeri.

3. Ciri-Ciri Koperasi
   Adapun ciri-ciri dan koperasi adalah sebagai berikut.
a. Bertujuan mencari keuntungan untuk menyejahterakan anggotanya pada khususnya dan masyarakat pada umumnya.
b. Pemiliknya adalah seluruh anggota koperasi.
c. Tanggung jawab anggota terhadap utang dan kerugian  terbatas pada jumlah simpanan masing-masing anggota.
d. Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka.
e. Pengelolaan (manajemen) bersifat demokratis.
f. Pembagian keuntungan (SHU) dilakukan secara adil sesuai usaha dan simpanan anggota.
g. Penambahan modal dapar dilakukan dengan cara meminjam kepada bank atau non bank.

Demikian pembahasan mengenai Ciri-Ciri BUMN, BUMS, dan Koperasi. SEmoda tulisan ini bermanfaat bagi pembaca sekalian.

Labels:

Wednesday, 14 September 2016

Tahap Pembangunan Ekonomi.

   Pembahasan kali ini mengenai Tahap Pembangunan Ekonomi. Adapun pembahasan mengenai Tahap Pembangunan Ekonomi akan dibahas di bawah ini yaitu sebagai berikut.

Tahap Pembangunan Ekonomi
   Secara umum, setiap negara harus melalui tiga tahapan pembangunan ekonomi yaitu sebagai berikut.
1. Tahap Pertanian (Agraris). Pada tahap ini sebagian besar penduduk bekerja dalam bidang pertanian.
2. Tahap Manufaktur (Industri). Pada tahap ini sebagian besar penduduk bekerja di bidang industri.
3. Tahap Ketiga (Bidang Jasa). Pada tahap ini terjadi perpindahan tenaga kerja ke sektor jasa karena pertumbuhan cepat dalam sektor tersebut.

    Sebagian besar negara berkembang masih berada pada tahap agraris. Pada negara-negara itu, tenaga kerja dan sumber daya alam yang penting bagi ekonomi industri tersedia dalam jumlah besar, tetapi umumnya negara-negara itu tidak memiliki cukup uang, modal, dan tenaga ahli untuk memanfaatkan sumber daya ini secara maksimal.
Tahap Pembangunan Ekonomi.
Tahap Pembangunan Ekonomi
    Permasalahan mendasar bagi negara-negara berkembang adalah bagaimana membiayai peralatan dan pelatihan yang diperlukan untuk memperbaiki standar hidup mereka. Sumber pembiayaan pembangunan ekonomi antara lain dapat diperoleh melalui:
1. Simpanan Domestik. Masyarakat di negara berkembang cenderung tidak mungkin menabung, karena untuk hidup saja sulit, tetapi mereka pasti menyimpan sesuatu untuk masa depan mereka. Hanya saja, mungkin bukan dalam bentuk uang yang dapat digunakan sebagai modal investasi. Terkadang mereka hanya menyimpan tepung atau beras untuk kemudian ditukar dengan barang-barang lain. Padahal dunia usaha tidak meminjam barang-barang semacam itu untuk investasi.
2. Investasi Asing. Investasi Asing bisa meliputi pendirian kantor cabang, pendirian perusahaan modal asing (PMA), atau pembelian perusahaan lokal oleh perusahaan asing. Investor tertarik untuk menanamkan modal ke negara berkembang karena tingkat upah yang rendah, peraturan tentang bisnis yang tidak terlalu ketat, dan melimpahnya bahan baku produksi.
3. Bantuan Luar Negeri (Foreign Aid). Bantuan luar negeri merupakan uang, barang, jasa dari negara-negara (pemerintah) dan organisasi-organisasi internasional kepada negara-negara yang memerlukan. Bantuan luar negeri itu terdiri dari beberapa macam yaitu:
a. Bantuan Ekonomi. Bantuan ekonomi merupakan pinjaman dan grant dalam bentuk uang atau peralatan untuk menambah sumber modal negara-negara berkembang. Bantuan ekonomi ini dapat dipergunakan untuk menolong pembangunan sistem transportasi dan komunikasi, serta membeli barang-barang produksi dasar guna membangun pertanian dan industri. Contoh: traktor, pompa irigasi, jalan raya, dan lain-lain.
b. Bantuan Teknis. Bantuan teknis antara lain berupa penyediaan tenaga-tenaga ahli profesional seperti insinyur, guru teknisi, dan sebagainya untuk mengajarkan keahlian mereka kepada masyarakat du begara berkembang. Pelatihan ini didesain untuk memperkuat sumber daya manusia suatu negara, seperti halnya bantuan ekonomi untuk meningkatkan sumber daya modal.
c. Bantuan Militer. Bantuan Militer merupakan bantuan ekonomi dan teknis untuk angkatan bersenjata suatu ekonomi dan teknis untuk angkatan bersenjata suatu negara. Contoh: meminjamkan uang kapada negara berkembang untuk membeli pesawat tempur atau bahkan memberikan pesawat itu sendiri atau memberikan saran-saran teknis dan pelatihan militer.
  Pakaian, makanan, obat-obatan, dan bantuan lain untuk bencana alam juga termasuk dalam bantuan luar negeri. Tetapi jenis bantuan ini tidak ditujukan secara langsung untuk pembangunan ekonomi.


Demikian pembahasan mengenai Tahap Pembangunan Ekonomi. Semoga tulisan ini memberikan manfaat bagi pembaca.

Labels:

Thursday, 8 September 2016

Karakteristik dan Transaksi Keuangan Perusahaan Dagang

   Pembahasan kali ini mengenai Karakteristik dan Transaksi Keuangan Perusahaan Dagang. Untuk lebih jelasnya pembahasan mengenai Karakteristik dan Transaksi Keuangan Perusahaan Dagang akan dibahas dibawah ini yaitu sebagai berikut.

Karakteristik Perusahaan Dagang
   Perusahaan dagang adalah perusahaan yang kegiatan pokok usahanya adalah membeli barang dagangan untuk dijual kembali tanpa mengolah atau mengubah bentuk barang tersebut, dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan atau laba.
   Laba kotor penjualan (Gross Profit on Sales) yang diperoleh perusahaan dagang berasal dari selisih pendapatan dari hasil penjualan barang dengan harga pokok barang yang dijual. Adapun pendapatan dari hasil penjualan (Revenue from Sales) merupakan jumlah penjualan barang berdasarkan harga jual.
   Sedangkan harga pokok barang yang dijual (Cost of Goods Sold) merupakan jumlah pembelian barang berdasarkan harga beli/biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh barang tersebut. Harga pokok barang yang dijual (Cost of Goods Sold) biasa disebut dengan istilah "Harga Pokok Penjualan".

Transaksi Keuangan Perusahaan Dagang
    Secara garis besar kegiatan pokok perusahaan dagang meliputi:
1. Pembelian barang atau harta lainnya baik dilakukan secara tunai atau secara kredit.
2. Penjualan barang baik secara tunai atau kredit.
3. Pengeluaran uang, dan
4. Penerimaan uang

1. Transaksi Keuangan dan Perkiraan pada Perusahaan Dagang
    Sesuai dengan karakteristik perusahaan dagang, ada beberapa transaksi keuangan yang mungkin terjadi dalam perusahaan dagang dan tidak pernah terjadi dalam perusahaan jasa, antara lain:
a. Pembelian barang dagangan,
b. Penjualan barang dagangan,
c. Penerimaan potongan pembelian dari penjual,
d. Pemberian potongan penjualan kepada pembeli,
e. Pengembalian barang dagangan yang telah dibeli atau retur pembelian,
f. Penerimaan kembali barang dagangan yang telah dijual atau retur penjualan,
g. beban atau biaya yang dikeluarkan untuk membeli barang atau beban angkut pembelian.
    Berkaitan dengan transaksi-transaksi khusus tersebut maka dalam perusahaan dagang timbul perkiraan atau akun khusus yang tidak dikenal pada perusahaan jasa, antara lain:
a. Pembelian (Purhases)
b. Beban angkut pembelian (Freight in/Transportation in)
c. Potongan pembelian (Purchases Discount)
d. Retur pembelian dan pengurangan harga (Purchases Return and Allowances)
e. Penjualan (Sales)
f. Potongan penjualan (Sales Discount)
g. Retur penjualan dan pengurangan harga (Sales Return and Allowances)
h. Persediaan barang dagangan (Merchandise Inventory).

2. Dokumen-Dokumen Transaksi pada Perusahaan Dagang
   Setiap transaksi keuangan yang dilakukan perusahaan dagang perlu ada bukti/dokumen transaksi. Karena, bukti merupakan sumber data awal untuk melakukan pencatatan.
   Berikut ini beberapa contoh dokumen transaksi yang dimiliki perusahaan dagang yaitu sebagai berikut:
a. Faktur pembelian, yaitu bukti/dokumen tertulis yang menyatakan bahwa perusahaan telah melakukan transaksi pembelian barang atau aktiva lainnya secara kredit.
b. Faktur penjualan, yaitu bukti/dokumen tertulis yang menyatakan bahwa perusahaan telah melakukan transaksi penjualan barang secara kredit.
c. Bukti penerimaan kas, yaitu bukti/dokumen tertulis yang menyatakan bahwa perusahaan telah menerima uang. Bukti penerimaan uang juga dapat berbentuk kuitansi, cek atau nota kontan.
d. Bukti pengeluaran kas, yaitu bukti /dokumen tertulis yang menyatakan bahwa perusahaan telah melakukan transaksi pengeluaran uang.
e. Bukti memorial, yaitu bukti/dokumen tertulis yang menyatakan bahwa perusahaan telah melakukan transaksi keuangan lainnya yang tidak tergolong dalam empat bukti transaksi sebelumnya, seperti retur penjualan, retur pembelian, penyusutan aktiva tetap, dan sebagainya.

Karakteristik dan Transaksi Keuangan Perusahaan Dagang
Karakteristik dan Transaksi Keuangan Perusahaan Dagang

Demikian pembahasan mengenai Karakteristik dan Transaksi Keuangan Perusahaan Dagang. Semoga tulisan mengenai Karakteristik dan Transaksi Keuangan Perusahaan Dagang memberikan manfaat bagi pembaca sekalian.

Labels:

Monday, 5 September 2016

Kelembagaan dan Pelaku Pasar Modal di Indonesia

Pembahasan kali ini membahas mengenai Kelembagaan dan Pelaku Pasar Modal di Indonesia. Untuk lebih jelasnya pembahasan mengenai Kelembagaan dan Pelaku Pasar Modal di Indonesia akan dibahas yaitu sebagai berikut.

Kelembagaan dan Pelaku Pasar Modal di Indonesia
   Upaya untuk memperlancar mekanisme perdagangan di pasar modal, maka diperlukan banyak pihak yang terlibat dalam transaksi. Adapun pihak-pihak yang terlibat dalam memperlancar perdagangan yaitu sebagai berikut.

Kelembagaan dan Pelaku Pasar Modal di Indonesia
Struktur dan Pelaku Pasa Modal di Indonesia

1. Bapepam
     Untuk melaksanakan dan mengendalikan kegiatan pasar modal, maka dibentuklah Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam). Bapepam sebagai otoritas tertinggi di pasar modal memiliki tugas sebagai berikut.
a. Mengadakan penilaian terhadap perusahaan-perusahaan yang akan menjual sahamnya ke pasar modal (go public).
b. Menyelenggarakan bursa pasar modal yang efektif dan efisien.
c. Mengikuti perkembangan perusahaan-perusahaan yang menjual saham secara teratur, wajar, dan melindungi kepentingan pemodal dan masyarakat umum.
d. Melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap bursa efek dan lembaga penunjang.
e. Memberikan pendapat dan masukan kepada Menteri Keuangan mengenai pasar modal.
f. Menentukan prosedur penjualan.

2. Bursa Efek
    Bursa efek adalah lembaga penyelenggara fasilitas perdagangan jual beli efek perusahaan yang telah terdaftar di bursa. Bursa efek memiliki peranan penting dalam pasar modal. Peranan penting itu antara lain sebagai berikut.
a. Menyediakan semua sarana perdagangan efek (fasilitator).
b. Membuat peraturan yang berkaitan dengan kegiatan bursa.
c. Mengupayakan likuiditas instrumen.
d. Mencegah praktik-praktik yang dilarang di bursa (kolusi, pembentukan harga yang tidak wajar, dan lain-lain).
e. Menyebarluaskan informasi bursa.
f. Menciptakan instrumen dan jasa baru.
    Di Indonesia dikenal 2 macam pasar bursa efek yaitu Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan Bursa Efek Surabaya (BES). BEJ telah ada sejak Februari 1989 dan memfokuskan pada perdagangan saham industri menengah ke atas. Sedangkan BES didirikan pada bulan Juni 1989 dan memperdagangkan saham industri skala kecil dan menengah. Pada saat ini BES sedang mempersiapkan jenis perdagangan baru, dikenal pula dengan istilah future index, yang merupakan bagian dari pasar komoditi yang akan dibahas di bawah ini.

3. Lembaga Kliring dan Penjaminan (LKP)
    Di Indonesia, LKP dilakukan oleh PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI). Lembaga ini melakukan jasa kliring atau proses penentuan hak dan kewajiban anggota bursa yang timbul atas transaksi di bursa. Lalu mereka melakukan penjaminan penyelesaian transaksi bursa.

4. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian (LPP)
    LPP adalah lembaga yang menyediakan kegiatan kustodian atau penyimpanan terpusat bagi perusahaan efek dan bank-bank kustodian (penyimpanan surat-surat berharga). Oleh karena itu, penyelesaian transaksi di bursa dilakukan dengan pemindahbukuan antar rekening efek tanpa perpindahan saham secara fisik. Di Indonesia proses ini dilakukan oleh PT. Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

5. Perusahaan Efek
    Perusahaan efek merupakan lembaga yang mendapat izin usaha dari Bapepam untuk menjalankan kegiatan sebagai berikut.
a. Penjamin Emisi Efek
    Sebagai penjamin emisi efek, perusahaan efek tersebut membuat kontrak dengan emiten untuk melakukan penawaran umum bagi kepentingan emiten dengan atau tanpa kewajiban untuk membeli sisa efek yang tidak terjual. Bila penjamin emisi hanya menjual sebatas yang laku, maka disebut best effort. Sementara itu, bila menjual dengan janji akan membeli yang tidak laku, maka kontraknya adalah full commitment.
b. Perantara Perdagangan Efek
    Perantara pedagang efek adalah pihak yang melakukan kegiatan usaha jual beli efek untuk kepentingan sendiri atau kepentingan pihak lain untuk mendapatkan komisi. Perantara pedagang efek ini lebih dikenal dengan nama pialang atau broker.
c. Manajer Investasi
    Manajer investasi adalah perusahaan atau individu yang mendapat izin dari BAPEPAM untuk mengelola efek dengan cara menjadi penasehat investasi bagi nasabah.

6. Lembaga Penunjang Pasar Modal
    Lembaga penunjang pasar modal antara lain:
a. Biro Administrasi Efek (BAE) adalah pihak yang berdasarkan kontrak dengan emiten mencatat pemilikan dan pembagian hak efek.
b. Kustodian adalah lembaga yang memberikan jasa penitipan efek, surat berharga, dan harta berharga lainnya.
c. Wali Amanat (Trust Agent) adalah pihak yang dipercaya untuk mewakili seluruh kepentingan pemegang obligasi atau sekuritas kredit. Wali Amanat juga menjadi pemimpin dalam Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO).
d. Pemeringkat Efek adalah pihak yang menerbitkan peringkat-peringkat bagai surat hutang seperti obligasi dan commercial paper sehingga investor mengetahui risikonya. Di Indonesia ada dua perusahaan pemeringkat, PT. Perfindo dan PT. Kasnic Duff & Phelps Credit Rating Indonesia.

7. Profesi Penunjang
     Selain lembaga-lembaga penunjang tersebut ada pula profesi yang ikut menunjang keberadaan bursa efek. Profesi-profesi tersebut antara lain akuntan, konsultan hukum, penilai dan notaris. Supaya bisa terlibat dalam pasar modal, profesi-profesi itu haruslah mendapatkan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal dari Bapepam.

8. Pemodal 
    Pemodal sama dengan investor. Pemodal memiliki kelebihan dana untuk diinvestasikan ke pasar modal.

9. Emiten
   Kita telah mengetahui pihak-pihak yang mengawasi pergerakan saham, pihak yang ikut menunjang bursa saham, namun siapakah yang menjual saham? Pihak yang melakukan penawaran efek surat berharga untuk diperjualbelikan itu disebut sebagai emiten. Emiten itu antara lain sebagai berikut.
a. Perusahaan Publik. Perusahaan publik adalah perusahaan yang menjual sahamnya lewat pasar modal. Saham ini dapat dimiliki orang masyarakat umum seperti kita dengan jumlah setidaknya 100 orang. Untuk dapat memasarkan sahamnya, perusahaan publik ini setidaknya memiliki modal untuk disetor sebesar Rp 3 Milyar dan ia harus melaporkan kepada BAPEPAM.
b. Reksa Dana (Mutual Fund). Reksa dana adalah kegiatan emiten dengan jalan melakukan investasi dan perdagangan efek. Sampai dengan tahun 1990, reksa dana di Indonesia hanya dipegang oleh Danareksa. Mereka diperbolehkan membeli 50% saham yang ditawarkan di pasar. Namun setelah tahun 1990, Bapepam mengizinkan perusahaan dengan izin usaha manajer investasi untuk menerbitkan reksa dana. Perusahaan-perusahaan yang diperbolehkan menerbitkan reksa dana antara lain Bahana TWC, Trimegah Securities, Corfina, Rifan Financindo, dan Niaga Securities.

Demikian pembahasan mengenai Kelembagaan dan Pelaku Pasar di Indonesia, semoga tulisan memberikan manfaat bagi pembaca sekalian.

Labels: